Indonesia Incar Peluang Kerja Sama Kopi dengan Australia - MICE 2024

NERACA

Melbourne – Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Sydney dan Atase Perdagangan Canberra bekerja sama dengan Bank Indonesia Beijing menghadirkan  empat ekshibitor unggulan dari Indonesia dalam Melbourne International Coffee Expo (MICE) 2024. Indonesia telah berpartisipasi pada pameran tersebut sebanyak sembilan kali sejak 2012.

Duta Besar RI untuk Australia, Siswo Pramono mengungkapkan, “kehadiran Paviliun Indonesia pada pameran MICE 2024 ini merupakan kolaborasi apik antara ITPC Sydney, Bank Indonesia Beijing, KJRI Melbourne, serta Atase Perdagangan KBRI Canberra. Keikutsertaan  Indonesia sembilan kalinya pada pameran dagang ini tidak hanya menampilkan keunggulan kopi Indonesia, tetapi juga diharapkan membuka peluang kerja sama bisnis yang lebih luas dengan para pengusaha kopi di Australia.”

Siswo menyatakan, kolaborasi tersebut menunjukkan komitmen kuat dari berbagai pihak dalam mempromosikan kekayaan kopi Indonesia. Paviliun Indonesia menghadirkan empat ekshibitor unggulan  dari Indonesia, yaitu Aslan Coffee Roaster, Opal Coffee Roaster, PT Ijonesia, dan PT Expindo.

Produk kopi unggulan yang dipamerkan kali ini merupakan jenis roasted beans dari Aceh, Sumatra  Utara, Jawa Timur, dan Jawa Barat, yang menunjukkan keberagaman dan kekayaan varietas kopi Indonesia.

Sementara itu, KJRI Melbourne mendatangkan lima ekshibitor kopi Indonesia, yaitu Kancil Global, Ariga Coffee, Anhar Coffee, Papua Black Gold Coffee, dan Baliem Blue. Kopi-kopi yang dihadirkan para ekshibitor tersebut berasal dari daerah Nusa Tenggara Timur, Sumatra Barat, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi  Selatan, dan Papua.

Paviliun Indonesia pada pameran kali ini terasa istimewa dengan hadirnya kopi-kopi yang berasal dari  Papua melalui Anhar Coffee, Papua Black Gold Coffee, dan Baliem Blue.

Kepala ITPC Sydney Christhophorus Barutu menyatakan, Kopi Indonesia berhasil menarik minat buyer di Australia dengan meraup transaksi potensial senilai USD102 ribu atau setara Rp1,63 miliar pada hari pertama MICE 2024. 

Selain produk kopi, Paviliun Indonesia juga menampilkan produk pengemasan (packaging) paling inovatif  di dunia dari PT Ijonesia. PT Ijonesia hadir dengan membawa produk sedotan minuman yang terbuat dari rumput laut yang dapat terurai di dalam laut sehingga tidak mencemari lingkungan hidup. Produk ini  telah banyak memenangkan berbagai penghargaan Internasional untuk produk-produk ramah lingkungan.

“Kopi Indonesia berhasil menarik minat buyer di Australia dengan meraup transaksi potensial senilai USD 102 ribu atau setara Rp1,63 miliar pada hari pertama MICE 2024. Hari pertama MICE 2024 dimeriahkan   dengan serangkaian kegiatan yang menarik, antara lain kompetisi barista, demonstrasi memanggang  kopi (coffee roasting), serta pelatihan seni late (latte art). Paviliun Indonesia sendiri mengadakan kegiatan coffee cupping dan sampling bagi pengunjung MICE 2024,” jelas Christhophorus.

Lebih lanjut jika berbicara kopi tidak akan pernah ada habisnya. Hal ini lantaran kopi memiliki peluang pasar yang sangat besar karena konsumsi kopi baik nasional maupun internasional terus meningkat, bahkan kini semakin marak bermunculan ragam produk olahan kopi.

Seiring dengan pengembangannya, tak dapat dipungkiri persaingan kopi di pasar global kian ketat. Tak hanya itu, petani kopi juga masih dihadapkan berbagai tantangan seperti luas lahan, produktivitas, kualitas produksi, harga, penyakit tanaman kopi bahkan ditambah dengan adanya perubahan iklim. Hal tersebut tentu dapat berdampak signifikan terhadap pendapatan petani dan perluasan kebun kopinya. 

Melihat fakta tersebut, Direktorat Jenderal Perkebunan, tentu tak tinggal diam, terus berupaya mencari solusi bagi petani.

Atas dasar itu jugalah Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah, meminta jajarannya agar kontinyu melakukan pembinaan dan mensosialisasikan pentingnya kelembagaan yang melibatkan stakeholder terkait, demi menyiapkan petani menghadapi berbagai tantangan tersebut.

Selain itu, juga diminta jajarannya agar terus mendorong peran generasi muda dalam mengembangkan dan memajukan sektor perkebunan.

"Inilah saatnya petani milenial ikut terjun langsung geluti dan kembangkan komoditas perkebunan beserta produk turunannya. Optimalkan inovasi dan hasilkan produk baru yang jitu. Kita perkaya dan sinergikan bersama kekuatan komoditas kita. Tentunya disesuaikan dengan trend pasar saat ini dan teknologi yang mumpuni, dengan didukung ide kreatif, inovatif dan komitmen yang kuat, agar kualitas hasil produksi hingga produk turunannya semakin bermutu baik, berdaya saing dan berpeluang ekspor menembus pasar global," ungkap Andi Nur.

Andi Nur menekankan, "peluang usaha perkebunan terbuka lebar, untuk itu harus diperhatikan dan dipantau terus ketersediaan komoditas kedepannya, agar dapat terjamin dan keberlanjutan. Sudah saatnya regenerasi petani, diharapkan kita semua dapat bersinergi berkolaborasi bersama-sama memperkuat pertanian ini, mari ajak dan rangkul generasi milenial agar mau ikut menggeluti atau berwirausaha di bidang pertanian termasuk perkebunan.”

 

 

 

BERITA TERKAIT

Penetapan Harga Pembelian Tebu, Tingkatkan Daya Saing Gula Nasional

NERACA Jakarta - Pemerintah telah menentukan harga pembelian tebu demi menjaga keseimbangan harga gula dari hulu hingga hilir, di awal…

Sistem Jaminan Mutu Dukung Modeling PIT

NERACA Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah menyiapkan sistem jaminan mutu melalui penerapan HACCP di Unit Pengolahan Ikan…

WWF Wujudkan Tata Kelola Air yang Inklusif dan Berkelanjutan

NERACA Badung – Gelaran World Water Forum (WWF) ke-10 harus menjadi momentum negara-negara di dunia untuk merevitalisasi aksi nyata dan…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

Penetapan Harga Pembelian Tebu, Tingkatkan Daya Saing Gula Nasional

NERACA Jakarta - Pemerintah telah menentukan harga pembelian tebu demi menjaga keseimbangan harga gula dari hulu hingga hilir, di awal…

Sistem Jaminan Mutu Dukung Modeling PIT

NERACA Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah menyiapkan sistem jaminan mutu melalui penerapan HACCP di Unit Pengolahan Ikan…

WWF Wujudkan Tata Kelola Air yang Inklusif dan Berkelanjutan

NERACA Badung – Gelaran World Water Forum (WWF) ke-10 harus menjadi momentum negara-negara di dunia untuk merevitalisasi aksi nyata dan…