PWON Cetak Marketing Sales Rp385 Miliar

NERACA

Jakarta – Di kuartal pertama 2024, PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) membukukan pendapatan prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp385 miliar. Pencapaian positif marketing sales emiten properti ini didorong oleh adanya implementasi insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP),“Di sini terlihat di first quarter kita capai Rp385 miliar totalnya terdukung oleh katalis positif oleh PPNDTP,"kata Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan PWON, Minarto di Jakarta, kemarin.

Asal tahu saja, capaian marketing sales PWON itu naik 29% jika dibandingkan dengan torehan marketing sales pada periode yang sama di 2023 yaitu Rp298 miliar. Adapun, perincian pembukuan marketing sales PWON sepanjang kuartal I/2024 berasal dari rumah tapak senilai Rp158 miliar dan high rise Rp227 miliar. Sepanjang 2024 PWON membidik target moderat pada tahun ini. Di mana, marketing sales ditargetkan dapat tembus Rp1,5 triliun. "Mengenai target, kami targetkan revenue bisa bertumbuh single digit tahun ini," tuturnya.

Sebagai informasi, sepanjang kuartal I/2024 PWON membukukan pendapatan bersih sebesar Rp1,53 triliun. Angka itu naik 11% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,38 triliun. Penopangnya, pendapatan sewa ruangan tumbuh 14,3% secara tahunan menjadi Rp502,41 miliar pada kuartal pertama 2024. Senada, pendapatan hotel meningkat 11,9% secara tahunan menjadi Rp272,68 miliar.

Lalu, penjualan kondominium dan kantor naik 16,2% secara tahunan menjadi Rp186,36 miliar. Selanjutnya, pendapatan jasa pemeliharaan tumbuh 3,4% secara tahunan menjadi Rp211,22 miliar. Berikutnya, pendapatan usaha lainnya meningkat 9,4% secara tahunan menjadi Rp196,8 miliar. Demikian juga dengan penjualan tanah dan bangunan yang merambat 2,1% secara tahunan menjadi Rp143,01 miliar.

Sementara itu, laba bruto tahun ini tercatat Rp852 miliar, naik 14% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp747 miliar, sedangkan EBITDA sebesar Rp833 miliar, naik 8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp771 miliar.

Sementara laba bersih sebesar Rp330,91 miliar atau turun 44,5% dibanding periode sama tahun 2023 yang mencapai Rp595,38 miliar. Dampaknya, laba per saham dasar melorot ke level Rp6,87 per lembar pada akhir Maret 2024. Sedangkan akhir Maret 2023 berada di level Rp12,36 per helai.

Sebaliknya, pendapayan emiten properti ini tercatat Rp1,53 triliun atau tumbuh 10,8% dibanding kuartal pertama 2023 sebesar Rp1,384 triliun. Berbalik dibanding kuartal pertama 2023 yang membukukan keuntungan kurs senilai Rp187,25 miliar. Sementara itu, jumlah kewajiban bertambah 2,9% dibanding akhir tahun 2023 menjadi Rp10,209 triliun pada akhir Maret 2024. Pada sisi lain, total ekuitas meningkat 1,7% dibanding akhir tahun 2023 menjadi Rp23,184 triliun pada akhir kuartal pertama 2024.

BERITA TERKAIT

Masih Ditopang BSD City - BSDE Bukukan Marketing Sales Rp4,84 Triliun

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2024, emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan prapenjualan (marketing sales) sebesar…

Catatkan Volume 600 Ribu Ton - OJK Bantah Transaksi Bursa Karbon Dibilang Sepi

NERACA  Jakarta – Optimisme transaksi bursa karbon akan tumbuh, rupanya masih jauh dari target lantaran sepinya transaksi. Namun demikian, Otoritas…

Kebijakan Short Selling Bakal Dirilis Oktober

NERACA Jakarta – Bila tidak ada aral melintang, kebijakan short selling dalam rangka meningkatkan likuiditas transaksi saham di pasar akan…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Masih Ditopang BSD City - BSDE Bukukan Marketing Sales Rp4,84 Triliun

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2024, emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan prapenjualan (marketing sales) sebesar…

Catatkan Volume 600 Ribu Ton - OJK Bantah Transaksi Bursa Karbon Dibilang Sepi

NERACA  Jakarta – Optimisme transaksi bursa karbon akan tumbuh, rupanya masih jauh dari target lantaran sepinya transaksi. Namun demikian, Otoritas…

Kebijakan Short Selling Bakal Dirilis Oktober

NERACA Jakarta – Bila tidak ada aral melintang, kebijakan short selling dalam rangka meningkatkan likuiditas transaksi saham di pasar akan…