Pemerintah Serap Dana Rp7 Triliun dari Lelang Sukuk

 

 

NERACA

 

Jakarta - Pemerintah serap dana Rp7 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp21,81 triliun. Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Selasa (3/9), menyebutkan hasil lelang sukuk ini memenuhi target indikatif yang ditentukan sebelumnya.

Jumlah yang dimenangkan untuk seri SPNS04032020 mencapai Rp1 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,04625 persen dan imbalan secara diskonto. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 4 Maret 2020 sebesar Rp9,8 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 6,03125 persen dan tertinggi 6,5 persen.

Jumlah dimenangkan untuk seri PBS014 sebesar Rp2,6 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,6251 persen dan tingkat imbalan 6,5 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Mei 2021 ini mencapai Rp5,73 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,53125 persen dan tertinggi 6,875 persen.

Untuk seri PBS019, jumlah dimenangkan mencapai Rp3,05 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,99953 persen dan tingkat imbalan 8,25 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 September 2023 ini mencapai Rp3,99 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 6,875 persen dan tertinggi 7,125 persen.

Untuk seri PBS022, jumlah dimenangkan mencapai Rp0,3 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,11828 persen dan tingkat imbalan 8,625 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 April 2034 ini mencapai Rp0,54 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 8,03125 persen dan tertinggi 8,40625 persen.

Untuk seri PBS015, jumlah dimenangkan mencapai Rp0,05 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,26339 persen dan tingkat imbalan 8,0 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Juli 2047 ini mencapai Rp0,81 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 8,25 persen dan tertinggi 8,6875 persen. Pemerintah tidak memenangkan lelang seri PBS021 meski penawaran masuk untuk seri ini mencapai Rp0,84 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,5 persen dan tertinggi 7,65625 persen.

BERITA TERKAIT

Pandemi Ubah Cara Mengelola Keuangan Digital Savvy

NERACA Jakarta - Jenius, solusi life finance untuk masyarakat melek digital (digital savvy) dari Bank BTPN, meluncurkan program #LakukanDenganCaramu. Melalui…

CLFI Berencana Percepat Transisi Energi untuk Indonesia

  NERACA Jakarta - Climate Finance Leadership Initiative (CLFI), sebuah organisasi yang didirikan dan diketuai oleh Utusan Khusus PBB untuk…

Unrealized Loss Disebut Merugikan Negara, Investor Saham BUMN Bakal Kabur

  NERACA Jakarta – Dalam beberapa hari terakhir, ramai diperbincangkan kasus unrealized loss investasi saham yang dialami PT Asuransi Jiwasraya…

BERITA LAINNYA DI Jasa Keuangan

Pandemi Ubah Cara Mengelola Keuangan Digital Savvy

NERACA Jakarta - Jenius, solusi life finance untuk masyarakat melek digital (digital savvy) dari Bank BTPN, meluncurkan program #LakukanDenganCaramu. Melalui…

CLFI Berencana Percepat Transisi Energi untuk Indonesia

  NERACA Jakarta - Climate Finance Leadership Initiative (CLFI), sebuah organisasi yang didirikan dan diketuai oleh Utusan Khusus PBB untuk…

Unrealized Loss Disebut Merugikan Negara, Investor Saham BUMN Bakal Kabur

  NERACA Jakarta – Dalam beberapa hari terakhir, ramai diperbincangkan kasus unrealized loss investasi saham yang dialami PT Asuransi Jiwasraya…