Tips Milenial Miliki Tempat Tinggal Pribadi

Tips Milenial Miliki Tempat Tinggal Pribadi   

NERACA

Jakarta - Banyak generasi milenial yang sudah memiliki penghasilan, namun tidak sedikit dari mereka yang belum memiliki properti baik rumah tapak (landed house) maupun apartemen. Nyatanya, membeli tempat tinggal pribadi memang tidak mudah, dibutuhkan komitmen untuk tidak konsumtif.

Figur publik, Ida Ayu Dewi dalam diskusi daring yang diselenggarakan Perum Perumnas di Jakarta, Jumat (1/5), mengatakan bahwa langkah awal generasi milenial untuk membeli rumah yaitu harus mempunyai keuangan yang sehat."Tentu saja kita harus menyiapkan tabungan, dan komitmen untuk tidak konsumtif," ujar Ida Ayu yang mengaku telah memiliki dua anak itu.

Ia mengatakan generasi milenial dapat memanfaatkan KPR dengan tenor panjang. Namun, memilih tenor pendek juga tidak masalah mengingat nilai gaji pekerja dapat terus bertambah ke depan. Selanjutnya, ia menyampaikan, jika keuangan telah mencukupi cepat-cepatlah membeli properti karena harga properti setiap tahun mengalami kenaikan."Jangan menunda-nunda, namun sesuaikan dengan kemampuan keuangan," katanya.

Ia tidak mempermasalahkan jika generasi milenial membeli rumah di pinggiran kota, yang patut diperhatikan adalah dekat dengan fasilitas transportasi, pendidikan, dan kesehatan. Ia menambahkan jika memang harus tinggal di pusat kota disarankan untuk memilih apartemen."Yang penting harganya terjangkau," ucapnya.

Kemudian, ia mengingatkan ​​​​generasi milenial yang mencari tempat tinggal pribadi untuk memperhatikan developer propertinya."BUMN seperti Perumnas terjamin, baik bangunan maupun lokasinya yang dekat dengan berbagai fasilitas," katanya.

Properti Masih Miliki Harapan

Pandemi COVID-19 berdampak pada sejumlah sektor ekonomi, namun untuk sektor properti terutama di segmen rumah tinggal, dinilai masih ada harapan pengembalian investasi yang bagus, karena bersifat jangka panjang.

Ida Ayu mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu ragu berinvestasi di sektor properti karena memiliki sifat jangka panjang."Investasi properti relatif stabil meski di tengah pandemi ini ada penurunan permintaan dan pendapatan," ujarnya.

Menurut dia, COVID-19 hanya bersifat temporer, sedangkan properti masih akan terus dibutuhkan seiring jumlah penduduk yang terus bertambah."Saya percaya daya beli masih akan tetap ada baik rumah tapak (landed house) maupun apartemen," ucapnya.

Dengan karakteristik yang bersifat jangka panjang, ia mengatakan masyarakat tidak perlu menunda untuk investasi di sektor properti. Namun Ida Ayu mengingatkan agar dalam berinvestasi properti tetap memperhatikan kebutuhan untuk jangka panjang.

Ia tidak mempermasalahkan membeli rumah di pinggiran kota, yang patut diperhatikan adalah dekat dengan fasilitas transportasi, pendidikan, dan kesehatan. Ia menambahkan jika memang harus tinggal di pusat kota disarankan untuk memilih apartemen."Baik landed house maupun apartemen yang penting harganya terjangkau," ucapnya.

Kemudian ia juga mengingatkan agar masyarakat yang mencari tempat tinggal pribadi untuk memperhatikan perusahaan pengembangnya atau developer."Developer BUMN seperti Perumnas terjamin, baik bangunan maupun lokasinya yang dekat dengan berbagai fasilitas," katanya.

Secara terpisah Direktur Keuangan Perum Perumnas Eko Yuliantoro mengatakan Perum Perumnas sebagai satu-satunya BUMN di sektor perumahan memiliki peran penting sebagai kepanjangtangan pemerintah dalam menyediakan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Perseroan memiliki 81 proyek aktif di seluruh Indonesia dengan rata-rata pembangunan sekitar 15.000 unit per tahun," paparnya.

Meski dibayangi COVID-19, ia mengatakan Perumnas tetap pada komitmennya untuk mendukung program pemerintah guna memenuhi penyediaan perumahan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Hal ini dapat terlihat dari tetap berjalannya progres pembangunan dari setiap proyek baik itu untuk kawasan rumah tapak, agar tetap berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan," katanya. Mohar/Ant

 

BERITA TERKAIT

Menelaah Dampak Wabah COVID-19 ke Sektor Properti Nasional

NERACA Jakarta - Siapa yang menyangka bahwa mahkluk berukuran kurang dari 100 nanometer (satu meter itu setara dengan satu miliar…

Apindo: 30 Juta Karyawan Properti Terancam PHK Karena Pandemi

NERACA Jakarta - Ketua Bidang Properti Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sanny Iskandar menyebut sekitar 30,34 juta karyawan yang bekerja di…

Pengembang Minta Pengusaha Tak Terpaku pada COVID-19 Saja

NERACA Jakarta - Pengusaha properti nasional meminta agar pelaku usaha di sektor ini tak hanya terpaku pada masalah COVID-19 saja,…

BERITA LAINNYA DI Hunian

Menelaah Dampak Wabah COVID-19 ke Sektor Properti Nasional

NERACA Jakarta - Siapa yang menyangka bahwa mahkluk berukuran kurang dari 100 nanometer (satu meter itu setara dengan satu miliar…

Apindo: 30 Juta Karyawan Properti Terancam PHK Karena Pandemi

NERACA Jakarta - Ketua Bidang Properti Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sanny Iskandar menyebut sekitar 30,34 juta karyawan yang bekerja di…

Pengembang Minta Pengusaha Tak Terpaku pada COVID-19 Saja

NERACA Jakarta - Pengusaha properti nasional meminta agar pelaku usaha di sektor ini tak hanya terpaku pada masalah COVID-19 saja,…