Pemerintah Pusat dan Daerah Sepakat untuk Menata Pulau Komodo

Kabar gembira buat dunia wisata, karena  Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara timur (NTT) tidak jadi ditutup saat ini dan juga per januari 2020, selain itu  juga tidak akan ada direlokasi penduduk  melainkan  kawasan wisata tingkat dunia ini akan ditata bersama

“Yang akan dilakukan ialah penataan  dalam kewenangan konkuren,  bersama antara pemerintah/KLHK dan Pemda NTT.  Tujuan nya untuk : kepastian usaha, livelihood masyarakat, konservasi satwa komodo, world class wisata  serta investasi,” ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya.

Siti Nurbaya mengungkapkan hal itu  usai rapat kordinasi (Rakor)  tingkat menteri dan gubernur  yang  dipimpin Menkomaritim, Luhut Binsar Pandjaitan, Senin (29/9). Rakor   dihadiri  Menpar Arief Yahya, Menteri LHK Siti Nurbaya dan Gubernur  NTT, Victor B Laiskodat.

Rakor juga membahas berbagai kekurangan dalam hal sarana dan prasarana yang menjadi perhatian  untuk pengembangan seperti kapasitas  ranger,  sarana patroli,  guide tour terlatih, amenities toilet, dermaga dan lain-lain. Semua membutuhkan peningkatan dan penyempurnaan untuk  standard wisata internasional.

Lebih lanjut dikemukakan Siti Nurbaya, kewenangan bersama itu akan mencakup pada pembenahan  spot-spot wisata,  dukungan manajemen, promosi, guide, ranger, patroli dan floating ranger station serta pusat riset komodo.   Paralel dengan itu investasi  juga dapat dilakukan pada kawasan  ini sesuai aturan dalam kerja sama pengelola dengan BUMD dan swasta atau melalui perijinan swasta dan pengembangan wisata khusus konservasi dan wild adventures.

Menteri LHK  menegaskan,  kawasan wisata Pulau Komodo lebih baik ditata bersama dalam kewenagan bersama konkuren; dan tidak akan ada relokasi penduduk.   Terkait kerangka waktu, Siti Nurbaya menegaskan akan segera menetapkan keputusan untuk kokurensi  dan beberapa hal sudah ada yang bisa dilaksanakan hingga  akhir tahun ini dan tahun depan.

Identifikasi Masalah

Menteri LHK  Siti Nurbaya lebih lanjut menjelaskan bahwa  dari hasil kerja Tim Terpadu  telah  dilakukan identifikasi kompleksitas permasalahan di wilayah Taman Nasional Komodo penyandang  Wolrd Heritage Site tahun 1991 dan sebelumnya tahun 1977 ditetapkan sebagai cagar biosfir  dunia.

Beberapa masalah tersebut  meliputi persoalan distribusi pengembangan paket wisata special interests, mass tourism dan atraksi wisata yang bisa dieksplorasi seperti  nite-safari,  satwa kakak tua jambul kuning dan lain-lain disamping diving, snorkeling dan tracking.

Menurut Siti Nurbaya, dibahas juga untuk pengaturan regulasi ticketting dan pajak serta retribusi dan  integrasi pembiayaan atau biaya-biaya yang dipungut dari wisatawan  agar menjadi terpadu dan jelas, baik di Labuan Bajo maupun di Kawasan Taman Nasional Komodo.

Mengenai satwa Komodo ungkap Siti Nurbaya,  juga dibahas dimana secara resmi ditemukan tahun 1910  dan setelah itu terdapat beberapa penelitian di tahun 1912, 1923-1927 dan 2002- 2019 sekarang dijumpai  adanya komodo sepanjang 3,11 meter dan juga 2,5 -2,9 meter.  Jumlah populasi komodo  di kawasan Taman Nasional Komodo sebanyak 2.897 ekor dan terbanyak di P. Komodo 1.727 ekor, lalu di P Rinca 1.049 ekor di P. Rinca. Ada juga sekitar 50-60ekor di p Gili Motang dan Nusa Kode.

Wilayah pengembangan di P Komodo untuk kegiatan tercatat seluas 400 Ha dari keseluruhan wilayah satu Pulau Komodo yaitu 31.000 Ha.  Terdapat  pula di kawasan ini adanya desa pemukiman sejak tahun 1926  seluas 17 Ha yang dihuni oleh 507 KK. Terhadap kawasan pemukiman akan dilakukan penataan, tapi bukan relokasi atau re-settlement.

 

BERITA TERKAIT

Museum Sejarah Islam Termegah di Dunia

Rencana pembangunan Museum Rasulullah merupakan keputusan dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud kepada Dewan Masjid Indonesia (DMI). Indonesia…

Tips Sebelum Wisata Belanja di Makkah

Bisa beribadah sembari wisata sejarah dan religi di Makkah alias Mekah, Arab Saudi, merupakan impian setiap umat muslim di dunia.…

Geliat Pariwisata Dunia Diprediksi Mulai Bangkit Bulan Juli

Jumlah kunjungan wisatawan di dunia bisa turun 60 hingga 80 persen pada tahun 2020 akibat pandemi virus corona, kata Organisasi…

BERITA LAINNYA DI Wisata Indonesia

Museum Sejarah Islam Termegah di Dunia

Rencana pembangunan Museum Rasulullah merupakan keputusan dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud kepada Dewan Masjid Indonesia (DMI). Indonesia…

Tips Sebelum Wisata Belanja di Makkah

Bisa beribadah sembari wisata sejarah dan religi di Makkah alias Mekah, Arab Saudi, merupakan impian setiap umat muslim di dunia.…

Geliat Pariwisata Dunia Diprediksi Mulai Bangkit Bulan Juli

Jumlah kunjungan wisatawan di dunia bisa turun 60 hingga 80 persen pada tahun 2020 akibat pandemi virus corona, kata Organisasi…