Ketua Sementara KPK Sebut Pengusaha Muhamad Suryo Belum Tersangka

Jakarta, Ketua Sementara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango, memberikan peringatan kepada rekan-rekannya untuk tidak sembarangan menyebut seseorang sebagai tersangka. Ketiga Wakil Ketua KPK, yaitu Alexander Marwata, Nurul Ghufron, dan Johanis Tanak, hanya boleh menyampaikan status hukum seseorang melalui konferensi pers resmi.

Peringatan ini muncul setelah Wakil Ketua KPK Johanis Tanak mengumumkan pengembangan kasus dugaan suap proyek di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA). Dalam pengembangan tersebut, seorang pengusaha bernama MS atau Muhamad Suryo disebut menjadi tersangka.

Nawawi mengingatkan agar pengumuman status tersangka dilakukan setelah tindakan penahanan atau tindakan hukum tertentu. Hal ini bertujuan untuk menghindari keceplosan yang dapat menimbulkan persoalan.

“Jangan sebelum tindakan penahanan atau tindakan apa sudah keburu ngomong, keceplosan, oh, ini sudah tersangka. Ini menimbulkan persoalan,” kata Nawawi seperti dikutip dari tayangan YouTube KPK RI, Selasa, 28 November.

Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur, juga menegaskan keterbatasannya dalam memberikan informasi terkait penetapan tersangka MS. Ia menyatakan bahwa pengumuman tersangka beserta penjelasan konstruksi perkara sebaiknya dilakukan saat penahanan untuk menghindari simpang siur.

Asep Guntur tidak mengetahui detail penetapan tersangka MS karena tidak terlibat dalam kesimpulan penetapan tersebut. "Bagaimana prosesnya dan lain-lain, saya tidak tahu dan saya tidak ada di sini. Jika nanti ditetapkan tersangka, nanti pasti diumumkan," tandas Asep Selasa, 28 November. Menurutnya proses pengumuman tersangka di KPK dilakukan secara resmi melalui konferensi pers yang melibatkan pejabat tertentu, seperti Direktur Penyidikan dan Deputi Penyidikan.

Informasi juga mencuat bahwa Nawawi Pomolango, dalam gelar perkara penetapan tersangka MS atau Muhamad Suryo, keberatan atas kehadiran Firli Bahuri dan bahkan keluar ruangan. Adapun Deputi Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, menyatakan bahwa pengumuman penetapan tersangka MS akan dilakukan melalui konferensi pers.

Berdasarkan informasi, penetapan tersangka MS disetujui oleh tiga pimpinan KPK saat itu, yaitu Firli Bahuri, Alexander Marwata, dan Johanis Tanak. Firli Bahuri sendiri pada saat itu sudah menjadi tersangka atas dugaan pemerasan terhadap eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Presiden Jokowi kemudian pada Jumat malam (24/11/2023) mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) pemberhentian sementara Firli Bahuri dari jabatan Ketua KPK dan menunjuk Nawawi Pomolango sebagai Ketua Sementara KPK.

BERITA TERKAIT

Kembangkan Ekosistem Keuangan Kampus, BNI dan Telkom University Kerja Sama Ciptakan Pembayaran Terintegrasi

Neraca, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan ekosistem keuangan di lingkungan akademis melalui…

Kinerja Bank Muamalat Periode 2019 - 2023

Suasana pelayanan nasabah di Kantor Cabang Bank Muamalat belum lama ini. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, kinerja keuangan PT…

JASA PENGGILINGAN KOPI

JASA PENGGILINGAN KOPI : Pekerja menggiling biji kopi Robusta menggunakan mesin giling portabel di Desa Jambon, Gemawang, Temanggung, Jawa Tengah,…

BERITA LAINNYA DI Berita Foto

Kembangkan Ekosistem Keuangan Kampus, BNI dan Telkom University Kerja Sama Ciptakan Pembayaran Terintegrasi

Neraca, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan ekosistem keuangan di lingkungan akademis melalui…

Kinerja Bank Muamalat Periode 2019 - 2023

Suasana pelayanan nasabah di Kantor Cabang Bank Muamalat belum lama ini. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, kinerja keuangan PT…

JASA PENGGILINGAN KOPI

JASA PENGGILINGAN KOPI : Pekerja menggiling biji kopi Robusta menggunakan mesin giling portabel di Desa Jambon, Gemawang, Temanggung, Jawa Tengah,…