39 Warga Lebak Bekerja di Negara ASEAN

39 Warga Lebak Bekerja di Negara ASEAN  

NERACA

Lebak - Sebanyak 39 warga Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, tahun 2019 bekerja di sejumlah negara Asean berdasarkan rekomendasi dari perusahaan bersangkutan.

"Semua pekerja itu kebanyakan kaum perempuan," kata Kepala Seksi Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lebak Yuningsih di Lebak, Kamis (17/10).

Masyarakat Kabupaten Lebak bekerja ke luar negeri sejak empat tahun terakhir semakin berkurang akibat adanya "moratorium" penempatan tenaga kerja dengan pemerintah Arab Saudi. Biasanya, pencari kerja ke luar negeri hingga ribuan orang, namun saat ini jumlah pencari kerja ke luar negeri semakin menurun.

"Tahun 2019 kami mencatat 39 orang bekerja ke sejumlah negara Asean, seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam," kata dia.

Menurut dia, mereka mengadu nasib di negara tetangga itu bekerja sebagai asisten rumah tangga dan pabrik kawasan industri dengan pendidikan mulai SD sampai SMA.

Para TKI asal Kabupaten Lebak lebih memilih bekerja ke sejumlah negara Asean dengan alasan tidak jauh kebudayaan mereka dengan Indonesia baik bahasa maupun keyakinan mereka penganut agama Islam.

Selain itu, gaji standar di negara tersebut cukup tinggi mencapai Rp7,5 sampai Rp10 juta juta per bulan."Kami terus melakukan pemantauan dan pengawasan serta melindungi para pekerja itu agar tidak menjadi korban kekerasan," kata dia.

Ia mengimbau para calon tenaga kerja ke luar negeri harus melalui perusahaan yang legal dan resmi guna menghindari penipuan maupun kejahatan. Disamping itu juga mereka harus tercatat di kantor desa, kecamatan dan pemerintah daerah setempat, sebab jika mereka tercatat tentu manfaatnya cukup besar karena mendapat pengawasan dan pemantauan pemerintah.

"Kami berharap para pekerja ke luar negeri itu dapat memiliki kompetensi ketrampilan sehingga tidak menimbulkan masalah," ujar dia menjelaskan.

Aminah (20), salah seorang warga Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak, mengaku dirinya akan berangkat bekerja ke Singapura sebagai asisten rumah tangga. Ia mengaku saat ini tengah mempersiapkan persyaratan administrasi dengan mendatangi kantor Disnaker Lebak."Kami bekerja ke luar negeri itu untuk mengubah kehidupan yang lebih baik," ujar dia.

Ia mengaku bahwa dirinya berangkat ke luar negeri melalui perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) yang berkantor di Jakarta. Ant

 

 

BERITA TERKAIT

Bakrie Amanah Siapkan Program Ketahanan Pangan dan Sosial

Jakarta-Masyarakat yang adil dan makmur adalah tujuan pembangunan nasional. Dalam tatanan praktis (operasional), kemandirian dan kesejahteraan menjadi indikator masyarakat yang…

Beberapa Pembangunan Masih Tetap Berjalan Ditengah Covid-19 - KOTA SUKABUMI

NERACA Sukabumi - Berbagai kegiatan pembangunan yang bersumber dari Pemerintah Pusat ataupun Provinsi sebagian masih tetap bisa berjalan. Khususnya untuk…

Pelaku UMKM Mulai Merasakan Nikmatnya Program PEN

NERACA Jakarta - Dampak pandemi Covid-19 memang begitu dahsyat menerpa hampir seluruh pelaku UMKM di Indonesia."Pendapatan warung kelontong milik saya…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Bakrie Amanah Siapkan Program Ketahanan Pangan dan Sosial

Jakarta-Masyarakat yang adil dan makmur adalah tujuan pembangunan nasional. Dalam tatanan praktis (operasional), kemandirian dan kesejahteraan menjadi indikator masyarakat yang…

Beberapa Pembangunan Masih Tetap Berjalan Ditengah Covid-19 - KOTA SUKABUMI

NERACA Sukabumi - Berbagai kegiatan pembangunan yang bersumber dari Pemerintah Pusat ataupun Provinsi sebagian masih tetap bisa berjalan. Khususnya untuk…

Pelaku UMKM Mulai Merasakan Nikmatnya Program PEN

NERACA Jakarta - Dampak pandemi Covid-19 memang begitu dahsyat menerpa hampir seluruh pelaku UMKM di Indonesia."Pendapatan warung kelontong milik saya…