Kesabaran dan Optimisme

H.M. JOHARI ZEIN Chief Executive Officer JNE

Sabtu, 29/10/2011

Kepak sayap perusahaan yang berdiri sejak tahun 1990 memang tak terbendung. Perusahaan nasional dibidang ekspedisi dan logistik ini mampu berkiprah ditengah persaingan bisnis dengan optimisme dan kesabaran.

NERACA. Kisah gemilang PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) sebuah perusahaan dibidang ekspedisi dan logistik, tak lepas dari kepiawaian Chief Executive Officer JNE HM Johari Zein. Sosok entrepreneur yang mampu mewujudkan impiannya mendirikan perusahaan berkualitas internasional di negeri sendiri.

Ditemui dikantor JNE dibilangan Tomang-Jakarta Barat, Johari akrab ia disapa, menuturkan rasa syukurnya dengan perkembangan perusahaan yang ia bangun dan menahkodainya lebih dari 20 tahun. “Kuncinya adalah optimisme dan kesabaran,” ungkap Johari memaknai perjalanan hidupnya.

Optimisme dan kesabaran, memang dua kata yang begitu membekas sepanjang perjalanan hidup pria kelahiran Kota Medan Sumatera Utara ini. Ia berkisah, saat dirinya mengundurkan diri dari sebuah perusahaan ekspedisi TNT asal Australia tahun 1985, lalu mendirikan perusahaan sejenis bernama, “WorldPak.”

Meski bermodal minim, namun Johari merasa sangat optimis dengan kehadiran sebuah perusahaan ekspedisi yang dibangun di Indonesia oleh anak bangsa.

“Saya sangat optimis dengan kelangsungan WorldPak, apalagi kawan-kawan eks TNT di Singapura men-suport apa yang saya lakukan dengan mendirikan WorldPak,” cerita Johari.

Namun baru setahun berselang, cashflow perusahaan mulai terganggu, padahal operasional dan order jasa lainnya terus mengalir ke WorldPak. “Ini ujian pertama bagi saya,” ujarnya. Ia sadar dalam mengelola sebuah perusahaan, kemahiran marketing dan operasional tidaklah cukup, “Saya butuh orang yang mampu mengelola financial,” ungkapnya.

Bahkan untuk menutupi kesulitan putaran cashflow, ia sempat meminjam uang pada orangtua, “Ya malu juga sih, tapi saya harus menyelamatkan perusahaan,” ujar Johari yang saat itu baru berusia 32 tahun mengenang. Inilah pelajaran berharga bagi dirinya untuk menjadi seorang entrepreneur, yakni kesabaran.

Kesabaran Johari muda pun terjawab. Sebuah perusahaan kurir bernama Pronto pimpinan Darren Liu datang mengunjunginya. Awalnya Darren ingin mendirikan agen di Indonesia, namun melihat potensi WorldPak, pengusaha asal Singapura itu justru berniat membeli WorldPak. “Untuk berkembang, WorldPak membutuhkan dana segar. Ya akhirnya saya menjual kepemilikan WorldPak sebanyak 60% dan saya hanya 40%,” ujar Johari.

Meski mendapat keuntungan berlipat dari modal yang ia keluarkan, bahkan masih memiliki 40%, ia mengaku sangat berat hati karena harapannya untuk mendirikan sebuah perusahaan nasional dibidang yang ia kuasai harus kandas seketika, “Sungguh sangat berat hati. Ada sebuah keinginan yang sudah terwujud namun kembali kandas,” ujarnya mengenang.

Pada tahun 1989, sebuah kebijakan yang dikeluarkan Kantor Pusat Pronto di Singapura, memaksa Johari menjual seluruh saham yang dimilikinya. WorldPak pun benar-benar terlepas. Dan kesabaran kembali menjadi sikap yang harus ia ambil.

Menganggur bukan persoalan bagi Johari, dengan sebuah mobil yang diparkir dekat bandara, ia membantu customer dalam pengurusan kepabeanan agar barang dapat dikeluarkan pihak bandara, “Alhamdulilah teman-teman di Singapura tetap mempercayakan kepabeanan barang-barang mereka pada saya, termasuk dari TIKI,” ungkapnya bersyukur dapat tetap survive dan optimis.

Performance Johari yang dapat dipercaya, nyatanya bukan saja diperhatikan kalangan pengusaha asal Singapura, namun juga beberapa pejabat PT Titipan Kilat (TIKI) yang kemudian mengundang dirinya untuk datang mempresentasikan konsepnya dihadapan sejumlah Direksi TIKI. Terlintas dibenaknya, kalau saya diterima TIKI, kata Jouhari, saya akan membuat perusahaan ekspedisi berstandar internasional, “Dengan kualitas yang memuaskan,” ungkapnya optimis.

Namun terkejutlah dia, bukannya bergabung di TIKI, justru sang pemilik Soeprapto Suparno, mempercayakan dirinya untuk mendirikan sebuah perusahaan yang kini dikenal sebagai PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), dengan target; menangkap potensi pasar dari dampak globalisasi yang tengah terjadi.

“Saya sungguh bersyukur. Harapan untuk membangun perusahaan nasional dibidang ekspedisi dan logistik yang mencangkup jaringan dunia internasional, akhirnya benar-benar didepan mata,” ujar Johari senang. Sejak itu, optimisme menjadi bekal dirinya dalam menahkodai JNE hingga berkembang dan menjadi salah satu pemain Indonesia yang diperhitungkan dibisnis ekspedisi dan logistik mancanegara.

Sederet prestasi pun diakui banyak kalangan yang dibuktikan dengan diterimanya anugerah Adikarya pos tahun 1998, Adikarya Pos 2001, Satyalancana Wirakarya 2004, Superbrands Indonesia tahun 2005, anugrah produk asli Indonesia tahun 2008, dan Satyalancana Wirakarya tahun 2009. Bahkan ditahun lalu, JNE mendapat penghargaan tertinggi oleh Western Union Award, dalam penilaian; pesatnya transaksi dan penerimaan tertinggi pada tahun 2010 lalu.