Selamatkan Masa Depan 250 Ribu Siswa Keluarga Ekonomi Lemah

KCD Wilayah III‎ Disdik Jawa Barat, H.Herry Pansila M.Sc

Saatnya Untuk selamatkan 250 Ribu Siswa dari Keluarga Ekonomi tidak mampu atau lemah. Berbagai faktor masalah kesulitan Ekonomi yang berdampak terhadap Masa depan Siswa dan keluarganya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada akhir masa kepemimpinan Dr.H.Ahmad Heryawan Lc, M.Si, terus gencar menuntaskan Program Belajar "Full Gratis" di SMA Negeri di seluruh Kota/Kabupaten se Jabar.

Demikian Ir.H.Herry Pansila M.Si, Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah Kabupaten dan Kota Bekasi Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, dalam wawancara khusus dengan NERACA, jelang penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2018/2019, pekan ini.

"Kegiatan ini sebelumnya telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir periode kepeminpinannya, untuk dituntaskan masalah 250.000 siswa tidak bisa bersekolah di SMA, karena Masalah kesulitan ekonomi keluarganya. Diharapkan Dalam proses PPDB mulai awal Juni 2018 ini. Sehingga, tidak ada lagi Siswa yang tidak bisa bersekolah di SMA khususnya di seluruh Wilayah Pemerintah Provinsi Jawa Barat," katanya meyakinkan.

Menurutnya, belajar full gratis di jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) hanya diberikan kepada Siswa Putus Sekolah atau Tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP)‎, yang keluarganya mengalami kesulitan Ekonomi karena berbagai faktor. Misalnya; Orang tuanya Sakit, Atau masalah tidak bisa bekerja atau berusaha karena faktor usia yang sudah tua. Selain itu, lanjutnya, anaknya tidak bisa dan tidak mampu karena biaya tinggi. juga, disekolah di tempat yang jauh dan memerlukan biaya transportasi dan akomodasi yang tinggi.

"Masalah ini seringkali anaknya dan orang tuanya tidak sanggup untuk membiayai transportasi, Akomodasi seperti makan dan minum di siang dan sore harinya, saat di sekolah dan dalam perjalanan pergi dan pulang sekolah serta jam istirahat," Tutur Herry Pansila yang telah obsevasi ke lapangan ke berbagai pelosok daerah di Kota Depok, Bogor, Bekasi, Cianjur dan Sukabumi.

Oleh Sebab itu, Himbaunya, diharapkan bagi orang tua siswa dan Siswanya segera melakukan pendaftaran ke SMA Negeri yang terdekat dengan rumah tempat tinggalnya. Untuk hal ini, tidak dibatasi Sekolahnya. "Boleh SMA Negeri yang mana saja, asal berada dekat dengan rumah tempat tinggalnya," ujarnya

Dijelaskan, Pendaftaran prinsipnya sudah dimulai sejak Akhir Mei nanti pada bulan Juni 2018. Syaratnya Ada Surat keterangan Kartu Keluarga yang menyatakan bahwa benar berada dalam kawasan lingkungan sekolah tempatnya mendaftar. Kemudian juga ada Surat keterangan lainnya yang diperlukan, diantaranya STTB atau Ijazah SMP.

Dikatakan, bahwa pendaftaran bagi Sekolah Full Gratis di Jenjang SMA Negeri ini, tidak sama dengan Sekolah Paket-C. Yang diperuntukkan bagi yang putus sekolah. Jadi, Sekolah Full Gratis Di SMA Negeri ini. Adalah Program Guberbur Jabar Ahmad Heryawan‎ untuk siswa yang tidak mampu secara ekonomi dan tidak bisa bersekolah jauh dari lokasi tempat tinggalnya,"

Dikemukakan pula, bersekolah Full Gratis di jejang SMA Negeri ini, mendapat fasilitas tidak dikenakan biaya apapun‎. Misalnya Uang Sekolah, Buku, alat tulis, dan buku pelajaran. Sedangkan pakaian dibebaskan boleh pakai pakaian dan sepatu apapun yang dimiliki. "Yang penting bersih dan bisa dipakai serta Sopan," ujar Herry Pansila yang pernah Jadi Kadis Pendidikan kota depok dan KCD Pendidikan Wilayah untuk Kota Depok, Kabupatean/Kota Bogor.

