Kinerja Perdagangan RI-Taiwan Surplus

Selasa, 18/11/2014

NERACA

Jakarta - Kinerja Kementerian Perdagangan terus menorehkan angka surplus. Kali ini, neraca perdagangan Indonesia periode Januari Agustus 2014 meroket melampaui surplus tahun 2013, yakni mencapai USD 2,45 miliar. Sementara, surplus tahun 2013 mencapai USD 2 miliar. Ekspor ke Taiwan pada Agustus 2014 juga melambung dan mencetak angka tertinggi selama periode Januari-Agustus 2014, yakni hingga USD 751,10 juta.

Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) untuk Taiwan Arief Fadillah menegaskan bahwa surplus itu didukung peningkatan total perdagangan Indonesia Taiwan pada Agustus 2014 yang mencapai USD 1,10 miliar yang dipicu oleh meningkatnya transaksi perdagangan migas sebesar 63,24% (MoM).

"Adanya sejumlah kegiatan promosi melalui ekshibisi yang diselenggarakan oleh KDEI Taipei dan aktivitas temu usaha diharapkan akan makin mendorong peningkatan aktivitas perdagangan kedua pihak," tegas Arief, dalam keterangannya yang diterima, akhir pekan kemarin.

Menurut Aries, KDEI-Taipei akan terus melakukan sejumlah promosi dan pendekatan bisnis terhadap dunia usaha di Taiwan guna menjaga momentum pertumbuhan neraca perdagangan Indonesia. Meningkatnya ekspor Indonesia Agustus 2014 utamanya didorong oleh peningkatan ekspor migas yang lebih besar (59,08%) dibanding ekspor nonmigas yang justru turun 16,54% (MoM).

Secara kumulatif, ekspor Indonesia ke Taiwan periode Januari-Agustus 2014 mencapai USD 5,05 miliar. Sedangkan nilai impor Indonesia dari Taiwan pada Agustus 2014 mencapai USD 350,72 juta atau naik 74,89% dibanding bulan Juli 2014, dengan impor komoditas migas memperkuat peningkatan dengan naik sebesar 126,79%.

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada Agustus 2014 adalah gas alam dan batu bara, dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 223,25 juta dan USD 196,38 juta. Hampir seluruh komoditas nonmigas mengalami penurunan ekspor, dengan penurunan terbesar pada komoditas amonia, tembaga, dan besi turun masing-masing 72,02%; 61,96%; dan 43,62 dibanding bulan Juli 2014 (MoM). Sebaliknya, kapasitor (elektrikal) dan kertas naik masing-masing 56,29% dan 69,88%.

Sementara besi ( hot-rolled), produk tekstil, dan komponen mesin menjadi tiga nilai impor nonmigas terbesar Agustus 2014 dengan nilai USD 19,42 juta; USD 8,98 juta; dan USD 8,55 juta. Komoditas yang mengalami kenaikan nilai impor (MoM), antara lain besi (cold rolled), tekstil (kain sintetis), dan komponen mesin dengan masing-masing naik 99,82%; 39,07%; dan 53,13%. Komoditas yang mengalami penurunan nilai impor, antara lain produk ikan (20,24%) dan produk tekstil (0,86%).

Pacu Ekspor

Sementara itu, upaya menggerakkan ekspor nonmigas terus dipacu Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag. Bersama KDEI Taipei, Ditjen PEN berpartisipasi pada pameran Taiwan International Tea, Coffee & Wine Expo 2014. yang berlangsung di Nangang Exhibition Center pada 14-17 November 2014.

Pameran yang dibuka oleh Menteri Pertanian Taiwan dan Ketua Asosiasi Kopi Taiwan tersebut diikuti oleh 231 peserta yang menempati 670 stan. Sejumlah negara turut berpartisipasi, seperti Indonesia, Tiongkok, Jepang, Hong Kong, Honduras, Guatemala, Costa Rica, Panama, Italia, Hongaria, Malaysia, dan Kroasia.

Partisipasi Indonesia menampilkan paviliun berdesain khusus yang diresmikan oleh Kepala KDEI Taipei, mengambil tema “The Taste of Indonesia: World Class Coffee”. Kopi menjadi andalan produk Indonesia di pameran bergengsi ini.

Desain paviliun yang bernuansa kopi menyedot perhatian pengunjung. Enam eksportir kopi kompak menjadikan paviliun Indonesia makin semarak, yaitu PT. Rolas Nusantara Mandiri, PT. Aimfood Manufacturing Indoesia, Hera Cipta Sinar Lestari, Hap Liong Teknopangan, dan PT. Priangan Aam Coffee.

Pada kesempatan sebelumnya, Mantan Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan bahwa saat ini perdagangan Indonesia ke Taiwan surplus sebesar USD2 miliar pada 2013. Ia mengungkapkan, untuk tindak lanjut hasil positif ini, pemerintah menargetkan dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, perdagangan Indonesia dengan Taiwan dapat mencapai USD10 miliar. "Ekspor kita pada 2013 USD7 miliar, impor USD5 miliar, surplus USD2 miliar, kita akan tingkatkan tiga tahun ke depan menjadi USD10 miliar lebih, surplusnya bisa naik dari USD3-USD4,5 miliar," kata Bayu.