Peningkatan Pengetahuan Melalui Kegiatan Dosen Mengabdi IPB

Peningkatan Pengetahuan Melalui Kegiatan Dosen Mengabdi IPB

NERACA

Sukawening, Bogor - Pengetahuan merupakan salah satu modal utama untuk meraih kesuksesan. Ilmu pengetahuan sangat penting untuk dimiliki oleh setiap orang, dengan ilmu pengetahuan kita dapat menghadapi segala permasalahan yang ada. LPPM IPB University melalui kegiatan Dosen Mengabdi mengirimkan tiga dosen sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat desa lingkar kampus IPB khususnya Desa Sukawening. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu (30/11), di Kantor Desa Sukawening dengan jumlah peserta 48 orang. Uniknya peserta tidak hanya masyarakat Desa Sukawening, tetapi terdapa bebrapa peserta yang berasal dari luar Sukawening melainkan dari Jakarta ataupun Tangerang.

“Pengurus dan masyarakat Desa Sukawening mengucapkan terima kasih kepada LPPM IPB yang telah melaksanakan kegiatan Dosen Mengabdi di desa lingkar kampus salah satunya yaitu Desa Sukawening, dengan kegiatan tersebut masyarakat akan mendapat pengetahuan dan pembelajaran langsung dari dosen. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga dapat memberi manfaat baik untuk masyarakat ataupun untuk pihak penyelenggara yaitu IPB,” tutur Sabiludin, Sekretaris Desa Sukawening dalam sambutannya mengawali kegiatan.

Kegiatan hari itu dibagi menjadi tiga sesi, masing-masing sesi diisi oleh dosen yang berbeda. Sesi pertama dengan tema Perencanaan Tata Ruang Wilayah Pedesaan disampaikan oleh Setyardi Praktika Mulya S.P M.Si, selaku salah satu dosen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian. Dalam pemaparanya beliau menjelaskan mengenai potensi yang dimiliki Desa Sukawening, selain itu beliau memberikan contoh mengenai desa wisata Ponggok Kabupaten Klaten sebagai desa wisata yang saat ini cukup eksis dikalangan masyarakat pecinta wisata.“Dari segi tata ruang wilayahnya, Desa Sukawening sangat berpotensi menjadi salah satu desa wisata di Kabupaten Bogor. Sumberdaya fisik yang ada di sini dapat dikembangkan menjadi hal hal yang bernilai tinggi,” ungkapnya.

Menanggapi terkait potensi, Reksi selaku Ketua Bumdes Sukawening juga mengungkapkan bahwa sejauh ini tata ruang di Desa Sukawening sudah dipetakan berdasarkan empat dusun Sukawening. Dusun satu dipetakan untuk unit pelayanan masyarakat, dusun dua untuk UMKM salah satunya yaitu UMKM sepatu dan sendal yang saat ini sudah berjalan, dusun tiga yaitu untuk bidang pertanian dan dusun empat untuk bidang peternakan.

Di akhir sesi pertama, Setyardi menambahkan “Semua warga masyarakat pasti menginginkan desanya maju, salah satu upaya memajukan desa adalah usaha. Usaha bisa dilakukan oleh masing masing pihak, misal untuk unit UMKM harus lebih ditingkatkan lagi pemasaranya, unit pertanian dan peternakan cobalah untuk memulai mengembangkan produk turunan dari masing masing produk yang ada agar nilainya lebih stabil”.

Setelah selesai sesi pertama dan dilanjutkan dengan sesi kedua. Sesi kedua disampaikan oleh Ali Mutasowifin S.E M.Ak, yang merupakan salah satu dosen Manajamen Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Tema pemaparan beliau yaitu Edukasi Peminjaman Uang di Era Modern.

“Di era milenial seperti sekarang ini, masyarakat harus dibekali ilmu-ilmu pengetahuan salah satunya yaitu mengenai peminjaman online yang kini makin banyak keberadaanya di lingkungan masyarakat,” kata dia.

Dalam pemaparanya dia menjelaskan bahwa masyarakat Desa Sukawening tidak boleh tergiur dengan mudahnya mekanisme peminjaman uang baik secara online melalui aplikasi ataupun secara langsung ke bank keliling.

“Salah satu solusi menolak kehadiran bank keliling di lingkungan masyarakat yaitu pasang banner atau sepanduk yang bertuliskan bank keliling dilarang masuk,” tutur Euis salah satu peserta sosialisasi.

