Minamas Plantation Menggandeng FORWATAN Kucurkan Bantuan

NERACA

Jakarta - Minamas Plantation kali ini menggandeng Forum Wartawan Pertanian (FORWATAN) kembali memberikan bantuan sosial berupa paket sembako kedua panti asuhan yaituYayasan Nur Kebagusan dan Yayasan Sahabat Yatim Indonesia di Jakarta Selatan sebagai wujud kepedulian Minamas Plantation terhadap kesejahteraan masyarakat khususnya ditengah upaya penanggulangan Covid-19.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada perusahaan karena telah berpartisipasi dan membantu dalam menanggulangi pandemi ini, khususnya dalam membantu menjaga kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan,” ungkap ketua FORWATAN, Yuwono I.N saat memberikan bantuan kepada Yanti, Ketua Yayasan Kebagusandi Yayasan Nur Kebagusan.

Sementara itu, CEO Minamas Plantation, Shamsuddin Muhammad mengakui bahwa pandemi Covid-19 telah berdampak luas kepada banyak kelompok masyarakat tidak hanya pada aspek kesehatan, melainkan juga pada aspek ekonomi sosial.

"Untuk itu, Minamas Plantation berharap bahwa kontribusi ini dapat meringankan sedikit beban saudara kita yang membutuhkan. Ini adalah saat dimana kita saling bahu-membahu dan juga membantu yang lain agar tercipta keharmonisan, khususnya, ditengah situasi yang tidak mudah,” kata Shamsuddin Muhammad.

Sebelumnya, Minamas Plantation melalui unit bisnisnya juga menyerahkan bantuan-bantuan dalam penanggulangan Covid-19 yang dilakukan hampir diseluruh unit bisnisnya di 7 Provinsi, khususnya, di Sumatera dan Kalimantan. Sebanyak 5.000 paket dalam bentuk sembako, masker, Alat Pelindung Diri (APD), cairan desinfektan, hand sanitizier, 2.600 liter minyak goreng ALIF serta 1.000 masker kain yang langsung didistribusikan kepada masyarakat dan Pemerintah melalui tim Gugus Tugas Daerah.

“Minamas Plantation bersama pemangku kepentingannya akan terus berupaya sebaik mungkin dalam memberikan kontribusi dan turut menanggulangi pandemi COVID-19. Kami semua berharappandemi ini cepat berakhir, kita bersama-sama harus menaati himbauan Pemerintah, dan ikut menyosialisasikan kepada masyarakat agar penyebaran tidak meluas,” jelas Shamsuddin.

Siap Antisipasi Karhutla

Disisi lain, dalam rangka mendukung program pemerintah untuk mengatasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang datang tiap tahunnya, Minamas Plantation juga turut serta secara aktif mengambil langkah-langkah preventif seperti berkoordinasi dengan masyarakat sekitar dan aparat berwenang, mengaktifkan Masyarakat Peduli Api (MPA), melakukan antisipasi dini di sekitar area operasional Minamas.

Artinya saat musim kering pada tahun 2020, tim pemadaman kebakaran di seluruh unit usaha Minamas Plantation termasuk PT Aneka Inti Persada (PT AIP) di kabupaten Siak – Riau, PT Bhumireksa Nusa Sejati (PT BNS) di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau dan PT Tunggal Mitra Plantation (PT TMP) di kabupaten Rokan Hilir, Riau bersiaga menghadapi kebakaran yang salah satunya dengan mengadakan persiapan dini melalui sosialisasi dan pelatihan kebakaran yang diselenggarakan pada tanggal 9-17 Maret secara simultan.

Sejak awal kami beroperasi, Minamas Plantation telah menerapkan Zero Burning Policysecara ketat di seluruh area operasional kami untuk mencegah terjadinya kebakaran khususnya pada saat musim kering.  Tidak hanya berhenti disini, Minamas Plantation juga telah melaksanakan inisiatif lainnya meliputi pencegahan dan penanganan karhutla.

“Dibidang pencegahan, kami membangun inisiatif berbasis masyarakat, seperti pembentukan Masyarakat Peduli Api, program Desa Mandiri Cegah Api, Guru Peduli Api dan berbagai inisiatif lainnya. Dibidang penanganan, kami terus berupaya secara intensif melaksanakan berbagai kesiapsiagaan di wilayah operasional kami dengan memonitor titik api setiap harinya, sosialisasi karhutla dengan masyarakat sekitar, hinggapelatihan ataupun simulasi pemadaman api,” papar Shamsuddin.

Hingga saat ini, menurut Shamsuddin. Minamas Plantation terus memantau situasi yang berlangsung di seluruh lokasi perusahaan dengan seksama, pemantauan dilakukan setiap hari melalui sistem Plantation Location Intelligent Universal Management (PLATINUM) dengan menggunakan data-data dari satelit pada titik panas di peta area konsesi untuk dapat mendeteksinya dengan cepat. Seluruh titik api yang terdeteksi akan segera dilaporkan kepada pihak berwenang dan prosedur yang sama juga diterapkan dalam standar operasional perusahaan.

 

 

BERITA TERKAIT

Mengenal Prosedur dan Kepabean Ekspor

NERACA Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen…

Penyaluran Anggaran PEN Kemenkop dan UKM Gandeng Perbarindo

NERACA Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM) menggandeng Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) guna mengimplementasikan dan…

Pasar Rakyat di Era New Normal

NERACA Boyolali – Meskipun beberapa pasar rakyat sudah ada yang dibuka tapi tetap harus mematuhi protokol kesehatan untuk memutus penyebaran…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

Mengenal Prosedur dan Kepabean Ekspor

NERACA Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen…

Penyaluran Anggaran PEN Kemenkop dan UKM Gandeng Perbarindo

NERACA Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM) menggandeng Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) guna mengimplementasikan dan…

Pasar Rakyat di Era New Normal

NERACA Boyolali – Meskipun beberapa pasar rakyat sudah ada yang dibuka tapi tetap harus mematuhi protokol kesehatan untuk memutus penyebaran…