Hadapi Tiga Tantangan, Laba Elnusa Menyusut 16%

NERACA

Jakata – Fluktuatifnya harga minya dunia memberikan pengaruh terhadap pencapaian kinerja keuangan PT Elnusa Tbk (ELSA). Dimana anak usaha dari PT Pertamina ini mencatatkan laba bersih Rp130 miliar pada semester satu tahun ini atau turun  16% bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mencapai Rp150 miliar.  

Direktur Keuangan ELSA, Hery Setiawan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, penurunan laba bersih dikarenakan adanya tiga tantangan utama seperti fluktuasi harga minyak, pandemi Covid-19 dan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. “Tiga tantangan tersebut saat ini sangat menantang. Jasa hulu migas mendapatkan tekanan fluktuasi harga migas, jasa distribusi & logistik energi berhadapan dengan perubahan konsumsi BBM nasional akibat pandemi Covid-19 dan terdapat pula pelemahan nilai kurs rupiah yang juga mempengaruhi kinerja keuangan perseroan,”ungkapnya.

Menurutnya, tidak mudah untuk tetap mencatatkan pertumbuhan laba bersih ditengah kondisi makro yang kurang menentu saat ini. Namun demikian perseroan tetap mencatatkan hasil kinerja positif. Komitmen ini yang akan terus ditingkatkan, sehingga capaian positif ini tetap terjadi hingga akhir tahun. Padahal, pendapatan usaha meningkat 3,3% year on year (yoy), dari Rp3,8 triliun pada semester I 2019 menjadi Rp3,9 triliun pada semester I 2020. Laba bruto tumbuh 9,6% dari Rp383 miliar menjadi Rp419 miliar. Sementara laba operasi naik signifikan 10% dari Rp236 miliar menjadi Rp260 miliar.

Secara segmentasi, jasa hulu migas mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan yaitu sebesar 25% bila dibandingkan semester I 2019. Peningkatan ini ditopang banyaknya permintaan jasa pengelolaan dan perawatan sumur migas serta jasa engineering, procurement, construction, operation & maintenance (EPC-OM). Secara konsolidasi, kontribusi segmen jasa hulu migas pada semester I 2020 ini mencapai 54%, jasa distribusi & logistik energi 42%, serta jasa penunjang 4%.”Kenaikan pendapatan usaha pada semester ini merupakan bukti bahwa Elnusa semakin kokoh dalam menapaki bisnis jasa migas. Kami optimis diversifikasi portofolio yang dimiliki akan saling menopang satu sama lain dan mampu menjaga pertumbuhan kinerja hingga akhir tahun,”kata Hery.

Tahun ini, perseroan menganggarkan belaja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 1,4 triliun atau naik dua kali lipat dari 2019 sebesar Rp 700 miliar. Perseroan berharap dapat meraih pertumbuhan pendapatan usaha mencapai Rp 9,1 triliun.”Capex untuk berbagai investasi yang mendukung pertumbuhan. Salah satunya fabrikasi hydraulic workover unit (HWU) untuk jasa kerja ulang sumur, dimana kami merupakan market leader jasa ini di Indonesia,"kata Hery Setiawan.

Disampaikannya, sekitar 69% capex untuk market baru, termasuk HWU. Perseroan tengah menjajaki dua proyek jasa penunjang migas sektor hulu di Timur Tengah. Sementara di Vietnam kata dia, Elnusa akan menggarap proyek sesmik 3D dibanding pada tahun lalu yang hanya menggarap sesmik 2D. Untuk Algeria kata dia sedang dipertimbangkan apakah akan masuk pada proyek Engineering, Procurement & Construction (EPC) atau services dan drilling.

BERITA TERKAIT

Dinilai Melanggar Etika - Aspadin Minta Iklan Galon Sekali Pakai Ditindak

Ketatnya persaingan bisnis terkadang mengabaikan etika berbisnis, termasuk dalam menyampaikan iklan kepada masyarakat yang terkadang mendiskriditkan pemain lainnya, kondisi inilah…

Literasi Pintu Masuk Bentuk SDM Berkualitas

Berkah bonus demografi yang dialami Indonesia pada usia emas tahun 2045 mendatang dengan mayoritas generasi milenial, tentunya berpeluang membawa negeri…

GoPay Ajak Masyarakat Berdonasi Peduli Covid-19

Kendatipun korban terpapar pandemi Covid-19 di Indonesia mulai melandai di penghujung akhir tahun ini, namun kondisi tersebut dinilai belum aman.…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Dinilai Melanggar Etika - Aspadin Minta Iklan Galon Sekali Pakai Ditindak

Ketatnya persaingan bisnis terkadang mengabaikan etika berbisnis, termasuk dalam menyampaikan iklan kepada masyarakat yang terkadang mendiskriditkan pemain lainnya, kondisi inilah…

Literasi Pintu Masuk Bentuk SDM Berkualitas

Berkah bonus demografi yang dialami Indonesia pada usia emas tahun 2045 mendatang dengan mayoritas generasi milenial, tentunya berpeluang membawa negeri…

GoPay Ajak Masyarakat Berdonasi Peduli Covid-19

Kendatipun korban terpapar pandemi Covid-19 di Indonesia mulai melandai di penghujung akhir tahun ini, namun kondisi tersebut dinilai belum aman.…