Kemudian dijelaskan pula, Semua kurikulum yang diberikan sama dengan yang diberikan pada Kurikulum SMA Negeri yang ada dan berlaku. "Hanya saja Jam belajarnya dilakukan Sekali dalam seminggu pada hari Sabtu atau Mingu. Bahkan, untuk ektra kurikulernya Juga tidak dikenakan biaya apapun. "Termasuk untuk kegiatan Study TOUR dan Wisuda, digratiskan," tambahnya.

Belajarnya pun sama di sekolah SMA Negeri tempatnya Mendafta‎r. Sehingga, tidak ada beda antara yang sekolah reguler setiap hari dengan yang yang belajar sekali atau dua kali semingunya. Suasana belajar dan Kegiatannya mirip di bangku kuliah.

Herry berharap, program Gubernur Jabar ini memiliki Multy play effect yang bermanfaat bagi Masa Depan Perekonomian Siswa dan Keluarganya Karena, dengan berbekal Ijazah SMA maka apapun yang mau diraih utk meningkatkan pendapatan ekonominya, bisa dijalaninya. Lapangan kerja yang memerlukan ijazah SMA, banyak terbuka dan terhormat kedudukanya dengan tingkat penghasilan yang juga sangat besar nilainya.

"Saat ini, untuk bisa mendaftar jadi Angota DPR, Walikota, Bupati, Gubernur Bahkan Presiden, syarat minimalnya adalah lulus dan Tamat Belajar di Jenjang Pendididikan SMA," tutur Putra yang lulus S-1 dan S-2 dengan modal Beasiswa Full Gratis di Negara Belanda.

Menurutnya, banyak dari keluarga tidak mampui secara ekonomi, ketika telah lulus di jenjang pendidikan SMA, mereka mendapat Beasiwa dari berbagai pihak. Dan, yang tidak melanjutkan pun banyak‎ menjadi Wirausaha Besar dan Pejabat Politik dengan penghasilan yang mengubah Perekonomiannya dari Tidak Mampu menjadi Mampu hingga mengangkat Harkat dan Martabat keluarganya.

"Dengan Optimisme dan rasa percara diri yang Kuat yakin dengan Allah yang Maha Kuasa, Maka Insha Allah dengan niat baik dan Benar Gubernur Jabar melalui Program full Gratis Bersekolah di SMA Negeri, maka Yakinlah bahwa Allah akan Memudahkan berbagai kesulitan yang bakal‎ dijalani meraih Masa Depan ekonomi Keluarga yang lebih baik," tutur nya yang juga pernah menjabat Kadis Kominfo Kota Depok.

Oleh sebab itu, tambahnya, Bersegeralah mendaftar ke sekolah SMA Negeri Terdekat. Para Siswa dan Orang tuanya tidak perlu khawatir tidak bisa diterima, asal memang jujur dan terbuka transparans memenuhi syarat sebagai Keluarga yang saat ini belum mampu secara ekonomi menyekolahkan anaknya di jenjang lebih tinggi ini. Demikian harapannya yang disampaikan kepada NERACA. dasmir

BERITA TERKAIT

BEI Kaji Penambahan Indeks Tahun Depan

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan penyesuaian di indeks-indeks yang ada di BEI. Salah satu cara…

Gejolak Persaingan Ekonomi Global vs Cashflow yang Sehat - Studi Kasus Unrealized loss PLN

  Oleh: Sudimara Pati, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Swasta Belakangan kita diberitakan bahwa Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) milik BUMN…

IKM Jadi Tulang Punggung Ekonomi Nasional

NERACA Jakarta – Industri kecil dan menengah (IKM) berperan menjadi tulang punggung terhadap perekonomian nasional. Sebab, IKM sebagai sektor mayoritas…

BERITA LAINNYA DI PROFIL

Selamatkan Masa Depan 250 Ribu Siswa Keluarga Ekonomi Lemah

KCD Wilayah III‎ Disdik Jawa Barat, H.Herry Pansila M.Sc    Saatnya Untuk selamatkan 250 Ribu Siswa dari Keluarga Ekonomi tidak…

Aktivis Masjid Yang Kini Menjabat Sebagai Menteri - Idrus Marham, Menteri Sosial Republik Indonesia

    Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham dilantik sebagai Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa. Perjalanan karier Idrus sebagai…

Proses Belajar Tak Mengenal Batas - Diding Sudirdja Anwar, Presdir Perum Jamkrindo

“Jangan pernah berpikir untuk berhenti belajar. Meski sudah berada di posisi puncak sebuah perusahaan, jangan pernah berpuas diri. Teruslah belajar,…