Bayar Utang Jatuh Tempo - PBRX Terbitkan Global Bond US$ 350 Juta

NERACA

Jakarta – Rencanakan lunasi utang yang jatuh tempo, emiten tekstil PT Pan Brothers Tbk. (PBRX) berencana menerbitkan surat utang global sebanyak-banyaknya US$350 juta. Jumlah tersebut setara Rp4,95 triliun merujuk pada kurs Jisdor Rp14.152. “Dengan asumsi penerbitan Notes sebanyak-banyaknya sebesar US$350 juta akan diserap seluruhnya, dana hasil penerbitan Notes akan dipergunakan untuk keperluan rencana penggunaan dana,”kata Direktur Utama Pan Brothers, Ludijanto Setijo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dirinya menjelaskan, penerbitan notes ini akan tunduk pada Rule 144A dan Regulation S U.S. Securities Act 1933 dan akan dicatatkan di Bursa Efek Singapura Trading Limited (SGX-ST). Asal tahu saja, dana hasil penerbitan surat utang akan digunakan untuk pelunasan kewajiban jatuh tempo dan pinjaman kepada sejumlah entitas anak.  Surat utang global ini memiliki jatuh tempo maksimal lima tahun dari tanggal diterbitkan dengan bunga tetap.

Adapun, dari notes senilai US$350 juta itu akan diambil US$94,72 juta untuk melunasi kewajiban perseroan yang terdiri dari global notes senilai US$33,42 juta yang jatuh tempo pada 2022 dan pinjaman sindikasi senilai US61,30 juta yang jatuh tempo tahun ini. Selanjutnya, US$107,01 juta akan diberikan sebagai pinjaman kepada entitas anak dengan kepemilikan 99%. Perusahaan anak tersebut yaitu PT Berkah Indo Garmen, PT Pancaprima Ekabrothers, PT Prima Sejati Sejahtera, dan PB International BV.

Khusus untuk PT Berkah Indo Garmen dan PB International BV, pinjaman itu hanya akan digunakan untuk melunasi global notes. Sementara sisa senilai US$102,73 juta akan diberikan sebagai pinjaman kepada entitas anak dengan kepemilikan kurang dari 99%. Mengingat nilai penerbitan notes US$350 juta ini mencapai lebih dari 125,56% dari ekuitas perseroan per 30 September 2020 senilai US$278,74 juta, transaksi ini termasuk transaksi material sesuai dengan POJK 17/2020.

Sebagai iinformasi, tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 10%. Wakil Direktur Utama PT Pan Brothers Tbk, Anne Patricia Sutanto mengungkapkan, ada beberapa upaya yang dilakukan guna mencapai target pertumbuhan tersebut. Salah satunya, terus melanjutkan program otomisasi dan digitalisasi yang berkelanjutan.  “Sehingga perseroan tetap bisa secara optimal menjalankan operasional perseroan di era sustainability,” katanya.

Pada tahun lalu PBRX masih mencatatkan penjualan ekspor didorong oleh penjualan Alat Pelindung Diri (APD) dan masker non-medis. Perusahaan akan melakukan pengembangan kapasitas baik di induk dan anak perusahaan, ditargetkan naik tahun dibandingkan 2019 dari yang kapasitasnya 117 juta potong garmen per tahun menjadi 130 juta potong garmen per tahun di 2021. Kemudian untuk belanja modal, perseroan mengalokasikan sekitar US$ 10 juta. Dimana penggunaan capex untuk maintenance dan capex upgrade berkelanjutan untuk program industry 4.0 PBRX.

BERITA TERKAIT

Wujudkan Kendaraan Impian - MUF Premium Berikan Solusi Pembiayaan

Optimisme pemulihan ekonomi di tahun 2021 menjadi keyakinan bagi pelaku usaha dan termasuk pelaku industri otomotif dan turunannya, seperti industri…

Pefindo Kerek Rating Semen Indonesia Jadi AA+

NERACA Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan laba bersih PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di tengah pandemi Covid-19 membawa rating…

Laba Bersih Chandra Asri Tumbuh 118%

NERACA Jakarta – Perusahaan kimia, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 51,35 juta pada akhir tahun 2020 atau…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Wujudkan Kendaraan Impian - MUF Premium Berikan Solusi Pembiayaan

Optimisme pemulihan ekonomi di tahun 2021 menjadi keyakinan bagi pelaku usaha dan termasuk pelaku industri otomotif dan turunannya, seperti industri…

Pefindo Kerek Rating Semen Indonesia Jadi AA+

NERACA Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan laba bersih PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di tengah pandemi Covid-19 membawa rating…

Laba Bersih Chandra Asri Tumbuh 118%

NERACA Jakarta – Perusahaan kimia, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 51,35 juta pada akhir tahun 2020 atau…