Prodia Bagikan Dividen Rasio 60% dari Laba

NERACA

Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) memutuskan untuk membagikan dividen kepada para pemegang saham dengan rasio 60% dari laba bersih. “Perseroan konsisten untuk membagikan dividen dengan rasio 60% dari laba bersih, meskipun pada tahun buku 2023 laba perseroan mengalami penurunan,”kata Direktur Keuangan Prodia, Liana Kuswandi di Jakarta, kemarin.

Jika menghitung jumlah saham yang beredar sebanyak 937,5 juta saham, maka dividen per saham yang akan diterima oleh pemegang sahamnya sebesar Rp165,97 per lembar saham. Disampaikannya, perseroan melihat pembagian dari dividend payout ratio itu dimungkinkan, karena juga secara saldo kas bisa memberikannya pada para pemegang saham, dan ini tidak mengganggu operasional perusahaan. Tahun lalu, emiten laboratorium kesehatan ini membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk PRDA turun 30,07% secara year-on-year (YoY) menjadi Rp259,87 miliar, dibandingkan periode sama 2022 sebesar Rp371,64 miliar.

Sementara itu, pendapatan PRDA naik 1,87% menjadi Rp2,2 triliun pada 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,18 triliun. "Atas pencapaian ini, Prodia akan melanjutkan riwayat rasio pembagian dividen yang sama dengan periode sebelumnya, yaitu sebesar Rp155,6 miliar atau 60% dari laba bersih," katanya.

Ditambahkan Liana, pembagian dividen kemungkinan akan dibagikan dalam kurun waktu satu bulan dari sekarang, untuk jadwal pastinya akan diumumkan kemudian. Adapun, sepanjang 2023, jumlah kunjungan Prodia mencapai angka lebih dari 2,83 juta, dengan jumlah volume penjualan yang lebih dari 20,5 juta.

Selain itu, pada tahun lalu Prodia telah mengembangkan 18 tes baru dari Next-Generation Lab mulai dari tes diagnosis, terapi target, farmakogenomik, serta preventif dan prediktif.  Capaian kinerja perseroan pada 2023 juga didukung oleh ragam inovasi pengembangan tes laboratorium, peluncuran aplikasi U by Prodia oleh anak usaha perseroan, serta upaya ekspansi Prodia dengan terus melakukan penetrasi pasar dengan penambahan jejaring outletnya.

Untuk mendorong pertumbuhan pendapatan pada 2024, Prodia akan mengimplementasikan strategi bisnis dengan mendorong pendekatan kepada pelanggan, baik kepada konsumen maupun antar perusahaan. PRDA juga akan mengoptimalkan layanan Prodia Anywhere Services, ekspansi layanan klinik dan outlet, serta meningkatkan kontribusi transaksi digital.

 

BERITA TERKAIT

Elitery Dinobatkan Sebagai Google Cloud MSP di Indonesia

Elitery penyedia solusi dan layanan berbasis cloud terkemuka, mengumumkan telah menjadi Google Cloud Managed Services Provider (MSP). Direktur Utama Elitery,…

Bank Neo Commerce Balikkan Rugi Jadi Laba

Di kuartal pertama 2024, PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) berhasil membalikkan rugi jadi laba. Disebutkan, laba perseroan tercatat Rp14,23…

Pacu Revolusi Lewat AI - BTN Transformasi Digital dan Fokus Customer-Centric

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) telah menerapkan Artificial Intelligence (AI) dengan memberdayakan teknologi Big Data dan Machine Learning…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Elitery Dinobatkan Sebagai Google Cloud MSP di Indonesia

Elitery penyedia solusi dan layanan berbasis cloud terkemuka, mengumumkan telah menjadi Google Cloud Managed Services Provider (MSP). Direktur Utama Elitery,…

Bank Neo Commerce Balikkan Rugi Jadi Laba

Di kuartal pertama 2024, PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) berhasil membalikkan rugi jadi laba. Disebutkan, laba perseroan tercatat Rp14,23…

Pacu Revolusi Lewat AI - BTN Transformasi Digital dan Fokus Customer-Centric

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) telah menerapkan Artificial Intelligence (AI) dengan memberdayakan teknologi Big Data dan Machine Learning…