Nurita, peserta sosialisasi yang berasal dari desa lain juga menambahkan “Jika di RW saya, kami sepakat untuk meblokir nomor nomor yang biasa mengirim penawaran peminjaman uang, tidak hanya itu kami juga tak segan untuk membalas sms tersebut dengan kata kata yang kasar agar mereka jera dan tidak menghubungi masyarakat di RW saya lagi”.

Ibu ibu peserta sosialisasi sangat antusias mengikuti pemaparan Ali Mutasowifin, tidak hanya itu ibu-ibu tersebut juga berkeluh kesah dengan adanya pinjaman online yang menjerat salah satu keluarganya, menurutnya tidak hanya peminjam saja yang merasakan dampak buruk kegiatan tersebut namun keluarga dan tetangganya juga ikut merasakan dampak negatif peminjaman uang yang tidak sesuai dengan standar dan prosedur yang telah ditetapkan pemerintah.

Usai pemaparan dari Ali Mutasowifin, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dan pelatihan pembuatan biodesel dan sabun dari minyak jelantah yang disampaikan oleh Dr Ir Dyah Wulandani M.Si. Dosen Departemen Teknik Mesin dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian tersebut menjelaskan bahwa banyaknya minyak jelantah sisa kegiatan rumah tangga atau sisa usaha dari sebagian masyarakat tidak boleh dikonsumsi terus menerus dan juga tidak boleh langsung dibuang, karena dapat membahayakan lingkungan sebab sifatnya yang susah terurai.

“Saat ini minyak jelantah yang ada dapat diolah menjadi biodesel ataupun sabun, dengan pembutan produk dari limbah ini diharapkan bapak ibu dapat bertingkah bijak. Bukan hanya unutk diri sendiri tetapi untuk lingkungan juga,” tambahnya.

Dislan, Ketua RW 03 Desa Sukawening mengungkapkan “Adanya pelatihan semacam ini sangat bagus untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat khususnya ibu ibu yang biasa memasak, adanya kegiatan seperti ini menyadarkan ibu ibu bahwa penggunaan minyak jelantah untuk rumah tangga haruslah dibatasi agar suatu saat nanti tidak menimbulkan dampak negatif bagi orang rumah. Begitu juga dengan lingkungan, jangan sampai karena minyak jelantah lingkungan kita rusak”.

Di akhir kegiatan seperti biasa, ditutup dengan foto bersama dan penyerahan sertifikat pengabdian kepada masing-masing dosen. Mohar

 

 

 

BERITA TERKAIT

Untuk Menahan Inflasi Yang Tinggi, Sektor Ekonomi Harus Segera Dipulihkan - KABUPATEN KUNINGAN

NERACA Kuningan - Jika tidak mau terjadi tingginya inflasi maka sektor ekonomi harus segera dipulihkan paska Pandemi Covid-19, termasuk pemulihan…

Bantuan Produktif Usaha Mikro Rp2,4 Juta Mulai Dicairkan 17 Agustus 2020

NERACA Jakarta - Program bantuan produktif untuk usaha mikro yang diberikan sebesar Rp2,4 juta kepada pelaku usaha mikro disebut siap…

Kalak BPBD : Bencana Longsor Paling Banyak Terjadi - Sampai dengan Juli, Terjadi 116 Kejadian Bencana di Kota Sukabumi

NERACA Sukabumi - Bencana tanah longsor paling banyak terjadi di Kota Sukabumi, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Untuk Menahan Inflasi Yang Tinggi, Sektor Ekonomi Harus Segera Dipulihkan - KABUPATEN KUNINGAN

NERACA Kuningan - Jika tidak mau terjadi tingginya inflasi maka sektor ekonomi harus segera dipulihkan paska Pandemi Covid-19, termasuk pemulihan…

Bantuan Produktif Usaha Mikro Rp2,4 Juta Mulai Dicairkan 17 Agustus 2020

NERACA Jakarta - Program bantuan produktif untuk usaha mikro yang diberikan sebesar Rp2,4 juta kepada pelaku usaha mikro disebut siap…

Kalak BPBD : Bencana Longsor Paling Banyak Terjadi - Sampai dengan Juli, Terjadi 116 Kejadian Bencana di Kota Sukabumi

NERACA Sukabumi - Bencana tanah longsor paling banyak terjadi di Kota Sukabumi, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)…