Juni, IPCC Catat Penurunan Kargo Kendaraan

NERACA

Jakarta - Adanya pembatasan pada kegiatan produksi dan operasional pabrikan otomotif serta para shipping lines sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19 telah berpengaruh terhadap pengiriman kendaraan ke lapangan terminal PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) sehingga secara tidak langsung turut mempengaruhi layanan operasional perseroan.

Sekretaris Perusahaan IPCC, Sofyan Gumelar dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menegaskan, kegiatan operasional layanan dan penanganan bongkar muat kendaraan tetap dilayani dan berjalan normal. Secara keseluruhan jumlah kargo kendaraan yang dilayani di bulan Juni 2020 turun. Kargo kendaraan di Lapangan Internasional di bulan Juni 2020 ditangani sebanyak 10.019 unit dari rata-rata penanganan kargo sebanyak 20.789 unit. "Alat berat sebanyak 335 unit dari rata-rata 854 unit dan general cargo sebanyak 1.501 M3 dari rata-rata 3.869 M3," ujarnya.

IPCC juga memastikan kepada seluruh pelanggannya bahwa sampai dengan saat ini kegiatan usaha IPCC masih tetap beroperasi normal sebagai upaya mempertahankan kelancaran arus logistik dan bongkar muat kendaraan. Upaya tersebut dijalankan dengan strategi pembagian shift bergilir bagi petugas operasional dengan dibekali alat pelindung diri (APD) operasi yang terstandardisasi dan tambahan pelindung untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

Selain itu, untuk tenaga operasional yang bekerja di lapangan selalu menjalankan prosedur kerja dengan cek suhu badan sebelum mulai kerja, memakai masker, jaga jarak, menggunakan sarung tangan, dan perusahaan sudah melakukan rapid test dua kali pada semua pegawai baik organik maupun nonorganik dan mengeluarkan edaran kepada semua mitra yg bekerja di area IPCC, wajib menunjukkan hasil rapid test negatif/non reaktif covid saat memasuki wilayah IPCC. "Dari sisi keuangan, dengan turunnya pengantaran logistik kendaraan ke IPCC maka berpengaruh terhadap jumlah kendaraan yang ditempatkan di IPCC sehingga turut mempengaruhi pendapatan,"kata  Sofyan.

Di kuartal pertama 2020 kemarin, perseroan memperoleh pendapatan sebesar Rp 123,92 miliar. Nilai tersebut tumbuh 5,54% dari pendapatan Rp 117,41 miliar pada periode yang sama 2019. Sejalan dengan naiknya pendapatan, beban pokok pendapatan juga naik 36,27% menjadi Rp 66,79 miliar dari beban pokok pendapatan kuartal pertama tahun lalu Rp 49,01 miliar.

Sehingga laba kotor IPCC menyusut 19,37% jadi Rp 55,14 miliar dari sebelumnya Rp 68,39 miliar. Selain itu, pos beban umum dan administrasi juga meningkat dari kuartal pertama tahun lalu Rp 11,62 miliar menjadi Rp 25,94 miliar pada kuartal pertama tahun ini. Alhasil, Indonesia Kendaraan Terminal memperoleh laba tahun berjalan Rp 20,40 miliar atau turun 58,42% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 49,07 miliar.

BERITA TERKAIT

Sarana Menara Raih Pendapatan Rp3,68 Triliun

NERACA Jakarta –Perlambatan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 tidak mempengaruhi kinerja keuangan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Tengok saja,…

Hadapi Tiga Tantangan, Laba Elnusa Menyusut 16%

NERACA Jakata – Fluktuatifnya harga minya dunia memberikan pengaruh terhadap pencapaian kinerja keuangan PT Elnusa Tbk (ELSA). Dimana anak usaha…

Betonjaya Manunggal Raup Untung Rp 4,13 Miliar

NERACA Jakarta –Emiten produsen baja, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 4,13 miliar. Posisi tersebut…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Sarana Menara Raih Pendapatan Rp3,68 Triliun

NERACA Jakarta –Perlambatan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 tidak mempengaruhi kinerja keuangan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Tengok saja,…

Hadapi Tiga Tantangan, Laba Elnusa Menyusut 16%

NERACA Jakata – Fluktuatifnya harga minya dunia memberikan pengaruh terhadap pencapaian kinerja keuangan PT Elnusa Tbk (ELSA). Dimana anak usaha…

Betonjaya Manunggal Raup Untung Rp 4,13 Miliar

NERACA Jakarta –Emiten produsen baja, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 4,13 miliar. Posisi tersebut…