Proses Belajar Tak Mengenal Batas - Diding Sudirdja Anwar, Presdir Perum Jamkrindo

“Jangan pernah berpikir untuk berhenti belajar. Meski sudah berada di posisi puncak sebuah perusahaan, jangan pernah berpuas diri. Teruslah belajar, teruslah kelaparan akan ilmu. Jangan pula berpikir bahwa proses belajar itu hanya saat usia muda. Tuntutlah ilmu dimana pun berada, meski harus menuntut ilmu hingga ke negeri orang. Karena proses belajar itu tak mengenal batas, baik batas usia maupun batas negara”.

Pernyataan itu terlontar dari Diding Sudirdja Anwar, Direktur Utama Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo). Lihat saja perjalanan pendidikan pria kelahiran Cirebon, 9 Agustus 1954 itu. Menyelesaikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Bagian Paspal, Purwakarta, Jawa Barat pada 1973. Meraih gelar Diploma III pada Akademi Ilmu Keuangan dan Perbankan (AIKP), Jakarta pada 1976. Strata Satu pada 1989 dengan gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Pasundan (Unpas), Bandung. Meraih gelar Magister Manajemen Keuangan di Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang pada 1996. Tahun 2002 meraih gelar S3 Doktor Manajemen Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta.

Ternyata, di usia yang tak lagi muda, Diding terus menempa kualitas diri melalui jalur pendidikan. Hasilnya, pada 12 Agustus 2017 lalu, Diding bersama dua petinggi Perum Jamkrindo lainnya, Direktur MSDM, Umum dan Kepatuhan Nanang Waskito (Almarhum) dan Kepala Divisi Bisnis Penjaminan Suretyship dan Non Bank Amin Mas'udi, meraih gelar dari The Fellowship Of The Malaysian Insurance Institute (FMII) untuk program Senior Route sebagai tenaga profesional di bidang jasa keuangan non bank, khususnya di Industri Penjaminan. Penyematan gelar diberikan dalam acara wisuda MII di Lanang Kijang, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (12/8).

Malaysian Insurance Institute (MII) adalah lembaga penyedia pendidikan yang diakui oleh Bank Sentral Malaysia dan asosiasi asuransi Malaysia. Program profesional MII dikembangkan secara komprehensif oleh pakar industri dan pendidikan untuk mencetak tenaga-tenaga yang handal di bidang sektor keuangan.

“Ini bukan gelar kehormatan atau Honoris Causa. Saya meraihnya dengan mengenyam pendidikan di Malaysia, mengikuti workshop-workshop, hingga menyelesaikan tugas-tugas paper. Untuk mendapat gelar tersebut harus membuat legacy bagi industri asuransi. Peserta terpilih harus menyampaikan paper tentang Ethic Conduct dan Case Study untuk menjadi pembelajaran bagi para peserta pelatihan di MII”, papar Diding.

Untuk mewujudkan itu, Diding pun mengambil judul Credit Guarantee for SMEs: From Zero to Hero. “Judul tersebut menggambarkan bagaimana industri penjaminan memberdayakan UMKM, mengingat UMKM merupakan pelaku ekonomi strategis di Indonesia. Saya juga menjelaskan tentang manfaat Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi koperasi dan UMKM dalam meningkatkan kinerja usahanya", tandas Diding.

Diding mengakui, masih semangatnya mengenyam pendidikan bukan untuk sekadar gagah-gagahan. Diding ingin hal itu menular kepada seluruh bawahannya di Perum Jamkrindo. Apalagi, kata Diding, Perum Jamkrindo sangat konsen dengan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk memajukan kesejahteraan dan kapabilitas Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sesuai dengan misi dan visi perusahaan dalam meningkatkan perekonomian secara menyeluruh. “Peningkatan kapabilitas dan kualitas SDM insan Jamkrindo sangat penting untuk memujudkan visi dan misi perusahaan sehingga mampu berkompetisi di masa depan,” kata Diding.

