Luncurkan Layanan dan Alat Baru - Komitmen RS Siloam Melawan Kanker dan Menutup Gap

Dalam rangka meningkatkan layanan kesehatan dan juga komitmen meningkatkan kesadaran serta mendorong upaya pencegahan, deteksi dan pengobatan kanker, Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam Hospital Jakarta sebagai pusat rujukan kanker nasional terus melakukan inovasi dalam pengobatan kanker dengan meresmikan 2 layanan baru dan 2 peralatan baru untuk pengobatan kanker, antara lain: Gastrointestinal Cancer Center (GCC) untuk pusat pelayanan kanker sistem pencernaan dan organ dalam, Gynaecologic Oncology Center (GOC) untuk pusat pelayanan kanker rahim, penambahan alat PET/CT untuk layanan radiologi, serta alat Flow-Cytometry untuk kanker darah.

dr. Adityawati Ganggaiswari, M.Biomed, MARS, Direktur MRCCC mengatakan, seiring dengan bertambahnya kasus kanker di Indonesia yang semakin kompleks, pendekatan multidisiplin dari berbagai macam spesialis yang terkoordinasi diperlukan untuk menghasilkan prognosis optimal yang berfokus pada kesembuhan pasien.

Untuk mendukung hal tersebut, MRCCC melakukan grand launching beberapa fasilitas baru seperti GCC, GOC, alat PET/CT kedua, dan Flow Cytometry. Di MRCCC, deteksi dini, bedah onkologi, kemoterapi, dan radioterapi dilakukan terpusat pada satu lokasi.“MRCCC terus mengembangkan diri dan pada sepanjang tahun 2023 tercatat telah melayani lebih dari 30.000 pasien kanker, lebih dari 30.000 radioterapi, lebih dari 10.000 kemoterapi, lebih dari 6.000 prosedur pemindaian PET-CT, dan melakukan lebih dari 3.000 tindakan operasi,”ujarnya di Jakarta, Jum’at (23/2).

MRCCC, lanjutnya, juga menyediakan berbagai modalitas pengobatan kanker seperti bedah, kemoterapi, radioterapi, serta pengobatan yang customized seperti targeted therapy dan imunoterapi sesuai dengan hasil pemeriksaan genetik masing-masing individu.

Pengobatan kanker di MRCCC ke depannya akan lebih bersifat personalized berdasarkan jenis dan mutasi gen kanker. Contohnya, dua orang yang terdiagnosis kanker payudara belum tentu membutuhkan pengobatan yang sama karena karakteristik sel kanker dapat berbeda.

Sementara Caroline Riady, Managing Director Grup RS Siloam menambahkan, dengan hadirnya 2 layanan baru dan 2 peralatan baru menjadi komitmen perseroan untuk mengambil peran dan langkah memastikan kesenjangan terhadap penanggulangan kanker dapat ditutup sehingga setiap individu bisa mengakses layanan kanker serta mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan dengan lebih cepat dan lebih baik. “Siloam melalui MRCCC akan terus melangkah bersama Indonesia dalam memberikan akses layanan kesehatan berkualitas, terutama pada penyakit kanker. Maka dari itu, layanan dan fasilitas baru telah kami buka di MRCCC supaya semakin banyak masyarakat yang dapat terbebas dari kanker,”katanya.

 

Skrining Kanker

Selain itu, program skrining kanker payudara dengan nama Selangkah (Semangat Lawan Kanker) yang dilakukan oleh Grup RS Siloam pada tahun 2023 melalui 14 cabangnya, berhasil merangkul dan memberikan skrining pada lebih dari 11.000 wanita Indonesia dan berhasil mendeteksi sebanyak 9% dari total partisipan yang terjangkit kanker payudara.

