Menyukai Tantangan

Oky Gunawan, Head of Channel and Brand Activation PT Sony Mobile

Sabtu, 04/05/2013

Dunia teknologi komunikasi yang terus berkembang belakangan ini, membuatnya selalu tertantang dan ingin terus menaklukannya. Tetapi keberhasilannya berkarir, disebabkan kerja tim yang sangat solid.

NERACA

Penuh semangat, mungkin kata-kata itu yang pantas disematkan pada sosok Head of Channel and Brand Activation PT Sony Mobile Communication Indonesia, Oky Gunawan. Betapa tidak, ketika awak Neraca menemuinya di kantornya di bilangan Sudirman beberapa hari lalu dia terus menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan dengan penuh semangat.

Begitupula kala menghadapi tantangan hidup, Oky selalu bersemangat menghadapinya. Karena, menurut dia hidup tidaklah lengkap tanpa adanya tantangan. Tak heran jika hingga kini dia sudah berulangkali berganti bendera perusahaan demi menaklukan tantangan. Mulai dari bidang perbankan, perusahaan rokok dan kini di perusahaan mobile seperti Sony.

Nah, khusus untuk Sony Mobile, menurut dia disinilah letak tantangan sesungguhnya. Pasalnya, dunia teknologi komunikasi terus berkembang dengan pesat. Dulu, beberapa tahun yang lalu, handphone mungkin sebuah alat komunikasi yang bahkan masih langka di Indonesia. Tetapi saat ini hampir semua orang memilikinya.

“Bagi saya, sesuatu yang tidak pasti itu lebih memberikan tantangan, dan dunia mobile seperti itu, makanya saya ambil bidang ini, karena teknologi mobile itu berkembang dengan cepat. Nah, kecepatan evolusi alat komuniaksi yang cepat tersebut, selalu menarik karena terus berubah setiap waktu,” jelas dia.

Ya, dahulu handphone itu hanya sekedar alat komunikasi saja, kemudian berkembang dengan teknologi bloototh-nya, lalu terus berkembang hingga menjadi smartphone seperti saat ini. Dan itu cukup menantangnya, makanya sejak 2006 lalu dia hijrah ke Sony Mobile.

Jatuhnya pilihan Oky pada Sony Mobile didasari berbagai hal, pertama dia bergabung dengan sebuah perusahaan besar (saat itu masih bernama Sony Ericsson). Kemudian, industri mobile saat ini sedang booming. Dan terakhir, karena Country Manager di perusahaan itu satu almamater dengannya ketika sama-sama bekerja di sebuah perusahaan rokok. “Itulah kenapa saya memilih perusahaan ini,” sebut dia.

Tak heran jika itu berimbas positif bagi karirnya, sederet penghargaan pun sempat ia raih, seperti di 2009 dan 2010 dia menyabet Top 20 Global Best Talent SE, Top 50 Global Talented Leader in SE, The Best Retail Execution SE Global (Marketing Award 2007), dan Super Star pada ajang Sales Award SE Global.

Maka dari itu, ia optimistis akan mampu meningkatkan penjualan Sony Mobile tahun ini. Karena tahun lalu saja, penjualan Sony meningkat sekitar 50% jika dibanding tahun sebelumnya (2011), angka yang sama ia targetkan tahun ini, yakni kenaikan penjualan sebesar sebesar 50%. “Saya sangat yakin pada produk kami (Android), segmen pasar yang kita sasar, serta keunggulan-keunggulan yang kita miliki, makanya saya berani menargetkan penjualan kita akan naik 50% lebih,” jawab dia.

Andalkan Kerja Tim

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, Bagi Oky, kesukesannya tak mungkin dapat ia raih tanpa adanya bantuan dari rekan-rekan satu timnya. Makanya, dia mengaku sangat menjunjung tinggi nilai kerja tim dalam mengembangkan karirnya. Jangan heran kalau sosok Oky begitu lekat pada para bawahannya. Dia begitu care terhadap bawahannya, setidaknya begitulah cerita dari beberapa orang karyawan Sony Mobile yang sempat kami tanya.

Ya, dia memang sangat menyenangi sistem kerja seperti itu. Dia lebih senang mendelegasikan orang dan membebaskan mereka agar berkembang. Setidaknya itu yang ia pelajari dari atasannya kala masih bekerja di perusahaan rokok dulu.

“Saya selalu ingat pesan atasan saya, kalau kita ingin naik bukan dengan cara m,enekan bawahan tetapi harus mendorong bawahan agar naik, sehingga dengan demikian kita akan terbawa naik karena kita berhasil membawa bawahan kita juga turut naik,” tegas dia.

Gemar Olahraga Golf

Bagi sebagian kalangan, olahraga juga dapat menggambarkan kepribadian seseorang. Umpamanya, olahraga golf lekat dengan olahraga oarang-orang berduit. Tetapi, tidak demikian bagi Oky, dia menilai dalam golf itu tertanam falsafah kehidupan di dalamnya. Yang kesemuanya dia manfaatkan untuk meraih prestasi dalam karirnya.

“Mau sepakbola tetapi tubuh saya kecil, jadi saya pilih golf saja. tetapi dalam olahraga golf juga ada falsafah hidup terkandung didalamnya. Pasalnya, dalam olahraga ini kita membutuhkan fokus dan menjadikan kita selalu tertantang,” sebut Oky.

Dalam hal ini Oky berhasil atau tidak membuatnya tertantang untuk terus melakukan olahraga tersebut. Seperti misalnya kalau gagal, dia terus berusaha untuk menaklukan tantangan tersebut, dan kalau berhasil ia akan mencoba tantangan baru lagi. “Kalau gagal, saya pasti akan terus mencobanya hingga berhasil, dan kalau sudah berhasil saya akan menaklukan tantangan berikutnya,” ujar dia.

Selain itu, seperti kebanyakan orang, Oky rutin ber-golf seminggu sekali, dan dia juga memanfaatkan olahraga golf sebagai ajang membahas bisnis dengan para kliennya. Maklum, dengan golf waktu bertemu dengan klien menjadi panjang dan tanpa terasa itu malah menghasilkan kesepakatan-kesepakatan tertentu dengan klien. “Walaupun orientasi saya lebih ke olahraga, tetapi saya juga memanfaatkan semua itu kala bertemu klien, ” tutup dia.