OJK Rombak Paket dan Pilih Direksi Baru BEI

NERACA

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya menetapkan susunan direksi baru PT Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2021. Duduk sebagai dirut BEI adalah Inarno Djajadi, mantan dirut dan komisaris PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).

Ironisnya, menurut sumber Neraca pekan lalu, penetapan susunan direksi baru BEI berjalan cukup alot karena usulan nama Inarno sudah muncul sejak Maret 2018 di pasar, dan OJK kali ini tidak menggubris susunan paket direksi yang terpilih sesuai pengajuan sebelumnya berdasarkan sistem paket.

Adapun komposisi jajaran Direksi BEI baru yang telah ditetapkan OJK adalah: Dirut Inarno Djajadi, Direktur Penilaian Perusahaan IGD N Yetna Setyo, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Laksono Widito Widodo, Direktur Pengawasan Transaksi Kristian Sihar Manullang, Direktur Teknologi Informasi Fithri Hadi, Direktur Pengembangan Hasan Fawzi dan Direktur Keuangan dan SDM Risa Effenita Rustam. Susunan calon direksi BEI baru ini akan disahkan melalui RUPS BEI yang dijadwalkan pada 29 Juni 2018.

Sebelumnya pada pencalonan direksi BEI periode 2018-2021 terdapat empat paket tim direksi yang mencalonkan diri. Paket pertama adalah Tito Sulistio (dirut lama BEI) bersama Alpino Kianjaya, Erna Dewayani, Edgar Ekaputra, Abdul Munim, Hasan Fawzi, dan Chaeruddin Berlian.

Kemudian paket kedua susunan direksi terdiri dari Boyke Wibowo Mukiyat (ketua) yang beranggotakan Ignatius Girindro Sri Nirbito, Jeffry Wikarsa, Mas Mokhamad Sudarmaji, Kristian Sihar Manullang, Poltak Hotradero, dan Susi Meilina.

Paket ketiga terdiri dari Inarno Jayadi (dirut) beranggotakan Anita, Andy Salah, Johannes Liaw, Zaki Mubarak, John Tambunan, dan Justisia Tambunan. Lalu paket keempat terdiri dari Laksono Widodo (ketua) beranggotakan Rudy Utomo, Nyoman, Fithri Hadi, Risa Guntoro, Arisandhi Indrodwisatio, dan Adrian Rusmana.

Merespon informasi surat tersebut, Direktur Utama BEI (lama) Tito Sulistio membenarkan hal tersebut. Namun, dia belum berkomentar lebih jauh terkait keputusan OJK ini. "(Surat) tersebut benar," ujarnya seperti dikutip CNNIndonesia.com, Jumat (22/6).

Saat ini, Inarno masih menjabat sebagai komisaris BEI. Dia menduduki posisi tersebut sejak Juni 2017. Berdasarkan penunjukkan OJK, Inarno akan menjabat sebagai bos BEI dari 2018 sampai dengan 2021.

Inarno, pria kelahiran Yogyakarta (Desember 1962) memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (1988). Kemudian memulai karier pada 1989 sebagai Treassury Officer di PT Bank Uppindo.

Selanjutnya dia berlabuh di PT Aspac Upindo Sekuritas pada 1991 hingga 1997 sebagai direktur . Selanjutnya, Inarno masih tetap berkarir di perusahaan sekuritas dengan menjadi direktur di PT Mitra Duta Sekuritas pada 1997 hingga 1999. Pada 1999, Inarno melanjutkan karier di PT Widari Securities sebagai direktur dan melanjutkan sebagai presiden Direktur di PT Madani Securities pada 2000 hingga 2003.

Inarno sempat menjabat sebagai Presiden Direktur di PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) pada 2003-2009 dan kemudian Komisaris PT KPEI pada 2013-2016.

Sebelumnya OJK meminta manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menunda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang seharusnya digelar pada 25 Juni 2018. OJK meminta RUPS BEI tersebut dapat dilakukan pada 29 Juni 2018. Penundaan RUPS tersebut lantaran proses pendalaman lebih lanjut terhadap calon direksi BEI periode 2018-2021. Penyampaian penundaan RUPS BEI tersebut disampaikan OJK pada 6 Juni 2018.

OJK juga meminta penundaan tersebut agar segera diberitahukan kepada para pemegang saham PT Bursa Efek Indonesia sesuai dengan batas waktu dan ketentuan yang berlaku. “Mengingat masih diperlukan proses pendalaman lebih lanjut terhadap calon direksi BEI, dengan ini kami perintahkan saudara untuk menunda penyelenggaraan RUPST BEI dari sebelumnya 25 Juni 2018 menjadi 29 Juni 2018,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen seperti dikutip Liputan6.com, bulan ini.

Selain pergantian direksi, RUPS Tahunan tersebut juga akan minta persetujuan pemegang saham terkait laporan keuangan BEI. mohar

BERITA TERKAIT

BEI Dorong Pelaku Stratup di Solo Go Public

NERACA Solo- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Surakarta mendorong pelaku "startup" atau usaha rintisan memanfaatkan fasilitas "IDX Incubator" atau inkubator…

Presiden Serahkan SK Perhutanan Sosial di Jabar - Menteri LHK: Perhutanan Sosial untuk Pemerataan Ekonomi dan Mengurangi Angka Kemiskinan

Presiden Serahkan SK Perhutanan Sosial di Jabar Menteri LHK: Perhutanan Sosial untuk Pemerataan Ekonomi dan Mengurangi Angka Kemiskinan NERACA Jakarta…

Banyak Distempel dan Dicoret, BI Imbau Masyarakat Jaga Rupiah

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menghimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga dan merawat uang rupiah dengan…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

PENYEBAB TINGGINYA HARGA JAGUNG DI DALAM NEGERI - Kementan: Pasokan Jagung Dikuasai ‘Feed Mill’ Besar

Jakarta-Kementerian Pertanian mengungkapkan, pasokan jagung di Indonesia kebanyakan dikuasai oleh perusahaan pabrik pakan besar (feed mill). Penguasaan tersebut menjadi salah…

ASEAN Perlu Bekerjasama dalam Pembangunan Berkelanjutan

NERACA Jakarta - Peneliti UI yang tergabung dalam Center for Sustainable Infrastructure Development (CSID) Fakultas Teknik UI menyatakan perlu kerja…

AKIBAT PRODUKTIVITAS TERTINGGAL DARI NEGARA LAIN - Bappenas: Pertumbuhan RI Relatif Stagnan

Jakarta-Pejabat Bappenas mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai relatif stagnan dan masih jauh di bawah rata-rata. Salah satu faktor penyebabnya adalah…