Menjaga Tradisi Tebar Dividen dari Distribusi BBM

NERACA

Jakarta – Pembagian dividen menjadi momentum yang selalu ditunggu investor baik itu ritel ataupun institusi. Hal ini sangat beralasan, dibalik investasi saham adalah meraup untung dari nilai investasi yang dimiliki dan termasuk potensi dividen yang diberikan. Maka berangkat dari hal tersebut, investor tentunya akan jeli mengkoleksi saham-saham yang royal membagikan dividen, tidak terkecuali saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang patut diperhatikan.

Apalagi Presiden Direktur AKRA, Haryanto Adikoesoemo mengatakan, perseroan akan mempertahankan tradisi pembagian dividen dari laba bersih dan bahkan jika kinerja emiten infrastruktur energi itu pada tahun 2020 lebih, maka pemegang saham akan menerima lebih besar dibanding tahun buku 2019. “Tahun lalu di 2020, profit atau laba bersih perseroan sampai September 2020 naik 18% dan sampai akhir tahun 2020 katakanlah sama atau bahkan lebih baik. Maka Dividen 2020 akan lebih baik dibandingkan dividen tahun 2019,” ujarnya dalam webinar “AKRA Update & Outlook 2021’ Samuel Sekuritas di Jakarta, kemarin.

Dirinya menjelaskan, perseroan telah memiliki tradisi pembagian dividen sejak melakukan IPO (Initial Public Offering) tahun 1994, sebagai bagian dari pernyataan propektus yang tertera pembagian dividen minimal 30%. “Hanya tiga tahun selama krismon 1998 hingga 2001 tidak bagi dividen. Setelah itu konsisten bagi dividen. Bahkan dalam lima tahun ini karena arus kas kuat kami selalu membagikan dividen, selalu dengan rasio di atas 50%,”ungkapnya.

Sementara itu, Direktur AKRA, Suresh Vembu menyebutkan, perseroan menargetkan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang tahun 2021 sebesar 12% hingga 15% di semua lini bisnis.“Misalnya penjualan volume BBM tahun 2021 bisa tumbuh 8-10% dari penjualan BBM tahun 2020 sebesar 2,3 juta kiloliter. Sedangkan penjualan lahan industri seluas 30-35 hektar,” papar dia.

Asal tahu saja, perseroan di tahun ini menargetkan pertumbuhan hingga dobel digit dan optimis mampu mempertahankan pertumbuhan dari pada tahun lalu kendati diterpa sentiment pandemi Covid-19. Perseroan mengungkapkan, banyak faktor yang akan mendukung perseroan untuk mempertahankan pertumbuhan kinerja hingga dobel digit pada tahun ini, seperti implementasi Omnibus Law dan rencana KEK yang akan membantu penjualan lahan di kawasan industri perseroan.

Hingga kuartal III-2020, AKR Corporindo membukukan peningkatan laba bersih sebesar 17,7% menjadi Rp 665 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 565 miliar. Sedangkan pendapatan perseroan turun 8,3% dari Rp 15,11 triliun menjadi Rp 13,86 triliun. Peningkatan laba bersih di tengah penurunan pendapatan didukung oleh peningkatan margin keuntungan. Dengan pencapaian kinerja keuangan yang melampaui estimasi tersebut, analis Samuel Sekuritas Indonesia Ilham Akbar Muhammad dalam risetnya merevisi naik target kinerja keuangan AKR Corporindo tahun 2020-2021.

Disebutkan,  target laba bersih perseroan tahun 2020 direvisi naik dari Rp 745 miliar menjadi Rp 858 miliar. Begitu juga dengan perkiraan pendapatan perseroan sepanjang tahun ini dinaikkan dari Rp 18,75 triliun menjadi Rp 19,57 triliun.

BERITA TERKAIT

Minim Sentimen Positif Bawa IHSG Terkoreksi

NERACA Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (14/1) sore kemarin, ditutup di zona…

Optimisme Pemulihan Ekonomi - Pasar Saham Masih Menarik Investor Asing

NERACA Jakarta – Meski sentiment negatif pandemi Covid-19 masih menghantui perekonomian Indonesia dan termasuk pasar saham, namun menurut PT Manulife…

Geliat Bisnis Ban ke Amerika - Menakar Kekuatan Fundamental Gajah Tunggal

NERACA Jakarta – Kabar investor kawakan Lo Kheng Hong borong saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) membawa harga saham emiten…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Minim Sentimen Positif Bawa IHSG Terkoreksi

NERACA Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (14/1) sore kemarin, ditutup di zona…

Optimisme Pemulihan Ekonomi - Pasar Saham Masih Menarik Investor Asing

NERACA Jakarta – Meski sentiment negatif pandemi Covid-19 masih menghantui perekonomian Indonesia dan termasuk pasar saham, namun menurut PT Manulife…

Geliat Bisnis Ban ke Amerika - Menakar Kekuatan Fundamental Gajah Tunggal

NERACA Jakarta – Kabar investor kawakan Lo Kheng Hong borong saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) membawa harga saham emiten…