Keberhasilan program ini, membuat Grup RS Siloam memperpanjang program Selangkah hingga akhir tahun 2024 agar dapat menjangkau lebih banyak lagi wanita Indonesia yang membutuhkan. “Mari kita bergandeng tangan dengan mengajak kerabat, teman, keluarga, rekan kerja, serta komunitas untuk ikut bergerak dalam membuat perubahan yang lebih baik menuju Indonesia yang lebih sehat,” ujarnya.

Sebagai informasi, semakin berkembangnya kasus kanker di Indonesia, layanan ini juga semakin berkembang sehingga kebutuhan dokter spesialis juga bertambah. Dimulai hanya dengan 2 dokter spesialis penyakit dalam gastroenterologi dan hepatologi untuk kanker pencernaan, GCC sekarang didukung oleh 14 dokter spesialis dan sub-spesialis seperti dokter spesialis bedah digestif, spesialis penyakit dalam hematologi onkologi medik (Sp.PD-KHOM), serta spesialis radiologi intervensi yang dapat menangani tidak hanya kanker pencernaan, namun juga kasus kanker usus besar, kanker hati, kanker pankreas, dan kanker pencernaan lainnya.

Setiap pasien yang datang ke GCC memiliki kasus yang berbeda, namun GCC juga menyediakan layanan yang komprehensif, dimulai dari deteksi dini, program terapi dan perawatan rehabilitatif. GCC juga menawarkan berbagai macam jenis terapi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien, mulai dari terapi awal seperti bedah saluran pencernaan, kemoterapi, immunoterapi, dan terapi target, hingga terapi lanjutan seperti Trans-Arterial Chemoembolization (TACE), Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP), dan Endoscopic Ultrasound (EUS). Selain itu, GCC juga menyediakan layanan terapi rehabilitatif seperti perawatan paliatif dan unit Wound & Stoma Clinic.

Hingga kini, layanan GCC mencatat pasien terbanyak kedua di MRCCC dengan lebih dari 4.000 pasien dilayani hingga tahun 2023.“Layanan GCC kami buat untuk dapat menjadi one-stop service untuk para pasien yang didukung oleh dokter spesialis, dokter sub-spesialis, serta perawat dan tenaga medis yang terlatih dan profesional” ujar Dr. dr. C. Rinaldi A. Lesmana, SpPD-KGEH, FACG. FINASIM, anggota tim dokter multidisiplin layanan GCC.

 

BERITA TERKAIT

Saat Perjalanan Mudik - Pembesaran Prostat Tak Dianjurkan Konsumsi Minum Manis

Mudik sehat, aman dan nyaman tidak hanya disiapkan dari infrastruktur jalan tetapi juga perlu diperhatikan kesiapan dan kesehatan para pemudik.…

Mengenal dan Deteksi Awal Penyakit Papiledema

Terbatasnya penglihatan dan bahkan nyaris buta yang diderita mantan kiper Timnas Kurnia Mega diketahui karena mengidap penyakit papiledema sejak 2017…

Jaga Kesehatan Saat Mudik, Simak Tipsnya

  Mudik menjadi budaya yang dilakukan orang Indonesia seusai sebulan berpuasa selama Ramadan. Namun, perjalanan jauh sering kali memengaruhi kesehatan…

BERITA LAINNYA DI Kesehatan

Saat Perjalanan Mudik - Pembesaran Prostat Tak Dianjurkan Konsumsi Minum Manis

Mudik sehat, aman dan nyaman tidak hanya disiapkan dari infrastruktur jalan tetapi juga perlu diperhatikan kesiapan dan kesehatan para pemudik.…

Mengenal dan Deteksi Awal Penyakit Papiledema

Terbatasnya penglihatan dan bahkan nyaris buta yang diderita mantan kiper Timnas Kurnia Mega diketahui karena mengidap penyakit papiledema sejak 2017…

Jaga Kesehatan Saat Mudik, Simak Tipsnya

  Mudik menjadi budaya yang dilakukan orang Indonesia seusai sebulan berpuasa selama Ramadan. Namun, perjalanan jauh sering kali memengaruhi kesehatan…