Berkat Strategi Bisnis Tepat - ABM Investama Raup Laba US$ 65,49 Juta

NERACA

Jakarta - PT ABM Investama Tbk (ABMM), perusahaan energi terintegrasi nasional membukukan laba bersih sebesar US$ 65,49 juta di 2018 atau tumbuh dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$ 5,57 juta. Direktur Utama ABMM, Andi Djajanegara dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengungkapkan, keberhasilan ini merupakan hasil dari konsistensi ABM dalam menjalankan coal value chain synergy yang dimulai sejak tahun 2018.

Disampaikannya, secara bisnis perseroan dapat memenuhi kebutuhan industri batubara dari pit hingga transshipment melalui entitas anak usahanya.”Pencapaian ini merupakan buah dari sinergi dan konsistensi dari seluruh entitas di bawah Grup ABM dalam menjalankan strategi coal value chain yang telah kami mulai tahun lalu. Ke depan, kami optimistis kinerja ini akan dapat diperkuat melalui berbagai inisiatif dari seluruh anak usaha,” ujar Andi.

Selain laba bersih yang tumbuh, lanjutnya, perseroan juga mencatatkan pendapatan sebesar US$ 773,05 juta pada 2018, naik 11,9% dibandingkan perolehan 2017 yaitu US$ 690,73 juta. Sementara, total aset dari pada tahun lalu sebesar US$ 851,9 juta dibandingkan pada 2017 sebesar US$ 1,04 miliar. Kata Direktur Keuangan ABM, Adrian Erlangga, keberhasilan ABM dalam meningkatkan kinerja keuangan didorong oleh faktor fundamental perusahaan yang sangat kuat.

Menurutnya, dengan strategi operasional dari hulu ke hilir yang ditangani oleh seluruh anak usaha membuat ABM sukses menaikkan kinerja secara positif.“Pada tahun lalu, kami fokus memperkuat bisnis pertambangan dan penjualan batubara dengan mengoptimalkan sinergi antar anak usaha. Upaya ini mencatatkan hasil yang positif bagi perusahaan. Kami yakin dengan masih menerapkan metode yang sama dapat meningkatkan kinerja perusahaan,”kata Adrian.

Pada awal tahun ini, ABM membuat aksi korporasi dengan melakukan penandatanganan kontrak baru untuk jasa pertambangan dengan PT Muara Alam Sejahtera (MAS) senilai US$ 114 juta. Kontrak baru itu ditandatangani pada 25 Februari 2019 melalui anak usaha ABM yang juga kontraktor tambang, PT Cipta Kridatama. Kemudian dalam waktu dekat, ABM juga akan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPS).

Selain agenda rapat mengenai perubahan susunan pengurus perusahaan, agenda menarik lainnya yang akan dibahas adalah mengenai rencana perusahaan dalam menggunakan hasil usaha berdasarkan tahun buku 2018.

 

 

BERITA TERKAIT

Profit Taking Investor Batasi Penguatan IHSG

NERACA Jakarta – Mengakiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (27/5) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil…

Bisnis Properti Meradang - Ristia Bintang Taksir Pendapatan Turun Hingga 75%

NERACA Jakarta – Lesunya bisnis properti sebagai dampak dari pandemi Covid-19 juga berimbas terhadap perolehan kinerja keuangan PT Ristia Bintang…

Saraswanti Raih Pendapatan Rp 1,28 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019, PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 1,28 triliun, naik…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Profit Taking Investor Batasi Penguatan IHSG

NERACA Jakarta – Mengakiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (27/5) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil…

Bisnis Properti Meradang - Ristia Bintang Taksir Pendapatan Turun Hingga 75%

NERACA Jakarta – Lesunya bisnis properti sebagai dampak dari pandemi Covid-19 juga berimbas terhadap perolehan kinerja keuangan PT Ristia Bintang…

Saraswanti Raih Pendapatan Rp 1,28 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019, PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 1,28 triliun, naik…