Green Index Direspon Positif Pelaku Pasar

NERACA

Jakarta – Sebagai bentuk dukungan dan kepedulian pada lingkungan, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerjasama dengan Yayasan Keaneka Ragaman Hayati Indonesia (Kehati) tahun ini akan meluncurkan indeks hijau (green index). Nantinya indeks ini akan mengarah ke konsep perusahaan yang ramah lingkungan.

Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi pernah bilang, konstituen indeks hijau akan dipilih berdasarkan kriteria Enviromental Social Governance (ESG). Kriteria ini mempertimbangkan bagaimana kinerja sebuah perusahaan dapat bersinergi dengan alam. Rencana inipun mendapatkan respon positif dari pelaku pasar yang diyakini bakal menjadi acuan investor dalam berinvestasi sambil peduli pada lingkungan.

Head of Investment Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana menuturkan, dibuatnya indeks ini akan menarik jadi acuan portofolio. Disampaikannya, sudah ada beberapa reksadana yang menggunakan Sri Kehati sebagai indeks acuannya. “Untuk investor dalam negeri Sri Kehati menarik karena kinerjanya yang beat the index. Adapun konstituen Sri Kehati dengan kapitalisasi terbesar di IHSG ada di Sri Kehati kecuali emiten rokok,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Menurut Wawan, dengan memberikan label ke saham-saham yang memenuhi standar ESG akan memberikan acuan alternatif bagi investor. Sebab "Green Company" umumnya adalah perusahaan yang sudah establish dan stabil sehingga membuat kinerjanya relatif baik. Hal senada juga disampaikan analis Ayers Asia Asset Management, Ivan H. Likumahuwa bahwa performa indeks hijau seperti Sri Kehati masih oke dan menarik. “Apalagi jika dibandingkan dengan IHSG, indeks green relatif lebih menarik,” jelasnya.

Ivan bilang saat ini masyarakat Indonesia sudah mulai selektif memilih emiten yang berbasis green. Hal ini terlihat dari kesadaran akan lingkungan membaik dibandingkan 5 tahun-10 tahun yang lalu. Asal tahu saja, saat ini negara maju seperti Eropa dan Amerika Serikat (AS) mulai selektif dan peduli terhadap green investment. Melihat pertumbuhan green investment di Indonesia yang juga baik, BEI akan memberi opsi alternatif investasi yang lebih peduli terhadap lingkungan. Indeks ini akan menjadi langkah pertama BEI dalam memberikan label green pada emiten yang memenuhi standar ESG.

Konstituen yang mengisi green index akan dipilih oleh BEI dan komite khusus dari yayasan Kehati yang terdiri dari akademisi, pemerhati lingkungan, dan pihak lainnya. Kontribusi BEI adalah menyaring konstituen yang dinilai dari fundamental dan likuiditas perusahaan. Komite khusus dari Yayasan Kehati akan menyaring lebih lanjut sesuai dengan standar ESG. Diharapkan setelah diluncurkannya indeks ini, BEI bersama yayasan kehati atau lembaga sertifikasi green bersama Kehati menjadi tenaga yang menetapkan efek green.

BERITA TERKAIT

Aneka Gas Bukukan Pendapatan Rp 1,03 Triliun

NERACA Jakarta – Kendati tren permintaan gas bagi para pelaku usaha terus tumbuh, namun hal tersebut tidak mempengaruhi pencapaian kinerja…

WSKT Catatkan Kontrak Baru Rp 8,13 Triliun

NERACA Jakarta –Meski tengah diterpa dampak dari pandemi Covid-19, namun PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) masih memperoleh kontrak baru.…

Penjualan Inocyle Techno Turun Tipis 0,72%

NERACA Jakarta – Semester pertama 2020, PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) mencatatkan penjualan bersih senilai Rp235,2 miliar atau turun…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Aneka Gas Bukukan Pendapatan Rp 1,03 Triliun

NERACA Jakarta – Kendati tren permintaan gas bagi para pelaku usaha terus tumbuh, namun hal tersebut tidak mempengaruhi pencapaian kinerja…

WSKT Catatkan Kontrak Baru Rp 8,13 Triliun

NERACA Jakarta –Meski tengah diterpa dampak dari pandemi Covid-19, namun PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) masih memperoleh kontrak baru.…

Penjualan Inocyle Techno Turun Tipis 0,72%

NERACA Jakarta – Semester pertama 2020, PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) mencatatkan penjualan bersih senilai Rp235,2 miliar atau turun…