Ditengah Pandemi, Pasar Harus Tetap Beroperasi

Jakarta – Pasca Ramadhan dan ditengah-tengah masih bertambahnya konban Covid-19, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengecek ketersediaan dan memastikan harga-harga barang kebutuhan pokok tetap stabil sehingga terjangkau oleh masyarakat kebanyakan.

NERACA

Meski dalam pandemi COVID-19, pasar rakyat harus tetap beroperasi melayani masyarakat dan menjalankan Protokol Kesehatan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab untuk kesehatan bersama. Atas dasar itu,  Kemendag melakukan operasi pasar (OP) ke Pasar Jatinegara Jakarta dan kemudian Pasar Baru Bekasi untuk melakukan Operasi Pasar Gula (OPG) yang dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp12.500/kg dan sekaligus memonitor perkembangan harga barang kebutuhan pokok.

“Saya kembali memantau stok dan harga kebutuhan pokok di pasar secara langsung. Sampai H+3 Lebaran ini, harga-harga relatif masih stabil dan bahkan cenderung turun untuk beberapa komoditi seperti bawang putih dan bawang bombai. Bawang merah yang masih tercatat tinggi sekitar Rp60.000/kg karena berkurangnya produksi. Sehingga produksi ini yang akan terus digenjot untuk menstabilkan harga,” tegas Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto.  

Dalam pemantauan di Pasar Jatinegara Jakarta dan Pasar Baru Bekasi, Jawa Barat, Agus mengatakan harga-harga barang kebutuhan pokok umumnya relatif stabil seperti beras, minyak goreng, tepung terigu, kedelai, daging sapi, telur ayam ras, dan cabai merah keriting.

Bahkan beberapa komoditi telah mengalami penurunan yang cukup signifikan di atas 5 persen yaitu cabai rawit merah dan bawang putih. Namun demikian beberapa komoditi masih mengalami kenaikan yaitu daging ayam, bawang merah, dan cabai merah besar.

Sementara itu, dalam OPG di Pasar Jatinegara yang dilakukan sebanyak 12 ton dan di Pasar Baru Bekasi sebanyak 4 ton bekerja sama dengan dua perusahaan yaitu PT Adikarya Gemilang dan PT Priscolin. “Operasi pasar gula akan terus dilakukan. Di Pasar Baru Bekasi ini akan dipasok 4 ton setiap hari sampai harga turun dan stabil,” jelas Agus.

Agus menuturkan, sampai saat ini, total jumlah volume OPG yang telah dilakukan sebanyak 36.516 ton antara lain di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan (Banten), Bogor dan Bekasi (Jawa Barat), dan seluruh wilayah di DKI Jakarta, Kota dan Kabupaten Malang (Jatim), Bandar Lampung (Lampung), Jambi serta Riau (Kepri).

“Dengan demikian saya pastikan stok gula untuk seluruh wilayah di Indonesia pada masa Lebaran ini sampai masa panen tebu rakyat tiba, dapat dipastikan cukup dan harga terjangkau masyarakat,” ujar Agus.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Kemendag per 26 Mei 2020, harga rata-rata nasional gula pasir saat ini telah mengalami penurunan sangat signifikan lebih dari 10,38% dibandingkan pada bulan sebelumnya. Bahkan, di pasar ritel modern, harga gula tetap stabil normal sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp12.500/kg. Harga rata-rata nasional sudah berada pada kisaran Rp14.000 hingga Rp16.500/kg.

Namun, sebelumnya saat jelang Lebaran, Agus mengungkapkan hasil evaluasi sementara, tentang masih tingginya harga gula pasir di masyarakat. Pertama, bergesernya musim giling tebu rakyat yang biasanya dimulai di bulan Maret bergeser menjadi bulan Juni akibat adanya perubahan iklim.

Kedua, adanya mata rantai distribusi yang cukup panjang untuk sampai ke tangan konsumen Ketiga, ada pelaku bisnis gula nakal baik produsen, distibutor, maupun pedagang di pasar yang terbukti menahan gula dan mempermainkan harga apalagi di tengah kondisi pandemi COVID-19 seperti saat ini.

Keempat, belum maksimalnya realisasi impor oleh pabrik gula berbasis tebu sehingga jadwal produksi dan distribusi gula pasir ke masyarakat mengawali pergeseran jadwal. Pasokan impor gula mentah sebagai bahan baku gula pasir yang semula diperkirakan akan masuk di Indonesia pada Maret dan April 2020 bergeser menjadi Mei dan Juni 2020. Begitu juga impor gula pasir langsung (GKP) oleh Bulog juga baru terealisasi bulan Mei dan Juni 2020.

“Menurut evaluasi sementara, pergeseran ini terjadi akibat beberapa negara tujuan impor juga menjalankan lockdown atau karantina wilayah untuk mengurangi penyebaran COVID-19. Selain itu importir juga kesulitan mencari transportasi angkutan karena adanya protokol kesehatan yang harus diikut di negara asal impor sehingga kondisi memicu pergeseran,” ungkap Agus.

Sementara itu, Walikota Rahmat Effendi menyatakan kunjungan Kemendag sangat penting dalam menurunkan harga kebutuhan pokok dan ketersediaannya sehingga lebih terjangkau masyarakat.

“Kami menjaga agar pasar tetap mengedepankan protokol kesehatan. Kesehatan harus dijaga, yang sakit diobati. Tetapi ekonomi rakyat harus didorong,” ujarnya.

Disisi lain, Kepala Satgas Pangan Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga menyatakan telah menindak 17 pelaku bisnis gula yang nakal. “Namun semuanya masih kami perlakukan secara persuasif sebagai pembinaan kepada pelaku bisnis. Yang terpenting adalah barangnya beredar untuk mencukupi kebutuhan masyarakat dan ada langkah konkrit penegakan sanksi. Nanti setelah COVID-19, baru akan kami lakukan tindakan hukum lebih tegas,” tegas Daniel.

 

BERITA TERKAIT

Mengenal Prosedur dan Kepabean Ekspor

NERACA Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen…

Penyaluran Anggaran PEN Kemenkop dan UKM Gandeng Perbarindo

NERACA Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM) menggandeng Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) guna mengimplementasikan dan…

Pasar Rakyat di Era New Normal

NERACA Boyolali – Meskipun beberapa pasar rakyat sudah ada yang dibuka tapi tetap harus mematuhi protokol kesehatan untuk memutus penyebaran…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

Mengenal Prosedur dan Kepabean Ekspor

NERACA Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen…

Penyaluran Anggaran PEN Kemenkop dan UKM Gandeng Perbarindo

NERACA Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM) menggandeng Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) guna mengimplementasikan dan…

Pasar Rakyat di Era New Normal

NERACA Boyolali – Meskipun beberapa pasar rakyat sudah ada yang dibuka tapi tetap harus mematuhi protokol kesehatan untuk memutus penyebaran…