UNTR Bagikan Dividen Rp 171 Per Saham

NERACA

Jakarta-Berdasarkan hasil rapat jajaran direksi dan komisaris PT United Tractors Tbk  (UNTR) pada tanggal 28 September 2020 memutuskan pembagian dividen tengah tahun 2020 sebesar Rp171 per lembar saham.Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, perseroan menjelaskan, total nilai dividen interm yang akan ditebar ke pemegang saham perseroan sebesar Rp637,83 miliar.Dengan demikian, rasio pembayaran dividen interim tahun 2020 sebesar 15,7 persen dari laba bersih per 30 Juni 2020 sebesar Rp4,06 triliun.

Adapun cum dividen di pasar reguler dan negosiasi tanggal 6 Oktober 2020 dan daftar pemegang saham (DPS) berhak atas dividen tunai pada pukul 16.00 JATS tanggal 8 Oktober 2020. Perseroan menargetkan penjualan alat berat Komatsu bisa mencapai 2.800 unit di tahun ini, atau sama seperti capaian tahun sebelumnya. "Jika lihat progres penjualan alat berat hingga Juli 2020, mungkin estimasi kami penjualan alat berat komatsu 1.300-1.400 unit sampai akhir tahun," ujar Corporate Secretary United Tractors, Sara Loebis.

Sebagai informasi, di semester pertama 2020, anak usaha dari PT Astra Internasional Tbk ini menjual 853 unit alat berat. Jumlah ini menurun 55% bila dibandingkan dengan penjualan alat berat Komatsu pada enam bulan pertama 2019 yang mencapai 1.917 unit. Perseroan tercatat menguasai 33% dari total market share alat berat nasional per Juni 2020. Sementara itu, penjualan alat berat per Juni 2020 sebesar 76 unit, naik dari penjualan alat berat pada Mei 2020 yang hanya 60 unit. Dari total penjualan alat berat sepanjang semester I-2020, sebanyak 307 unit atau 36% diantaranya merupakan penjualan ke sektor pertambangan dan sebanyak 256 unit atau 30% merupakan penjualan ke segmen konstruksi.

Kemudian penjualan ke sektor kehutanan (foresty) mencapai 188 unit atau 22% dari total penjualan dan penjualan ke sektor agribisnis sebesar 102 unit atau 12% dari total penjualan. Dalam risetnya, Analis Mirae Sekuritas, Hariyanto Wijaya dan Emma A. Fauni seperti dikutip kontan mengatakan, penjualan alat  berat UNTR sepanjang enam bulan pertama 2020 hanya mencapai 34,1% dari total proyeksi  yang dipasang Mirae Asset hingga akhir tahun. Dalam catatan Mirae Asset, penjualan alat berat Komatsu pada kuartal kedua 2020 hanya 236 unit, turun 67,9% secara tahunan dan  turun 61,8% secara kuartalan.

Entitas Grup Astra ini berencana mengumumkan laporan keuangan semester I-2020 pada 29 Juli mendatang. “Kami memperkirakan United Tractors akan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 14.2 triliun di kuartal kedua 2020, turun 27,2% secara year-on-year dan turun 17,8 secara quarter-on-quarter (QoQ),” tulis Hariyanto dan Emma dalam riset.

Proyeksi tersebut lebih rendah dari ekspektasi dan konsensus hingga akhir 2020. Hal ini di latarbelakangi kinerja operasional  kuartal kedua 2020 yang lemah, terutama volume kontrak penambangan yang lebih rendah dan unit penjualan Komatsu yang rendah.

BERITA TERKAIT

Menghemat Pengeluaran Penting Saat Pandemi

​Pandemi Covid-19 telah memberikan berbagai dampak sosial dan ekonomi di antaranya menurunnya pendapatan rumah tangga, hingga tidak sedikit yang kehilangan…

Sentimen Resesi Ekonomi Bikin IHSG Melemah

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/10) sore kembali ditutup turun tipis…

Aman Berinvestasi di Pasar Modal - Investor Harus Perhatikan Pengumuman Bursa

NERACA Jakarta – Berinvestasi di produk keuangan, khususnya di pasar modal bagi para pemula harus jeli melihat produk yang ditawarkan,…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Menghemat Pengeluaran Penting Saat Pandemi

​Pandemi Covid-19 telah memberikan berbagai dampak sosial dan ekonomi di antaranya menurunnya pendapatan rumah tangga, hingga tidak sedikit yang kehilangan…

Sentimen Resesi Ekonomi Bikin IHSG Melemah

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/10) sore kembali ditutup turun tipis…

Aman Berinvestasi di Pasar Modal - Investor Harus Perhatikan Pengumuman Bursa

NERACA Jakarta – Berinvestasi di produk keuangan, khususnya di pasar modal bagi para pemula harus jeli melihat produk yang ditawarkan,…