Cara Efektif Hilangkan dan Mengontrol Karang Gigi

Beberapa kegiatan dan makanan bisa mengakibatkan plak gigi dan lama kelamaan akan menimbulkan karang gigi. Yang penting untuk Anda tahu, menyikat gigi, membersihkan dengan benang gigi atau flossing dan, berkumur dengan obat kumur antiseptik jadi cara menghilangkan atau paling tidak mengontrol karang gigi.

Meskipun Anda merawat gigi dengan baik di rumah, masih akan tetap ada bakteri di mulut. Mereka akan bercampur dengan protein dan produk sampingan makanan, yang lantas membentuk lapisan lengket yang disebut plak gigi.

Kotoran tersebut akan melapisi gigi Anda, biasanya berada di bawah gusi, menempel pada tambalan atau perawatan gigi lain. Plak membawa bakteri yang dapat merusak enamel gigi dan menyebabkan gigi berlubang.

Namun, jika Anda menghilangkan plak secara teratur maka kerusakan gigi permanen dan penyakit gusi bisa dicegah. Masalah besar lain yang muncul jika plak tetap ada di gigi Anda dan mengeras adalah, timbulnya karang gigi.

Karang gigi atau disebut kalkulus terbentuk di bawah dan di atas garis gusi. Bentukannya kasar dan keropos, serta dapat menyebabkan penyakit gusi. Satu-satunya cara menghilangkan karang gigi adalah menggunakan alat khusus yang dimiliki dokter gigi. Namun, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu mengontrol karang gigi, dikutip dari laman kesehatan Web MD.

Flossing

Tak peduli seberapa baik Anda menggunakan sikat gigi, benang gigi atau flossing adalah satu-satunya cara untuk menghilangkan plak di antara gigi Anda dan mencegah karang gigi muncul pada area-area yang sulit dijangkau.

Gunakan obat kumur

Bilas dan bersihkan gigi Anda dengan obat kumur antiseptik setiap hari untuk membantu membunuh bakteri penyebab plak.

Perhatikan diet

Bakteri pada mulut Anda berkembang biak dengan makanan manis dan bertepung. Saat mereka terpapar jenis makanan tersebut, bakteri akan melepaskan asam berbahaya. Cobalah mengonsumsi makanan yang sehat dan batasi jumlah makanan manis. Ini berlaku pula untuk camilan. Tak harus berhenti makan permen atau mengunyah camilan. Anda cukup berhati-hati saja. Setiap kali Anda makan, Anda juga memberi makan bakteri di mulut Anda. Sikat dan minum banyak air putih selama dan setelah makan.

Sikat gigi

Sikat gigi Anda secara teratur dua kali sehari selama 2 menit. Gosok gigi selama 30 detik dua kali sehari akan membantu menghilangkan plak atau mencegah karang gigi.

Gunakan sikat dengan bulu lembut yang cukup kecil untuk masuk ke mulut dan sela gigi. Pastikan untuk masuk dan membersihkan pula permukaan yang sulit dijangkau di belakang gigi dan gigi geraham belakang.

Penelitian menemukan, sikat gigi elektronik atau yang bertenaga bisa menghilangkan plak lebih baik dibanding sikat gigi manual. Tapi apapun jenisnya, pastikan sikat gigi Anda aman dan telah melewati uji kontrol serta kualitas.

Cermati pilihan pasta gigi

Pilih pasta gigi pengontrol karang gigi dengan fluorida. Fluorida akan membantu memperbaiki kerusakan enamel. Beberapa produk memiliki zat yang disebut triclosan yang melawan bakteri dalam plak.

BERITA TERKAIT

Manfaat dan Kadar Kebutuhan Magnesium Tubuh

Memenuhi asupan gizi harian berarti tak hanya memenuhi makronutrisi seperti karbohidrat, protein dan lemak. Mikronutrisi termasuk magnesium pun perlu dicukupi.…

Ini Jumlah Vitamin C Harian yang Dibutuhkan untuk Imunitas

Vitamin C punya peran penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Apalagi selama pandemi, daya tahan tubuh menjadi salah satu 'benteng'…

Mitos Penularan Virus Corona yang Salah Kaprah

Seiring meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19, mitos seputar penularan virus corona terus berkembang di tengah masyarakat. Mempercayai mitos bisa menimbulkan…

BERITA LAINNYA DI Kesehatan

Manfaat dan Kadar Kebutuhan Magnesium Tubuh

Memenuhi asupan gizi harian berarti tak hanya memenuhi makronutrisi seperti karbohidrat, protein dan lemak. Mikronutrisi termasuk magnesium pun perlu dicukupi.…

Ini Jumlah Vitamin C Harian yang Dibutuhkan untuk Imunitas

Vitamin C punya peran penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Apalagi selama pandemi, daya tahan tubuh menjadi salah satu 'benteng'…

Mitos Penularan Virus Corona yang Salah Kaprah

Seiring meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19, mitos seputar penularan virus corona terus berkembang di tengah masyarakat. Mempercayai mitos bisa menimbulkan…