Secara berkesinambungan Perum Jamkrindo mempunyai program untuk pelatihan dan pembekalan bagi seluruh insan karyawan baik yang di level bawah maupun hingga top manajemen baik tidak hanya di lembaga pendidikan dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Diantaranya, pelatihan Working Level Council di Korea dan ACSIC Training Program (ATP) di Malaysia.

Menurut Diding, seluruh insan Perum Jamkrindo diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk meningkatkan kapabilitas dan kapasitasnya, sehingga hal ini menjadi motivasi bagi seluruh karyawan Perum Jamkrindo untuk menjadi tenaga yang handal. “SDM Perum Jamkrindo merupakan aset penting yang tak bisa dipisahkan dari bisnis perusahaan yang terus dikembangkan untuk kemajuan perusahaan,” tegas Diding.

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan SDM yang ada di Perum Jamkrindo meningkat pesat. Perum Jamkrindo menyiapkan berbagai program mengangkat SDM untuk mengantisipasi dan menyongsong potensi bisnis yang besar ke depannya. Salah satunya adalah penambahan ratusan SDM baru serta memperbaharui layanan Perum Jamkrindo dalam menjaring UMKM, mitra kerja serta masyarakat sehingga misi dan visi perusahaan bisa diwujudkan.

Terkait perjalanan karirnya, Diding mengungkapkan bahwa selama 41 tahun dihabiskan di BUMN. Pada 1977, bergabung dengan Jasa Raharja. Selanjutnya, menjadi Kepala seksi asuransi kecelakaan dan kendaraan bermotor tahun 1986. Menjadi Kepala perwakilan Cirebon tahun 1986. Dan pada 1988 menjadi kepala Cabang Jasa Raharja di Bengkulu. Tahun 1992 menjabat kepala Cabang Jasa Raharja di Banjarmasin. Pada 1994 menjabat Kepala Cabang Jasa Raharja di Manado dan menjabat kepala Cabang Jasa Raharja di Palembang tahun 1996. Selanjutnya, menjadi Kepala Divisi Litbang Kantor Pusat Jasa Raharja pada 1996. Pada tahun 2000 dipercaya menjadi Direktur Umum. Puncaknya, pada 2008 dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero). “Sekarang, tak terasa, saya sudah lima tahun memimpin Perum Jamkrindo”, pungkas Diding. (rin)

BERITA TERKAIT

Elsam: Lokasi Server Tak Jamin Keamanan Data

Elsam: Lokasi Server Tak Jamin Keamanan Data NERACA Jakarta - Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) menyatakan lokasi pusat data…

Masuk Musim Hujan, Harga Komoditas Sayuran Merangkak Naik - Kabid Diskopdagrin Kota Sukabumi: Kenaikan Masih Dalam Batas Kewajaran

Masuk Musim Hujan, Harga Komoditas Sayuran Merangkak Naik Kabid Diskopdagrin Kota Sukabumi: Kenaikan Masih Dalam Batas Kewajaran NERACA Sukabumi -…

Pemkot Palembang: Batas Perekaman KTP-e 31 Desember

Pemkot Palembang: Batas Perekaman KTP-e 31 Desember NERACA Palembang - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mengingatkan warganya yang belum merekam data…

BERITA LAINNYA DI PROFIL

Selamatkan Masa Depan 250 Ribu Siswa Keluarga Ekonomi Lemah

KCD Wilayah III‎ Disdik Jawa Barat, H.Herry Pansila M.Sc    Saatnya Untuk selamatkan 250 Ribu Siswa dari Keluarga Ekonomi tidak…

Aktivis Masjid Yang Kini Menjabat Sebagai Menteri - Idrus Marham, Menteri Sosial Republik Indonesia

    Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham dilantik sebagai Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa. Perjalanan karier Idrus sebagai…

Proses Belajar Tak Mengenal Batas - Diding Sudirdja Anwar, Presdir Perum Jamkrindo

“Jangan pernah berpikir untuk berhenti belajar. Meski sudah berada di posisi puncak sebuah perusahaan, jangan pernah berpuas diri. Teruslah belajar,…