Laba Bersih Chandra Asri Tumbuh 118%

NERACA

Jakarta – Perusahaan kimia, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 51,35 juta pada akhir tahun 2020 atau melonjak 118% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat laba bersih US$ 22,88 juta. Sehingga, laba per saham dasar naik menjadi US$ 0,0029, sedangkan akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar US$ 0,0013. Informasi tersebut disampaikan perseroan dlaam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan menjelaskan, lonjakan laba bersih itu dihasilkan oleh penyesuaian pajak yang lebih rendah ditambah dengan pencapaian program pengurangan biaya struktural perseroan untuk memberikan kinerja yang lebih baik di lingkungan dengan kondisi pasar yang membaik. Padahal, pendapatan bersih turun 4% menjadi US$ 1,806 miliar dari US$ 1,881 miliar pada akhir tahun 2019. Hal itu disebabkan harga jual rata-rata yang lebih rendah menjadi US$ 813 per ton  dari US$ 968 perton ditahun 22019.  

Mengingat harga Ethylene dan Polyethylene turun tajam menjadi US$ 720 per ton. Namun  hal itu diimbangi dengan peningkatan penjualan sebesar 14% menjadi 2,222 KT di tahun, bandingkan dengan akhir tahun 2019 sebesar 1,943KT. Sementara itu, beban pokok pendapatan sebesar US$ 1,641 miliar di akhir tahun 2020 turun 4% dibandingkan akhir tahun 2019 sebesar US$ 1,709 miliar.

Pada sisi lain, kewajiban meningkat menjadi US$ 1,782 Miliar  dari US$ 1,690 miliar. Hal itu  disebabkan oleh utang usaha yang lebih tinggi pada US$ 699.7 juta, ditambah dengan peningkatan total posisi utang sebesar US$ 844.3 juta. Terakhir, asset meningkat sebesar 4,1% menjadi US$ 3,593 miliar  pada 31 Desember 2020, dibandingkan dengan US$  3,451 miliar pada 31 Desember 2019. Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) minimal US$ 60 juta. Capex ini akan digunakan untuk aktivitas umum pabrik yang sudah ada agar berjalan optimal.

Selain itu, perseroan berencana mencari pendanaan eksternal dari pasar obligasi. Selama ini, perseroan selalu mendapat respons positif dari investor obligasi, sehingga target emisi penerbitan 2021 diperkirakan bisa melebihi realisasi emisi obligasi 2020. Hingga November, Chandra Asri tercatat telah tiga kali menggelar penawaran obligasi.

Perseroan meraih dana Rp 750 miliar melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) II tahap III pada Februari. Kemudian, perseroan mengantongi dana Rp 1,6 triliun melalui PUB III tahap I dan II. Penerbitan surat utang tersebut masing-masing diselesaikan pada Agustus dan Oktober. Adapun PUB III masih menyisakan plafon sebesar Rp 3,4 triliun dari total target emisi Rp 5 triliun. PUB III memiliki periode penerbitan selama 2020-2022.

 

BERITA TERKAIT

Nagita Hamil, Rafi Protektif Jaga Kesehatan Janin Nagita

Menjaga kesehatan, khususnya janin bagi ibu hamil sangat penting di tengah pandemi saat ini. Sikap inilah yang dilakukan Rafi Ahmad…

Dukung Dunia Usaha - Summarecon Serpong Tawarkan Ruko Aristoteles

Bidik potensi pelaku pasar wirausaha, PT Summarecon Serpong yang merupakan unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk kembali meluncurkan produk…

Berkolaborasi Dengan Smesco - TikTok Ajak Pengguna Ikut Pasarkan Produk UMKM

Bantu pasarkan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam negeri, TikTok sebagai platform distribusi video singkat, melalui solusi pemasaran…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Nagita Hamil, Rafi Protektif Jaga Kesehatan Janin Nagita

Menjaga kesehatan, khususnya janin bagi ibu hamil sangat penting di tengah pandemi saat ini. Sikap inilah yang dilakukan Rafi Ahmad…

Dukung Dunia Usaha - Summarecon Serpong Tawarkan Ruko Aristoteles

Bidik potensi pelaku pasar wirausaha, PT Summarecon Serpong yang merupakan unit usaha dari PT Summarecon Agung Tbk kembali meluncurkan produk…

Berkolaborasi Dengan Smesco - TikTok Ajak Pengguna Ikut Pasarkan Produk UMKM

Bantu pasarkan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam negeri, TikTok sebagai platform distribusi video singkat, melalui solusi pemasaran…