BI Belum Terima Izin Layanan WhatsApp Payment

 

 

NERACA

 

Jakarta - WhatsApp yang berada di bawah naungan perusahaan aplikasi media sosial Facebook dikabarkan membidik pasar Indonesia untuk meluncurkan produk sistem pembayaran WhatsApp Payment yang sebelumnya diperkenalkan di India.

 

Bank Indonesia (BI) mengaku hingga saat ini belum menerima permohonan izin ataupun audiensi dari perusahaan layanan percakapan instan terkemuka dunia, Whatsapp, yang dikabarkan ingin memperluas layanan dengan produk pembayaran elektronik ke Tanah Air. "'Whatsapp Payment' belum ada audiensi terkait perizinan," kata Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta, seperti dikutip Antara, kemarin.

 

'Whatsapp Payment' merupakan fitur dalam layanan Whatsapp yang sudah diperkenalkan di pasar India. Whatsapp dikabarkan menyasar Indonesia sebagai negara kedua untuk meluncurkan produk pembayaran "Whatsapp Payment" yang akan bekerja sama dengan dompet digital. Filianingsih menekankan jika Whatsapp ingin meluncurkan produknya di sistem pembayaran di Tanah Air, maka harus mematuhi semua ketentuan yang meyangkut ketentuan Pemrosesan Transaksi Pembayaran (PTP) seperti tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia No. 18/40/PBI/2016 tentang Pemrosesan Sistem Pembayaran.

 

Jika intensi Whatsapp ingin menjadi Perusahaan Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) di Indonesia, maka harus berbadan hukum dan meminta izin dari BI sebagai otoritas resmi sistem pembayaran. Selain PBI PTP tersebut, terdapat beberapa ketentuan menyangkut bisnis sistem pembayaran di Indonesia, seperti halnya Peraturan Bank Indonesia Nomor 19/8/PBI/2017 tentang Gerbang Pembayaran Nasional dan PBI Nomor 20/06/PBI/2018 tentang Uang Elektronik.

 

Hingga saat ini, Fili menekankan belum mendapat pemberitahuan secara resmi terkait rencana Whatsapp untuk mengeluarkan produk sistem pembayaran di Indonesia. Seperti dilaporkan Kantor Berita Reuters, WhatsApp dikabarkan bakal menyediakan layanan pembayaran di Indonesia. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS) itu pun sedang dalam pembicaraan lanjutan dengan tiga PJSP ternama di Indonesia, seperti GoPay, OVO, dan DANA.

 

Sumber yang dikutip Reuters dalam informasi itu juga menyebutkan Whatsapp, perusahaan yang di bawah naungan Facebook itu sedang berdiskusi dan kesepakatan dengan ketiga PJSP Indonesia bisa menemui titik temu dalam waktu dekat. Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menekankan hingga saat ini belum ada kesepakatan kerja sama produk sistem pembayaran dengan aplikasi percakapan instan terkemuka asal Amerika Serikat, WhatsApp. "Sementara ini baru ada kerja sama untuk pengiriman informasi saja," kata Direktur Teknologi Informasi dan Operasi Bank Mandiri Rico Usthavia Frans. Namun, Rico Frans mengatakan "Kami baru menggunakan Whatsapp sebagai jaringan komunikasi kepada nasabah saja". Katanya.

 

Kelak, pengguna WhatsApp akan bisa mengirimkan uang langsung dari aplikasi berbagi pesan milik Facebook ini. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh manajemen WhatsApp. Untuk tahap awal WhatsApp akan diluncurkan di India. WhatsApp Global Head Will Cathcart mengatakan WhatsApp akan meluncurkan layanan alat pembayaran ini kepada pengguna di seluruh India tahun ini.

 

WhatsApp melakukan uji coba WhatsApp Payment sejak tahun lalu pada satu juta pengguna. Ada 400 juta lebih pengguna WhatsApp di India. WhatsApp juga sedang mencoba untuk meluncurkannya di negara lain. Will Cathcart mengatakan visi perusahaan adalah membuat pengiriman uang semudah mengirim pesan pada platform.

 

"Kami percaya jika kami melakukan ini dengan benar, hal itu akan mempercepat inklusi keuangan dan membawa nilai bagi orang-orang di ekonomi digital India yang berkembang pesat. Kami tidak sabar untuk memberikan layanan lebih ini pada pengguna kami di seluruh India akhir tahun ini," ujar Will Cathcart seperti dikutip CNBC Indonesia. WhatsApp akhirnya memberanikan diri untuk meluncurkan layanan pembayaran ini setelah tahun lalu membangun data center di India, sesuai dengan kebijakan bank sentral India, Reserve Bank of India.

 

BERITA TERKAIT

Laba Bersih Amar Bank Melonjak 400%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Amar Indonesia Tbk mencatatkan performa keuangan yang sangat baik di tahun 2019 dengan…

Grab Restrukturisasi Kredit untuk Mitra Pengemudi

    NERACA   Jakarta - Grab Indonesia melanjutkan langkah-langkah relaksasi keuangan dalam bentuk restrukturisasi kredit dan penundaan biaya rental…

Diperbarui, Tokocrypto 2.0 Didukung Binance Cloud

    NERACA   Jakarta - Pedagang aset kripto teregulasi di Indonesia, Tokocrypto akan menghadirkan Tokocrypto 2.0 dengan sistem yang…

BERITA LAINNYA DI Jasa Keuangan

Laba Bersih Amar Bank Melonjak 400%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Amar Indonesia Tbk mencatatkan performa keuangan yang sangat baik di tahun 2019 dengan…

Grab Restrukturisasi Kredit untuk Mitra Pengemudi

    NERACA   Jakarta - Grab Indonesia melanjutkan langkah-langkah relaksasi keuangan dalam bentuk restrukturisasi kredit dan penundaan biaya rental…

Diperbarui, Tokocrypto 2.0 Didukung Binance Cloud

    NERACA   Jakarta - Pedagang aset kripto teregulasi di Indonesia, Tokocrypto akan menghadirkan Tokocrypto 2.0 dengan sistem yang…