Kinerja Keuangan Melorot - Kioson Komersial Tunda Bagikan Dividen

NERACA

Jakarta – Mempertimbangkan kondisi keuangan yang masih menderita rugi, PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) memutuskan tidak membagikan deviden dari tahun buku 2019 tahun ini. Perseroan memutuskan untuk menaruh Rp500 juta dari laba bersih tahun 2019 untuk cadangan. Sisanya digunakan sebagai laba ditahan (retained earning). Keputusan tidak membagikan dividen telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUSPT) di Jakarta, kemarin.

Asal tahu saja, berdasarkan laporan keuangan semester pertama 2020 yang dipublikasikan kemarin, menyebutkan, perseroan menderita rugi mencapai Rp10,34 miliar secara YTD. Pada akhir tahun 2019, KIOS mendapatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp830,17 miliar. Adapun pendapatan terkoreksi cukup dalam di angka Rp847,79 miliar, baik secara tahunan (YOY) dan akhir tahun 2019 (YTD).

Secara tahunan, KIOS mencatat pendapatan sebesar Rp1,21 triliun pada Juni 2019, sementara di akhir 2019 lalu, KIOS mencatat penjualan di angka Rp 2,90 triliun. Kontributor tertinggi dalam penjualan di periode semester I 2020 masih datang dari segmen produk digital Payment Point Online Bank (PPOB) sebesar Rp847, 52 miliar. Lalu segmen e-commerce sebesar Rp257,03 juta dan lain-lain sebesar Rp11,40 juta.

Kata Direktur Utama KIOS, Doane Cahyadi, tahun ini perseroan mengurangi ekspansi dan fokus pada pemanfaatan outlet eksisting. Hal ini dilakukan sebagai strategi efisiensi perseroan menghadapi pandemi Covi-19.”Kami tahun ini fokus pada pengembangan outlet yang telah dimiliki. Kami tidak terlalu fokus pada ekspansi atau pengembangan. Kami juga akan berkolaborasi dengan pihak ketiga,"ujarnya,

Sayangnya, KIOS enggan menjawab total outlet yang telah dimiliki sampai semester pertama 2020. Pihaknya hanya menjabarkan, tetap akan menjaring mitra outlet gadget, FMCG, hingga warung-warung tradisional. Disampaikan Doane, pandemi Covid-19 turut memukul kinerja perseroan, terutama sejak pemerintah memberlakukan sistem PSBB. Pihaknya mengakui harus merevisi target penjualann hingga nilai besaran penggunaan capex.

Namun, KIOS juga tidak memberikan detail penyesuaian yang dilakukan akibat tersandung pandemi. Doane hanya menyatakan, nilai capex dan target penjualan telah diturunkan. "Saat adanya pemberlakuan PSBB, mobilitas kami terganggu terutama dalam 2 sampai 3 bulan terakhir. Adapun bentuk mitigasi yang dilakukan adalah mengurangi beban keuangan. Kami juga lebih hati-hati melihat mana yang produktif dan tidak,"tuturnya.

Selain itu, agenda RUPST perseroan juga membahas pergantian posisi Direksi dan Komisaris. Posisi Doane Cahyadi sebagai Direktur Utama sekaligus Direktur Keuangan yang mengundurkan diri, digantikan oleh Reginald Trisna terhitung sejak berakhirnya RUPST. Sementara itu, Robby Tan sebagai Komisaris juga digantikan oleh Viperi Limiardi. Posisi Jasin Halim sebagai Komisaris Independen juga digantikan oleh Junaidi Ariansyah.

BERITA TERKAIT

Minim Sentimen Positif Bawa IHSG Terkoreksi

NERACA Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (14/1) sore kemarin, ditutup di zona…

Optimisme Pemulihan Ekonomi - Pasar Saham Masih Menarik Investor Asing

NERACA Jakarta – Meski sentiment negatif pandemi Covid-19 masih menghantui perekonomian Indonesia dan termasuk pasar saham, namun menurut PT Manulife…

Geliat Bisnis Ban ke Amerika - Menakar Kekuatan Fundamental Gajah Tunggal

NERACA Jakarta – Kabar investor kawakan Lo Kheng Hong borong saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) membawa harga saham emiten…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Minim Sentimen Positif Bawa IHSG Terkoreksi

NERACA Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (14/1) sore kemarin, ditutup di zona…

Optimisme Pemulihan Ekonomi - Pasar Saham Masih Menarik Investor Asing

NERACA Jakarta – Meski sentiment negatif pandemi Covid-19 masih menghantui perekonomian Indonesia dan termasuk pasar saham, namun menurut PT Manulife…

Geliat Bisnis Ban ke Amerika - Menakar Kekuatan Fundamental Gajah Tunggal

NERACA Jakarta – Kabar investor kawakan Lo Kheng Hong borong saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) membawa harga saham emiten…