Gandeng Chevron - Pertamina Geothermal Garap WKP di Lampung

NERACA

Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnisnya, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) terus mengeksplorasi potensi sumur panas bumi baru. Teranyar, perseroan bersama Chevron New Energies Holdings Indonesia Ltd (Chevron) bikin usaha patungan untuk mengembangkan Wilayah Kerja Panasbumi (WKP) Way Ratai, Lampung dan terus berlanjut.

Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyebutkan, perusahaan patungan tersebut yakniPT Cahaya Anagata Energy. Adapun 40% saham PT Cahaya Anagata Energy dimiliki oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. Sisanya sebanyak 60% dikantongi oleh Chevron.“WKP Way Ratai ini sangat strategis dan salah satu yang terbaik di Indonesia, posisi Way Ratai ini juga memiliki peran penting sebagai hub di Sumatra sehingga bisa menambah nilai dari panas bumi dengan mengembangkan secondary product khususnya green hydrogen,”kata Direktur Utama PGEO, Julfi Hadi.

Dirinya optimis kerja sama ini menjadi langkah maju yang positif. Dijelaskannya pula, perusahaan patungan yang diberi nama PT Cahaya Anagata Energy dalam bahasa sansekerta berarti masa depan yang mencerminkan komitmen berkelanjutan kedua belah pihak dalam mengembangkan energi baru dan energi terbarukan (EBT) sebagai energi masa depan."Semua ini berfokus dan sejalan dengan agenda pemerintah untuk mencapai net zero emission 2060," ujarnya.

Sementara PTH. Direktur Utama Pertamina New & Renewable Energy (PNRE), Said Reza Pahlevy menyampaikan penandatanganan akta pendirian ini menandai langkah maju yang signifikan dalam upaya mencapai solusi energi berkelanjutan. PT Cahaya Anagata Energy akan fokus melakukan eksplorasi panas bumi di WKP Way Ratai, Lampung, yang akan dilakukan hingga 2028.

Sebelumnya PGEO dan Chevron yang tergabung dalam satu konsorsium telah diumumkan sebagai pemenang lelang WKP Way Ratai oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Juni silam. Di kuartal tiga 2023, PGEO membukukan kenaikan pendapatan dan laba bersih. Dimana pendapatan usaha sebesar US$308,92 juta atau setara Rp4,78 triliun (Kurs Jisdor Rp15.478 per dolar AS) atau naik 7,49% dibandingkan dengan periode sebelumnya yang tercatat sebesar US$287,39 juta.  

Pendapatan tersebut ditopang oleh penjualan uap dan listrik kepada pihak berelasi yaitu PT Indonesia Power dari sumur Kamojang US$50,17 juta. Kemudian kepada pihak PLN yang bersumber dari 5 sumur yaitu Ulubelu, Lahendonh, Kamojang, Lumut Balai, dan Karaha senilai total US$242,45 juta. Selain itu ada pula segmen subjumlah penjualan operasi sendiri sebesar US$292,62 juta. 

Selanjutnya ada production allowances pihak ketiga sebesar US$15,57 juta. Dan terakhir penjualan carbon credit senilai US$732 ribu. Seiring dengan naiknya pendapatan, beban pokok pendapatan PGEO juga tercatat naik 3,11% menjadi US$126,21 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US122,40 juta.  

Meski begitu, laba bruto perseroan tercatat sebesar US$182,71 juta, setara dengan Rp2,82 triliun. Angka tersebut naik 10,74% dibandingkan dengan kuartal III/2022 sebesar US$122,40 juta. Setelah dikurangi berbagai beban yang dapat diefisiensikan PGEO mencatatkan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp133,50 juta atau setara Rp2,06 triliun. Angka tersebut naik 19,81% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar US$111,43 juta. 

 

BERITA TERKAIT

Dihadapkan Berbagai Tantangan - Pasar Modal Indonesia Jadi Pilihan Pendanaan

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan rekor IPO di 2023 kemarin, pasar modal Indonesia tahun ini dihadapkan dengan berbagai peluang dan…

Kejar Pertumbuhan Bisnis - Mandiri Herindo Kontraktor Tunggal Hauling KPC

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA) atau Mandiri Services resmi menjadi kontraktor tunggal pengangkutan…

ICDX Edukasi Bursa Berjangka Bagi Jurnalis

Dalam rangka mengedukasi masyarakat tentang perdagangan berjangka komoditi, Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Dihadapkan Berbagai Tantangan - Pasar Modal Indonesia Jadi Pilihan Pendanaan

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan rekor IPO di 2023 kemarin, pasar modal Indonesia tahun ini dihadapkan dengan berbagai peluang dan…

Kejar Pertumbuhan Bisnis - Mandiri Herindo Kontraktor Tunggal Hauling KPC

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA) atau Mandiri Services resmi menjadi kontraktor tunggal pengangkutan…

ICDX Edukasi Bursa Berjangka Bagi Jurnalis

Dalam rangka mengedukasi masyarakat tentang perdagangan berjangka komoditi, Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia…