MUHAMAD AKBAR, Direktur UP Transjakarta - Naikkan Gaji Sopir 3,5 Kali UMP

Salah satu ujung tombak suksesnya Transjakarta adalah para sopir. Mereka memiliki peranan yang penting terhadap kualitas layanan kepada penumpang. Para pramudi, sebutan resmi para sopir bus Transjakarta diharapkan mampu mengemudikan busnya secara nyaman, tidak ngebut, dan yang paling penting adalah harus berhati-hati.

“Sebab, banyaknya kasus kecelakaan yang terjadi di jalur busway disebabkan kurang-hati-hatinya para pramudi,” tutur Kepala Unit Pengelola (UP) Transjakarta Busway Muhamad Akbar. Kendati demikian, dalam setiap kecelakaan tersebut tidak semata-mata kesalahan pramudi. Yang lebih sering, kecelakaan terjadi akibat banyaknya pengendara non bus Transjakarta yang menyerobot masuk jalur busway. Orang menyeberang di jalur busway pun juga sering kurang hati-hati.

Itu sebabnya, Akbar menganggap para pramudi layak mendapat gaji yang tinggi, sepadan dengan tanggung jawab yang diembannya. Menurut dia, gaji yang layak buat mereka kurang lebih 3,5 kali upah minimum provinsi (UMP).

“Dengan gaji sebesar itu, tentu saja mereka akan ekstra hati-hati dalam mengemudi, sebab, sekali membuat kesalahan fatal, yang bersangkutan bisa kehilangan kesempatan menikmati gaji tinggi,” ujarnya. Itu sebabnya, kata pria kelahiran Singaraja, Bali, 14 Juli 1963 itu, bahkan banyak sarjana yang berminat menjadi pramudi Transjakarta.

Saat ini, Akbar sedang berjuang agar seluruh pramudi di seluruh koridor busway bergaji 3,5 kali UMP. Saat ini, baru pramudi di koridor XI (Kampung Melayu – Pulogebang) saja yang bergaji sebesar itu. Selebihnya, yaitu pramudi yang ada di koridor I (Blok M-Kota) hingga koridor X (Cililitan – Tanjung Priok) masih sebatas di atas UMP saja. Bahkan ada yang sudah tujuh tahun bekerja, gajinya tak pernah naik. “Saya sudah presentasikan alasan mengapa para pramudi Transjakarta disamakan ke posisi 3,5 UMP di depan Pak Wagub (Basuki Tjahja Purnama),” ujarnya.

Untuk meyakinkan pihak Gubernuran, Akbarpun membentuk tim kajian untuk melihat korelasi antara gaji dan tanggung jawab yang diemban. Hasilnya, kata dia, sesuai dengan dugaan awal, yaitu yang bergaji besar akan berhati-hati dalam bekerja. Sebaliknya, bagi yang bergaji kecil sedangkan tanggung jawabnya sama, tentu kinerjanya tak sebaik yang bergaji besar.

Jika restu dari GUbernur turun, Akbar pun punya legalitas untuk merevisi seluruh kontrak kerja antara UP Transjakarta dengan seluruh operator Transjakarta yang masih memberi gaji pramudinya hanya di atas UMP saja. Nanti, dalam kontrak disyaratkan gaji pramudi harus 3,5 UMP.

“Lihatlah manajemen Blue Bird, dengan beban dan tanggung jawab yang tak sebesar pramudi Transjakarta, tapi secara profesional, berani menggaji sopirnya besar, hingga mencapai Rp 5 jutaan,” tutur Akbar yang jebolan program D-4 Sekolah Tinggi Perhubungan Darat (STTD) ini.

Menurut Akbar, mengelola unit usaha yang karyawan seluruhnya lebih dari 5 ribu orang tentu berbeda dibanding hanya membawahi puluhan anak buah. Tidak hanya dibutuhkan tangan dingin, tapi harus jeli dan mampu menawarkan solusi.

