PNM Babel Siapkan Program "Mekaar"

PNM Babel Siapkan Program "Mekaar"

NERACA

Pangkalpinang - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Cabang Bangka Belitung (Babel) menyiapkan program "Mekaar" atau membina ekonomi keluarga sejahtera untuk membantu peningkatan ekonomi masyarakat di provinsi itu.

Pemimpin Cabang PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Babel Daniel Estomickhi Silitonga mengatakan program Mekaar dimaksudkan untuk membina ibu-ibu dan keluarga prasejahtera dengan cara memberikan pinjaman modal udaha. Namun, program Mekaar tersebut tidak hanya berupa pinjaman modal, namun juga disertai dengan pelatihan dan pendampingan dari petugas PNM.

Dengan demikian, masyarakat yang mendapatkan pinjaman dapat menggunakan modal tersebut dengan baik, terutama dalam memberikan manfaat ekonomi bagi yang bersangkutan. Pinjaman modal melalui program Mekaar bukan hanya bagi masyarakat yang telah memiliki usaha sendiri, namun juga ditujukan untuk masyarakat yang belum memiliki usaha.

"Jadi, masyarakat yang belum punya usaha juga bisa. Peminjaman modal ini bisa ditujukan bagi yang ingin membuka usaha baru," kata dia di Pangkalping, Rabu (12/6).

Menurut Daniel, persyaratan dalam pemberian modal usaha melalui program Mekaar tersebut tidak sulit karena hanya membutuhkan identitas yang jelas. Namun pemberian pinjaman modal tersebut harus bersifat kelompok, sedangkan modalnya diberikan untuk seluruh anggota kelompok.

Sebagai langkah awal untuk membuka usaha mikro, PNM akan memberikan pinjaman sebesar Rp2 juta untuk setiap anggota kelompok."Kalau sudah lunas, (pinjmannya) bisa 'top up' atau penambahan," ujar dia.

Pembayaran pinjaman tersebut dilakukan per dua pekan dengan konsep tanggung renteng yakni keikutsertaan anggota dalam membantu jika ada anggota kelompok yang tidak mampu membayar."Jadi, ini akan membentuk kekompakan dan rasa tanggug jawab untuk saling mendukung antar anggota kelompok," ujar Daniel.

Untuk menyukseskan program tersebut, PNM akan menurunkan petugas "account officer" (AO) ke lapangan guna menyosialisasikan program peminjaman modal usaha itu ke desa-desa. Jika setelah disosialisasikan ada masyarakat yang tertarik untuk meminjam modal usaha, masyarakat dipersilahkan untuk membentuk kelompok guna mendapatkan pinjaman tersebut. Setelah disetujui dan mendapatkan pinjaman, anggota kelompok tersebut akan dibeikan pendampingan dan pelatihan guna menjalankan usaha yang akan digeluti.

Dalam catatan PNM babel, program Mekaar tersebut telah berjalan sukses di provinsi lain dan nasabahnya sudah mencapai 4,7 juta jiwa lebih."Di Babel akan segera diluncurkan dan akan disosialisasikan dalam waktu dekat," kata Daniel. Ant

 

BERITA TERKAIT

SCG Bagikan Ratusan Sembako dan Masker Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19

NERACA Sukabumi - Berbagai bentuk untuk memutus rantai penyebaran dan kepedulian terhadap dampak covid-19 terus digalakan oleh Siam Cement Group.…

Pansus Targetkan Pembahasan LKPJ Walikota dan Wakil Walikota Tuntas Pertengahan Juni - Wakil Ketua Pansus: Tidak Terlambat Dalam Perjalanan Pembahasan LPKJ Tersebut

NERACA Sukabumi - Wakil Ketua Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi tahun anggaran 2019 Deden Solehudin…

Lentera Anak Ajak Masyarakat Kritisi Cara Baru Industri Rokok Memasarkan Rokok dengan Strategi Manipulatif

NERACA   Jakarta – Jumlah perokok anak di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2018, berdasarkan Riset…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

SCG Bagikan Ratusan Sembako dan Masker Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19

NERACA Sukabumi - Berbagai bentuk untuk memutus rantai penyebaran dan kepedulian terhadap dampak covid-19 terus digalakan oleh Siam Cement Group.…

Pansus Targetkan Pembahasan LKPJ Walikota dan Wakil Walikota Tuntas Pertengahan Juni - Wakil Ketua Pansus: Tidak Terlambat Dalam Perjalanan Pembahasan LPKJ Tersebut

NERACA Sukabumi - Wakil Ketua Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi tahun anggaran 2019 Deden Solehudin…

Lentera Anak Ajak Masyarakat Kritisi Cara Baru Industri Rokok Memasarkan Rokok dengan Strategi Manipulatif

NERACA   Jakarta – Jumlah perokok anak di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2018, berdasarkan Riset…