Mendorong Tumbuh, Aktif dan Tanggap si Buah Hati - Category Marketing Manager Nestle Dancow Growing Up Milk : Pritha

NERACA

Anak merupakan sebuah anugerah, untuk dijaga dan dirawat dengan penuh kasih sayang dalam setiap fase tumbuh kembangnya. Untuk itu, produsen susu Dancow di bawah bendera Nestle meluncurkan inovasi baru Nutri TAT (Tumbuh-Aktif-Tanggap).

Nutrisi TAT adalah sebuah formulasi baru dari nutrisi makronutrien dan mikronutrien untuk Tumbuh. Energi, zat besi dan prebiotik insulin untuk Aktif dan minyak ikan, asam linoleat (LA) dan asam alpha-linolenat (ALA) untuk Tanggap bagi balita. (Anik/WDA). Seperti diungkap Category Marketing Manager Nestle Dancow Growing Up Milk, Pritha.

Pengenalan inovasi terbaru Nutri TAT ini, kata Pritha, merupakan bentuk kepedulian Nestle Dancow pada pertumbuhan dan kesehatan anak-anak Indonesia.

“Kami percaya bahwa usia di satu hingga lima tahun merupakan usia penting dimana stimulasi anak yang terjadi sangat mempengaruhi tumbuh kembangnya dikemudian hari. Maka dari itu Nestle Dancow Batita menghadirkan inovasi baru Nutri TAT yaitu nutrisi yang diformulasikan khusus untuk mendukung Tumbuh-Aktif-Tanggap si Kecil,” ungkapnya.

Untuk tumbuh dan berkembang dengan baik dalam masa pertumbuhan, tambah Pritha, batita memerlukan asupan nutrisi yang seimbang sesuai dengan usianya. “Kebutuhan nutrisi anak bukan hanya untuk fisik tetapi juga pertumbuhan menyeluruh. Nutrisi ini sangat penting di masa pertumbuhan golden age,” tegasnya.

Menurut dia, anak yang sehat harus tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya dan memiliki aspek tumbuh, aktif dan tanggap. Selain ketiga aspek tersebut, urai Pritha, pemenuhan nutrisi juga sangat penting bagi anak yang tengah dalam masa pertumbuhan.

“Nutrisi yang tepat akan mempengaruhi tumbuh aktif tanggap seorang anak, karena dengan nutrisi yang baik maka anak dapat tumbuh dengan maksimal dan sehat,” ungkap dia.

Nestle Dancow Batita adalah susu pertumbuhan untuk anak usia 1-3 tahun dengan nutrisi tepat, rasanya lezat dengan harga terjangkau. Nestle Dancow Batita dapat di jangkau oleh seluruh masyarakat Indonesia, dalam membantu memenuhi kebutuhan nutrisi para anak berusia 1-3 tahun pada masa periode emas tumbuh kembang anak.

Berdasarkan data yang dihimpun dari National Geographic, pada tahun 2010 konsumsi susu Indonesia hanya 11,09 liter per kapita per tahun. Bandingkan dengan Malaysia dan Filipina yang mencapai 22,1 liter per kapita per tahun, Thailand 33,7 liter, Vietnam 12,1 liter, dan India yang mencapai 42,08 liter.

Tingkat konsumsi susu di Indonesia memang masih jauh dibandingkan negara lain. “Padahal, susu merupakan sumber zat gizi yang dapat memperkuat tulang dan gigi, meningkatkan kekebalan tubuh, dan membantu tumbuh tinggi badan secara optimal,” jelas Pritha.

Karena itu ia berharap agar para orangtua perlu secara aktif mengenalkan minuman bernutrisi tersebut sejak dini agar kegemaran minum susu menjadi bagian dari keseharian anak-anak.

Sebagai pilihan untuk memenuhi pertumbuhan anak-anak Anda, kata Pritha, sebaiknya mereka mengonsumsi susu dengan kandungan mikronutrien dan makronutrien yang tepat sesuai dengan kebutuhannya.

Dan untuk mendorong tumbuh kembang anak dengan merangsang kegemaran mengkonsumsi susu, Nestle Dancow juga telah menggelar pula Posyandu peduli TAT, yang merupakan salah satu upaya revitalisasi Posyandu dalam menumbuhkan dan mengembangkan kemandirian masyarakat, untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak batita (bayi dibawah tiga tahun) dalam hal tumbuh, aktif, dan tanggap.

Sejak tahun 2008, jelas Pritha, sekitar 5.000 kader Posyandu dan 150.000 ibu rumah tangga telah menerima pelatihan untuk meningkatkan layanan Posyandu, melalui sosialisasi tiga tanda TAT sebagai panduan mudah bagi para kader dan orangtua dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan optimal anak.

Tumbuh, Aktif, dan Tanggap (TAT), jelas Pritha, mengandung pengertian, Tumbuh berarti pertumbuhan pada tubuh, pematangan organ, dan lingkar kepala. Aktif berarti kemampuan motorik, bicara, sosial, dan kognitifnya. Sementara tanggap merupakan kemampuan anak dalam memecahkan masalah.

“Selain tiga langkah TAT, pemberian stimulasi yang tepat juga menjadi langkah penting, terutama saat anak berusia di bawah tiga tahun,” tegasnya.

Karena pada usia balita (di bawah lima tahun), dipandang sebagai usia yang penting karena saat itulah pertumbuhan dan perkembangan terjadi dengan pesat. “Pada usia ini ada beberapa tanda dari anak-anak, dimana mereka biasanya tumbuh aktif. Untuk itu, fase ini perlu menjadi perhatian orangtua,” tutur Pritha.

BERITA TERKAIT

Investor Saham di Babel Tumbuh Signifikan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Pangkalpinang mencatat, jumlah investor pasar modal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami…

Penggolongan Tarif Listrik Perlu Hati-hati

NERACA Jakarta – Kementerian ESDM menjelaskan rencana penyederhanaan golongan pelanggan listrik rumah tangga nonsubsidi, yang sampai saat ini masih dalam…

KREN Bukukan Pendapatan Tumbuh 200%

NERACA Jakarta - Di kuartal tiga 2017, PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) berhasil mencatatkan pendapatan tumbuh hingga lebih dari…

BERITA LAINNYA DI PROFIL

Proses Belajar Tak Mengenal Batas - Diding Sudirdja Anwar, Presdir Perum Jamkrindo

“Jangan pernah berpikir untuk berhenti belajar. Meski sudah berada di posisi puncak sebuah perusahaan, jangan pernah berpuas diri. Teruslah belajar,…

Tanto Darmawan Sutjipto Pemilik, PT Metro Taruna Agency - Menuai Sukses Dimulai Dari Tukang Antar Koran

Sejatinya hiruk pikuk dan branding sebuah media tidak lepas dari jasa para pengecer, loper, hingga agen sebuah surat kabar. Oleh…

Ade Sudrajat Usman, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) - Industri Tekstil Siap Bersaing di Pasar Global

Industri tekstil mengaku yang paling siap menyongsong Indonesia kembali bergabung dalam perdagangan bebas Trans Pacific Partnership (TPP). Namun, ada beberapa…