Penjualan Panca Budi Idaman Tumbuh 20%

NERACA

Jakarta - PT Panca Budi Idaman Tbk (PBIB) mencetak pertumbuhan penjualan lebih dari 20% pada kuartal I/2019, seiring dengan kenaikan penggunaan plastik food grade yang meningkat terutama di pasar tradisional. Sekretaris Perusahaan Panca Budi Idaman, Lukman Hakim dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin memperkirakan penjualan pada kuartal I/2019 tumbuh di atas 20% dibandingkan dengan kuartal I/2018.

Jika penjualan bersih hingga 31 Maret 2018 sebesar Rp985,95 miliar, maka perseroan memperkirakan penjualan mencapai Rp1,18 triliun hingga 31 Maret 2019. Dia mengatakan, kenaikan penjualan pada tiga bulan pertama tahun ini, ditopang penggunaan plastik food grade yang meningkat terutama di pasar tradisional. Sebagai informasi, sekitar 52% dari omset PBID berasal dari pasar tradisional. 

Pada 2018, segmen kantong plastik berkontribusi 58,37% terhadap total penjualan atau sebesar Rp2,54 triliun. Adapun, plastik food grade berkontribusi sekitar 75%-80% terhadap total penjualan di segmen kantong plastik. "Pertumbuhan penjualan kami di atas 20% dibanding Maret 2018. Peningkatan penjualan terutama pasar tradisional,"ujarnya.

Perseroan berharap, penjualan pada kuartal II/2019 dapat tumbuh minimal sama dengan kuartal sebelumnya. Apalagi, penjualan pada kuartal tersebut juga didorong dengan peningkatan daya beli masyarakat seiring dengan periode Ramadan dan Lebaran yang jatuh pada Mei-Juni 2019.  "Kami optimistis untuk penjualan [kuartal II/2019] tumbuh seperti kuartal I," imbuhnya. 

Lebih lanjut, Lukman mengatakan bahwa pada 2019 menjadi tahun ekspansi bagi perseroan seiring dengan penambahan kapasitas produksi dari 91.000 ton menjadi 122.000 ton per tahun. Penambahan kapasitas produksi itu berasal dari pengembangan pabrik di Pemalang Jawa Tengah berkapasitas sebesar 27.000 ton per tahun yang bakal beroperasi pada akhir 2019, serta akuisisi pabrik di Johor Malaysia berkapasitas sebesar 4.000 ton per tahun yang bakal beroperasi mulai Juli 2019. 

Saat ini, perseroan mengoperasikan 7 fasilitas produksi di Tangerang, Medan, dan Jawa Tengah dengan total kapasitas produksi sebesar 91.000 ton per tahun. Pada 2018, PBID mencetak penjualan bersih dan laba bersih masing-masing sebesar Rp4,35 triliun dan 294,51 miliar atau tumbuh masing-masing sebesar 24,73% dan 29,25% secara tahunan.

BERITA TERKAIT

Accenture dan Google Cloud Rilis Arsitektur Data Pelanggan

Firma konsultan manajemen dan layanan teknologi Accenture dan Google Cloud bekerja sama untuk menyediakan arsitektur data pelanggan atau customer data…

Kehadiran Koperasi Tetap Jadi Andalan UMKM

Koperasi tetap menjadi andalan masyarakat terutama karena visi usaha bersama yang dilandaskan pada kegotongroyongan dari anggota untuk anggota dalam mendukung…

Optimalkan Layanan Digital - Semangat Baru Layanan BTN di Era Pandemi

Fokus untuk tetap memberikan layanan terbaik di tengah pandemi, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menyiapkan berbagai produk dan program…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Accenture dan Google Cloud Rilis Arsitektur Data Pelanggan

Firma konsultan manajemen dan layanan teknologi Accenture dan Google Cloud bekerja sama untuk menyediakan arsitektur data pelanggan atau customer data…

Kehadiran Koperasi Tetap Jadi Andalan UMKM

Koperasi tetap menjadi andalan masyarakat terutama karena visi usaha bersama yang dilandaskan pada kegotongroyongan dari anggota untuk anggota dalam mendukung…

Optimalkan Layanan Digital - Semangat Baru Layanan BTN di Era Pandemi

Fokus untuk tetap memberikan layanan terbaik di tengah pandemi, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menyiapkan berbagai produk dan program…