Express Trasindo Masih Merugi Rp 275,5 Miliar

NERACA

Jakarta –Persaingan bisins transportasi online masih menjadi tantangan bagi PT Express Trasindo Utama Tbk (TAXI). Performance kinerja keuangan perseroan sepanjang tahun 2019 masih negatif. Pasalnya, selain pendapatan terkoreksi juga membukukan rugi bersih yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk senilai Rp275,5 miliar atau jauh lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2018 senilai Rp836,37 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangannya di Jakarta, kemarin.

Sementara itu, rugi per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 2019 juga berkurang sebesar 84,57% dari Rp389,81 per saham pada 2018 menjadi Rp60,11 per saham pada 2019. Penurunan kerugian ini terjadi seiring dengan berkurangnya liabilitas TAXI baik secara jangka pendek maupun jangka panjang. Total liabilitas jangka pendek TAXI pada 2019 berada di angka Rp720,97 miliar, lebih rendah dibandingkan tahun 2018 senilai Rp1,6 triliun.

TAXI berhasil mengurangi liabilitas jangka pendek dengan melunasi penuh pinjaman berbentuk utang bank senilai Rp442,5 miliar. Selain itu, utang obligasi juga telah dibayarkan sebagian sehingga berkurang menjadi Rp578,94 miliar dari sebelumnya Rp1 triliun pada 2018. Selain itu, angka utang lain-lain dari pihak ketiga juga berkurang dari Rp33,09 miliar pada 2018 menjadi Rp21,32 miliar.

Adapun kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi atau capital expenditure (capex) juga melonjak sebesar 147% dari Rp13,27 miliar pada 2018 menjadi senilai Rp208,34 miliar pada 2019. Sementara itu, total liabilitas jangka panjang pada 2019 adalah sebesar Rp212,35 miliar , atau turun dari total pada 2018 sebesar Rp250,37 miliar. Secara keseluruhan, total liabilitas TAXI adalah senilai Rp933,32 miliar, atau turun 49,5% dari tahun 2018 sebesar Rp1,85 triliun.

Di sisi lain, pendapatan TAXI mengalami penurunan pada 2019 yaitu sebesar Rp134,25 miliar. Jumlah ini menurun 44,4% bila dibandingkan dengan pendapatan pada 2018 sebesar Rp241,66 miliar. Sebagai informasi, tahun ini perseroan bakal menjual 7000 unit armada. Dimana sebanyak 90% dari total armada yang dijual tersebut adalah jaminan kepada pihak perbankan sesuai perjanjian yang diputuskan pada Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO). Nantinya, hasil dari penjualan armada tersebut adalah Rp270 miliar angka minimum.

Kemudian dalam mengejar pertumbuhan bisnisnya, perseroan belum lama ini menggandeng mitra asal Jepang dengan mendatangkan 600 unit taksi baru. Direktur Utama Johannes B. E. Triatmojo pernah bilang bahwa pada saat ini perseroan sedang menggandeng perusahaan teknologi asal Jepang Global Mobility Service sebagai mitra.

Perseroan membentuk usaha joint venture untuk mengoperasikan taksi dengan nama NEXT dengan Express sebagai pengelola operasional layanan taksinya. Pada tahap awal, sebanyak 50 unit taksi sudah dioperasikan pada saat ini. Ke depannya, Johannes mengatakan bahwa perseroan akan berfokus sebagai pengelola layanan taksi dengan modal sumber daya dan pengalamannya dalam dunia transportasi taksi. Hal itu ditempuh perseroan sebagai salah satu strategi untuk menyiasati menyusutnya aset perseroan yang harus dijual sebagai anggunan pokok obligasi kepada pihak perbankan.

BERITA TERKAIT

Di tengah Ketidakpastian Pandemi - PP Properti Bagikan Dividen Rp 34,2 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT PP Properti Tbk (PPRO) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 10%.…

Dipicu Sektor Tambang dan Kimia - Laba Bersih Agregat Emiten 2019 Turun 2%

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 sangat terasa dampaknya terhadap kinerja keuangan emiten. Maka tidak heran, laporan kinerja perusahaan tercatat menjadi…

Pasar Modal Mulai Kondusif - OJK Menilai Kebijakan Membuahkan Hasil

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sejumlah kebijakan terkait pasar modal yang telah digulirkan sejak masa awal pandemi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Di tengah Ketidakpastian Pandemi - PP Properti Bagikan Dividen Rp 34,2 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT PP Properti Tbk (PPRO) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 10%.…

Dipicu Sektor Tambang dan Kimia - Laba Bersih Agregat Emiten 2019 Turun 2%

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 sangat terasa dampaknya terhadap kinerja keuangan emiten. Maka tidak heran, laporan kinerja perusahaan tercatat menjadi…

Pasar Modal Mulai Kondusif - OJK Menilai Kebijakan Membuahkan Hasil

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sejumlah kebijakan terkait pasar modal yang telah digulirkan sejak masa awal pandemi…