Kantungi Pinjaman BCA Rp 624 Miliar - Dharma Satya Terus Perluas Pembangunan Pabrik

NERACA

Jakarta – Musim kemarau yang berkepanjangan, ditambah kondisi harga komoditas yang masih lesu tidak menyurutkan recana PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) untuk terus mamacu kapasitas produksi. Apalagi, belum lama ini emiten perkebunan ini mendapatkan dana segar pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp624 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, pinjaman tersebut dengan tenor maksimal 10 tahun. Rencananya, dana hasil pinjaman akan digunakan untuk berinvestasi pada perseroan dan anak perusahaan. Selain itu, dana pinjaman akan dipakai untuk menambah kapasitas operasional salah satu pabrik di Kalimantan Timur. Setidaknya, terdapat dua pabrik pengolahan kelapa sawit di Bima Palma dengan masing-masing kapasitas 30 ton per jam. Salah satu dari pabrik tersebut akan dinaikkan menjadi 60 ton per jam. Dengan begitu total pengolahan yang diincar oleh perseroan mencapai 570 ton per jam.

Selain itu, manajemen mengungkapkan bila pinjaman akan berdampak terhdap kegiatan operasioanal. Pasalnya, emiten perkebunan tersebut dapat menunjang pembiayaan untuk pengembangan usaha perseroan. Pinjaman tersebut juga menambah ketersediaan dana dan mendukung kelangsungan usaha perseroan.

Belum lama ini, perseroan menambah kapasitas produksi bakal berjalan mulus seiring dengan rampungnya pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) ke-10 di Kalimantan Barat (Kalbar). Senior Region Head Area II DSNG, Mukhlis Amiruddin pernah mengatakan, PKS itu merupakan PKS pertama di Kalimantan Barat. Pasalnya, 8 PKS DSNG berada di Kalimantan Timur dan 1 PKS di Kalimantan Tengah. Selain itu, lanjutnya, perseroan juga memiliki 1 kernel crushing plant dengan kapasitas 300 ton per hari. “Saat ini kami juga sedang mengembangkan kapasitas satu PKS lainnya di Kalimantan Timur dari 30 ton per jam menjadi 60 ton per jam,"ujarnya.

Mukhlis menambahkan, PKS anyar itu menandai keberadaan DSNG di Kabupaten Sekadau sebagai perusahaan kelapa sawit yang terus berkembang dan tumbuh bersama masyarakat. PKS ini, tambahnya, mampu menampung seluruh TBS dari kebun inti DSNG dan juga dari masyarakat sekitar.

Sebagai informasi, saat ini perseroan memiliki kapasitas pengolahan sampai 540 ton per jam. Adapun pabrik baru di Kalimantan Barat memiliki kapasitas mencapai 30 ton per jam. Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 700 miliar atau sama dengan tahun lalu. Rencananya dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan bio-CNG, perluasan kapasitas pabrik kelapa sawit, dan rencana penanaman baru.

Saat ini, segmen usaha kelapa sawit menjadi kontributor terbesar atas pendapatan DSNG, yakni 82% atau sebesar Rp 1,13 triliun per kuartal I-2019. Angka ini naik 52% dibandingkan dari periode sama tahun sebelumnya. Sementara itu, segmen usaha produk kayu menyumbang sisanya. Pada kuartal-I 2019, DSNG mencatat peningkatan penjualan produk kayu sebesar 9% menjadi Rp 242 miliar. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan volume penjualan produk panel sebesar 17% seiring dengan naiknya harga rata-rata produk panel sebesar 8%.  

BERITA TERKAIT

Bidik Potensi Pasar UMKM - EPAC Kembangkan Teknologi Digital Packaging

NERACA Jakarta – Resmi menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) di tengah pandemi Covid-19, tidak menyurutkan ekspansi bisnis…

Penjualan Obat Tumbuh 28,97% - Phapros Masih Derita Rugi Rp 13,08 Miliar

NERACA Jakarta – Bisnis farmasi milik PT Phapros Tbk (PEHA) di kuartal pertama 2020 masih positif. Dimana anak usaha dari…

Penjualan Lesu Imbas Corona - Matahari Departement Merugi Rp 93,95 Miliar

NERACA Jakarta –Pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap bisnis ritel, termasuk PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) yang terkoreksi pencapaian kinerjanya…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Bidik Potensi Pasar UMKM - EPAC Kembangkan Teknologi Digital Packaging

NERACA Jakarta – Resmi menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) di tengah pandemi Covid-19, tidak menyurutkan ekspansi bisnis…

Penjualan Obat Tumbuh 28,97% - Phapros Masih Derita Rugi Rp 13,08 Miliar

NERACA Jakarta – Bisnis farmasi milik PT Phapros Tbk (PEHA) di kuartal pertama 2020 masih positif. Dimana anak usaha dari…

Penjualan Lesu Imbas Corona - Matahari Departement Merugi Rp 93,95 Miliar

NERACA Jakarta –Pandemi Covid-19 memberikan dampak terhadap bisnis ritel, termasuk PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) yang terkoreksi pencapaian kinerjanya…