Astrindo Cetak Laba Bersih US$ 9,55 Juta

NERACA

Jakarta- Di kuartal pertama 2020, perusahaan infrastruktur dan jasa pertambangan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 21,65% menjadi US$ 9,55 juta, dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya US$ 7,85 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dirilis di Jakarta, kemarin.

Sedangkan pendapatan turun tipis 0,06% menjadi US$ 16,02 juta. Kenaikan laba dipicu atas penurunan beban keuangan dari US$ 15,26 juta menjadi US$ 13,80 juta. Perseroan menjelaskan, penurunan pendapatan disebabkan penurunan sewa pelabuhan menjadi US$ 11,42 juta dari semula US$ 11,44 juta dan stagannya pendapatan sewa crusher US$ 4,59 juta.

Pendapatan perseroan juga disumbangkan perolehan jasa konsultasi sejumlah US$ 6 ribu. Beban pokok pendapatan perseroan meningkat menjadi US$ 3,17 juta dari sebelumnya US$ 3,14 juta. Dengan demikian, laba bruto perseroan yang didapatkan di triwulan I-2020 sejumlah US$ 12,85 juta, menurun dari periode sama di tahun lalu yakni US$ 12,89 juta.

Kemudian, beban lain-lain neto mengalami peningkatan 39,16% atau menjadi US$ 1,67 juta dari kuartal I-2019 yang mencatatkan US$ 1,20 juta. Laba sebelum pajak mengalami penurunan 4,36% atau terkoreksi menjadi US$ 11,18 juta dari laba sebelum pajak periode saham tahun lalu yakni US$ 11,69 juta. Hingga periode 31 Maret 2020, perseroan mencatatkan penurunan aset menjadi US$ 1,25 miliar, dibandingkan dengan periode 31 Desember 2019 yang memperoleh US$ 1,253 miliar.

Total liabilitas juga menurun menjadi US$ 882,98 juta dari semula US$ 890,07 juta dan total ekuitas naik menjadi US$ 366,37 juta dari sebelumnya US$ 363,47 juta. Sebelumnya, perseroan memperkirakan pendapatan dan laba bersih di kuartal pertama bisa terkoreksi sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Disebutkan, pendapatan dan laba bersih kuartal pertama 2020 bisa turun kurang dari 25% year on year (yoy).

Namun yang pasti, volume penanganan batubara selama pandemi virus corona (Covid-19) terasa menciut. Astrindo menduga, dalam kondisi sedang sulit seperti saat ini para pelanggan lebih menjaga volume permintaan dan memperhatikan harga jual batubara. Makanya tak menutup kemungkinan Astrindo merevisi target pertumbuhan pendapatan tahun 2020 yang semula ditetapkan sebesar 15% yoy.



BERITA TERKAIT

Accenture dan Google Cloud Rilis Arsitektur Data Pelanggan

Firma konsultan manajemen dan layanan teknologi Accenture dan Google Cloud bekerja sama untuk menyediakan arsitektur data pelanggan atau customer data…

Kehadiran Koperasi Tetap Jadi Andalan UMKM

Koperasi tetap menjadi andalan masyarakat terutama karena visi usaha bersama yang dilandaskan pada kegotongroyongan dari anggota untuk anggota dalam mendukung…

Optimalkan Layanan Digital - Semangat Baru Layanan BTN di Era Pandemi

Fokus untuk tetap memberikan layanan terbaik di tengah pandemi, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menyiapkan berbagai produk dan program…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Accenture dan Google Cloud Rilis Arsitektur Data Pelanggan

Firma konsultan manajemen dan layanan teknologi Accenture dan Google Cloud bekerja sama untuk menyediakan arsitektur data pelanggan atau customer data…

Kehadiran Koperasi Tetap Jadi Andalan UMKM

Koperasi tetap menjadi andalan masyarakat terutama karena visi usaha bersama yang dilandaskan pada kegotongroyongan dari anggota untuk anggota dalam mendukung…

Optimalkan Layanan Digital - Semangat Baru Layanan BTN di Era Pandemi

Fokus untuk tetap memberikan layanan terbaik di tengah pandemi, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menyiapkan berbagai produk dan program…