Agar karyawan kreatif, Akbar minta mereka membentuk kelompok kajian yang berdiskusi untuk menyelesaikan setiap masalah yang acap muncul di lingkungan kerja. Perlunya, agar karyawan mampu meningkatkan kinerja dan pelayanan yang prima.

Bagi Akbar, memimpin UP Transjakarta Busway sejak Februari 2011 ibarat kembali ke habitat. Sebab, dia termasuk sosok yang ikut membidani lahirnya jaringan transportasi umum massal tersebut. Sebelumnya, Akbar tercatat sebagai Kepala Bidang Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan. “Dulu anak buah saya 40 orang, kini 5.000an orang,” kata jebolan S2 dari salah satu universitas di London.

Penganut Ki Hajar Dewantoro

Dia pun mengaku sebagai penganut ajaran Ki Hajar Dewantoro, pendiri Taman Siswa. Ada tiga ajaran Ki Hajar. Ing Ngarso Sung Tulodho, di depan memberi contoh, dengan selalu naik angkutan umum, dari rumah ke kantor dan sebaliknya. Dia tinggal di Bogor, dan berkantor di kawasan Kampung Melayu.

“Saya nggak menyuruh, tapi menyontohkan. Lalu, Ing Madyo mbangun Karso, di tengah-tengah anak buah, saya mencoba berinteraksi, mendengarkan apa yang mereka katakan, untuk menangkap apa ide-ide mereka,” ujar suami Siti Amanah ini. Ajaran ketiga adalah Tut wuri handayani, di belakang saya mendorong dan memberi mereka motivasi.

Untuk menjaga stamina, Akbarpun rutin berolah raga. Dipilihnya olah raga yang punya filosofi, golf. Olah raga itu membutuhkan konsentrasi yang tinggi agar bolanya bisa masuk lobang. Lewat golf, kata dia, bisa dimanfaatkan utuk menjalin lobi dan komunikasi di luar kantor. Tak heran, jika di salah satu sudut ruang kerjanya terdapat miniatur jalur dan lobang golf, berikut stiknya.

Akbar berosesi, Transjakarta nantinya bisa menaungi manajemen seluruh angkutan umum yang melintas di Jakarta. Bahkan, bus Transjakarta bisa melayani warga Jakarta dan sekitar yang beraktivitas di Jakarta sepanjang 24 jam. Dengan demikian, warga Jakarta akan merasa akan bepergian hingga larut tanpa takut tak ada akses transportasi yang aman, nyaman, manusiawi, dan terjangkau.Yang dia tuntut dari masyarakat adalah agar mau mendukung keberadaan busway dengan tidak menerobos jalurnya, tapi naiklah armadanya. (saksono)

BERITA TERKAIT

BI Naikkan Suku Bunga Jadi 6%

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuannya pada November 2018 menjadi enam persen,…

IPO DIVA Oversubscribe mencapai 5,6 kali - Patok Harga Rp 2.950 Per Saham

NERACA Jakarta - PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) telah menetapkan pelaksanakan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada…

The Fed akan Naikkan Bunga Bertahap

      NERACA   Jakarta - Bank Sentral Amerika Serikat (AS) akan terus menaikkan suku bunga secara bertahap. Hal…

BERITA LAINNYA DI PROFIL

Selamatkan Masa Depan 250 Ribu Siswa Keluarga Ekonomi Lemah

KCD Wilayah III‎ Disdik Jawa Barat, H.Herry Pansila M.Sc    Saatnya Untuk selamatkan 250 Ribu Siswa dari Keluarga Ekonomi tidak…

Aktivis Masjid Yang Kini Menjabat Sebagai Menteri - Idrus Marham, Menteri Sosial Republik Indonesia

    Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham dilantik sebagai Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa. Perjalanan karier Idrus sebagai…

Proses Belajar Tak Mengenal Batas - Diding Sudirdja Anwar, Presdir Perum Jamkrindo

“Jangan pernah berpikir untuk berhenti belajar. Meski sudah berada di posisi puncak sebuah perusahaan, jangan pernah berpuas diri. Teruslah belajar,…