Penjualan Alat Berat UNTR Masih Terkoreksi

NERACA

Jakarta – Penjualan alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR) di awal tahun ini masih terkoreksi seiring dengan lesunya bisnis pertambangan. Perseroan dalam laporan penjualan yang dirilis di Jakarta,kemarin mencatatkan pada Februari 2020, penjualan alat berat Komatsu milik UNTR hanya 216 unit. Jumlah ini turun 13,9% dari penjualan bulan Januari 2020 yang mencapai 251 unit dan turun 41,9% dibanding penjualan per Februari 2019 yang mencapai 372 unit.

Dari 216 unit alat berat yang dijual, sekitar 41% atau 89 unit diantaranya merupakan penjualan ke sektor tambang dan sebanyak 26% atau 51 unit merupakan penjualan ke sektor kehutanan (foresty). Sementara sebanyak 24% atau 52 unit merupakan penjualan alat berat ke sektor konstruksi dan sisanya sebesar 9% merupakan penjualan ke sektor agribisnis.

Jika diakumulasikan, maka emiten anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini membukukan penjualan 467 unit alat berat Komatsu dalam dua bulan pertama tahun 2020. Realisasi ini juga turun 44,2% dari penjualan pada periode yang sama tahun lalu. Sebagai informasi, UNTR menargetkan dapat menjual sekitar 2.900 unit alat berat Komatsu di tahun ini. Target ini tergolong konservatif sebab jumlahnya sama dengan target penjualan pada 2019 lalu.

Adapun target ini dipasang dengan pertimbangan prospek industri pertambangan khususnya komoditas batubara yang masih stagnan dan diperkirakan sama seperti tahun lalu.  Investor Relations United Tractors, Ari Setiawan pernah bilang, target ini dipasang dengan pertimbangan prospek industri pertambangan khususnya komoditas batubara yang masih stagnan, sama seperti tahun lalu.

Di segmen bisnis emas, UNTR memangkas target penjualan emas dari tambang Martabe. Jika tahun lalu UNTR menargetkan menjual 400.000 ons emas, maka tahun ini UNTR menargetkan menjual 360.000 ons hingga 370.000 ons emas. Ari mengatakan, hal ini karena emas yang dikeruk pada tahun ini diambil pada lapisan yang lebih dalam. Biasanya, kandungan (grade) emasnya akan lebih rendah,

Sementara dari segmen konstruksi batubara oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA), entitas grup Astra ini menargetkan dapat memproduksi 130 juta ton batubara. “Produksi batubara PAMA sama dengan tahun lalu sekitar 130 juta ton,” kata Ari.

Analis Danareksa Sekuritas, Stefanus Darmagiri dalam risetnya mengatakan, penjualan alat berat Komatsu UNTR masih menghadapi rintangan yakni prospek harga batubara yang masih rendah serta adanya dampak dari pelarangan ekspor bijih nikel. Dirinya memprediksi, penjualan alat berat Komatsu pada tahun ini hanya sekitar 2.900 unit (-9,4% secara tahunan) dengan komposisi lebih sedikit alat berat berukuran besar dengan bauran produk sekitar 12,1% (bauran produk akhir 2019 sekitar 18,8%).

Namun, mengingat bahwa pemerintah terus menggenjot pengembangan proyek infrastruktur, akan mendorong penjualan alat berat Komatsu utamanya dari sektor konstruksi. “Kami berharap volume penjualan Komatsu yang solid ke sektor konstruksi dapat menahan penurunan penjualan yang terjadi di sektor pertambangan,” tulis Stefanus.

BERITA TERKAIT

Di tengah Ketidakpastian Pandemi - PP Properti Bagikan Dividen Rp 34,2 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT PP Properti Tbk (PPRO) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 10%.…

Dipicu Sektor Tambang dan Kimia - Laba Bersih Agregat Emiten 2019 Turun 2%

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 sangat terasa dampaknya terhadap kinerja keuangan emiten. Maka tidak heran, laporan kinerja perusahaan tercatat menjadi…

Pasar Modal Mulai Kondusif - OJK Menilai Kebijakan Membuahkan Hasil

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sejumlah kebijakan terkait pasar modal yang telah digulirkan sejak masa awal pandemi…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Di tengah Ketidakpastian Pandemi - PP Properti Bagikan Dividen Rp 34,2 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT PP Properti Tbk (PPRO) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 10%.…

Dipicu Sektor Tambang dan Kimia - Laba Bersih Agregat Emiten 2019 Turun 2%

NERACA Jakarta – Pandemi Covid-19 sangat terasa dampaknya terhadap kinerja keuangan emiten. Maka tidak heran, laporan kinerja perusahaan tercatat menjadi…

Pasar Modal Mulai Kondusif - OJK Menilai Kebijakan Membuahkan Hasil

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sejumlah kebijakan terkait pasar modal yang telah digulirkan sejak masa awal pandemi…