Petrokimia Gresik Tanam Perdana Di Lombok Timur

NERACA

NTB - Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia mencanangkan program Agro Solution yang ditandai dengan tanam perdana jagung pada lahan seluas 108 hektar di Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih mewakili Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan bahwa Agro Solution merupakan program terobosan holding PT Pupuk Indonesia. Program tersebut mengusung konsep usaha pertanian dari hulu hingga hilir untuk menjaga kedaulatan pangan nasional di tengah pandemi Covid-19, melalui peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

“Dalam program ini, Petrokimia Gresik mendapat tugas untuk mengawal pertanian di lahan seluas 16.000 hektar, atau 32% dari total target Pupuk Indonesia Grup seluas 50.000 hektar," ujar Digna.

Lebih lanjut, Digna menjelaskan, bahwa tanam perdana jagung di Lombok Timur ini merupakan pilot project bagi Petrokimia Gresik, dimana keberhasilannya nanti akan diduplikasi di daerah lainnya.

Selama ini, petani masih berhadapan dengan banyak kendala dalam menjalankan usahanya, seperti rendahnya produktivitas pertanian, harga agro-input (pupuk, pestisida, benih dan lainnya) tidak terjangkau, minimnya akses ke lembaga keuangan. Lalu, harga jual hasil panen cenderung turun ketika panen raya, belum terlindunginya petani dari risiko gagal panen, infrastruktur yang terbatas, serta kendala lainnya.

"Untuk itu melalui program ini, Petrokimia Gresik bersama mitra akan melakukan pendampingan intensif bagi petani dalam menjalankan usaha pertanian dengan memberikan jaminan sarana produksi dan pemasaran hasil pertanian," ujar Digna.

Pendampingan ini dilakukan bersama Aliansi Kemitraan Pertanian Berkelanjutan, yaitu PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) sebagai penyedia asuransi pertanian, PT Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai penyedia permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR), PT Bisi Internasional sebagai penyedia benih jagung, serta PT Datu Nusra Agribisnis (DNA) sebagai off taker hasil pertanian di Lombok Timur.

Sedangkan tugas Petrokimia Gresik adalah sebagai koordinator sekaligus menyediakan pupuk dan pestisida, melalui anak perusahaan yaitu PT Petrosida Gresik dan PT Petrokimia Kayaku.

Sementara itu, menurut Kementerian Pertanian (Kementan) kebutuhan pupuk petani berdasarkan usulan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) mencapai 23 juta ton. Sedangkan, pada tahun 2021 pemerintah hanya mengalokasikan pupuk bersubsidi sebesar 9 juta ton plus 1,5 juta liter pupuk organik cair.

"Untuk itu, Petrokimia Gresik berkomitmen menyukseskan program Agro Solution ini dengan memberikan pendampingan secara komprehensif, khususnya melalui penggunaan pupuk non-subsidi," ungkap Digna.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Sarwo Edhy mengungkapkan bahwa sistem e-RDKK yang berdasar pada NIK ini telah memberi manfaat besar, terutama dalam pengendalian pemanfaatan pupuk subsidi. Dia berharap, pendataan berbasis aplikasi menjadi solusi tepat mengingat sebelunya penyaluran pupuk masih dilakukan secara manual.

"Pupuk dapat disalurkan per petani per NIK per hektar (ha), sehingga semuanya lebih terkontrol karena dilakukan melalui sistem," ungkap Sarwo Edhy.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana pernah menegaskan penugasan penyaluran pupuk bersubsidi diatur oleh Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian secara nasional mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV.

Bahkan juga dijelaskan dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk bersubsidi sektor pertanian tahun anggaran 2020, Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2020.

Kedua aturan tersebut menjelaskan tentang syarat, tugas dan tanggung jawab dari produsen, distributor dan penyalur atau pengecer hingga HET pupuk bersubsidi yang wajib diikuti oleh distributor dan pengecer ketika menyalurkan pupuk bersubsidi kepada petani.

Sehingga dalam hal ini, Petrokimia Gresik berkomitmen untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, khususnya petani Indonesia.

BERITA TERKAIT

KemenkopUKM Gandeng ITB Susun Platform Kewirausahaan Nasional

NERACA Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) menyambut baik usulan platform kewirausahaan nasional yang digulirkan kalangan akademisi dari Institut…

KKP Akan Bagikan Paket Gemarikan di 112 Kabupaten Kota - Perangi Stunting

NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) yang…

Perunggasan Nasional Harus Berdaya Saing

Bandung – Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan mendukung kegiatan usaha perunggasan nasional. Tujuannya, agar tercipta iklim usaha yang efektif dan efisien…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

KemenkopUKM Gandeng ITB Susun Platform Kewirausahaan Nasional

NERACA Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) menyambut baik usulan platform kewirausahaan nasional yang digulirkan kalangan akademisi dari Institut…

KKP Akan Bagikan Paket Gemarikan di 112 Kabupaten Kota - Perangi Stunting

NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) yang…

Perunggasan Nasional Harus Berdaya Saing

Bandung – Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan mendukung kegiatan usaha perunggasan nasional. Tujuannya, agar tercipta iklim usaha yang efektif dan efisien…