KKP Siapkan Beragam Gelaran di Harkannas 2023

NERACA

Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan beragam kegiatan menarik dalam gelaran Harkannas Tahun 2023. Mulai dari pasar ikan murah, lomba masak ikan, expo produk perikanan, hingga bagi-bagi ikan gratis.  Rencananya kegiatan bertajuk "Ikan untuk Generasi Emas" tersebut akan berlangsung di Lapangan Banteng, Jakarta pada 19-21 November 2023.

"Ada banyak agenda kegiatan untuk menyemarakkan Harkannas ke-10 tahun ini," ujar Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistiyo.

Budi memaparkan kegiatan Harkannas tahun ini, tidak hanya kegiatan demo masak ikan dan expo produk perikanan, tetapi juga ada kegiatan pembagian ikan gratis, pasar ikan murah, hiburan dan doorprize, serta aktivasi digital yang bisa diikuti di tempat acara.

Tahun 2023 ini, juga diagendakan Pencanangan Tahun Tuna Indonesia 2024 oleh Menteri Kelautan dan Perikanan pada puncak peringatan Harkannas tanggal 21 November 2023 di Lapangan Banteng Jakarta.

"Intinya kita ingin mengajak masyarakat untuk merasakan kecintaan terhadap ikan dengan makan beraneka olahan ikan," jelas Budi.

Senada, Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP, Erwin Dwiyana memastikan akan ada Lomba Masak Serba Ikan (LMSI) Tingkat Nasional yang diikuti oleh perwakilan dari tiap provinsi di Indonesia.

"Ini acara 3 hari full di Lapangan Banteng, Jakarta, jadi buat masyarakat khususnya di Jabodetabek, kami mengundang untuk datang dan memeriahkan acara ini," kata Erwin.

Kendati dipusatkan di Jakarta, Erwin mengimbau masyarakat yang di luar Jabodetabek pun dapat ikut meramaikan Harkannas dengan mengikuti reels challenge atau twibbon dan memposting pengalaman atau kisah unik tentang makan ikan.

"Jauh bukan berarti tak bisa meramaikan, silakan dicek instagram Gemarikan dan Ditjen PDSPKP, ada lomba-lomba yang juga bisa diikuti di momen Harkannas kali ini," terang Erwin.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengajak para siswa sekolah dasar untuk rajin mengonsumsi ikan. Menurutnya, konsumsi ikan sangat penting agar kebutuhan gizi harian bisa terpenuhi.

Sebelumnya, Trenggono memastikan akan terus memacu pertumbuhan ekonomi sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Lebih lanjut, KKP melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) secara berkelanjutan berupaya meningkatkan Angka Konsumsi Ikan (AKI), salah satunya melalui diversifikasi olahan produk perikanan.

KKP memiliki target AKI di tahun 2024, sebesar 62,05 kg/kapita per tahun. Pada 2021, tercatat AKI nasional mencapai 55,37 kg/kapita pada 2021. Angka tersebut  tumbuh 1,48 persen dibanding tahun sebelumnya, sebesar 54,56 kg/kapita.

Seperti diketahui, konsumsi ikan yang tinggi, terbukti mampu menurunkan angka, seperti yang terjadi di Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Berdasarkan data Susenas 2020, masyarakat Tulang Bawang memiliki preferensi konsumsi yang tinggi pada ikan segar, ikan lele dan ikan diawetkan. Sementara data Riskesda 2021 menunjukkan angka stunting di wilayah tersebut adalah 9,5 persen.

Tidak hanya itu, KKP, melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) pun mendorong konsumsi ikan dengan terus menggalakkan Gemarikan. Sehingga dalam hal ini Ditjen PDSPKP terus mengedukasi produk olahan dengan lebih menonjolkan agar masyarakat memiliki cara lain menikmati ikan.

Sehingga dalam hal ini KKP terus mendorong peningkatan AKI. Sebab dengan peningkatan konsumsi ikan ditujukan untuk mencegah stunting sekaligus menjaga daya saing bangsa di masa depan.

Sebab, KKP menargetkan pertumbuhan konsumsi ikan nasional sebesar 2,43 persen per tahun dan diharapkan mencapai 62,05 kg/kapita setara ikan utuh segar di tahun 2024.

Sehingga KKP memastikan kegiatan Safari Gemarikan diberbagai wilayah bisa menyerap produk-produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berbahan ikan. Maka dalam hal ini KKP menggandeng lintas lembaga, lintas sektoral, lintas profesi serta lintas budaya di berbagai lokasi. Harapannya AKI dapat terus meningkat dari tahun ke tahun.

Disisi lain, KKP juga telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga pasokan tetap aman dan mengantisipasi tingginya harga ikan, seperti peningkatan produksi perikanan budidaya, memberikan fasilitas cold storage dan kendaraan berpendingin, pengembangan koridor logistik ikan, melakukan implementasi sistem resi gudang komoditas ikan, serta menggelar bazar atau pasar ikan murah secara online dan offline bekerjasama dengan instansi terkait.

 

 

 

BERITA TERKAIT

Lulusan Sekolah Menengah KKP Terserap Industri Perikanan Luar Negeri

NERACA Tegal – Sebanyak 103 lulusan Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dari total 331…

TKDN Pertamina Tahun 2023 Sebesar Rp 374 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang 2023, Pertamina Group berhasil melakukan penyerapan realisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 47% dari total…

Industri Kerajinan Nusantara Menggerakkan Ekonomi Negara

NERACA Jakarta – Industri kerajinan Nusantara menyimpan potensi besar sebagai sumber penghidupan masyarakat di berbagai daerah, sehingga turutberperan dalam menggerakkan perekonomian…

BERITA LAINNYA DI Industri

Lulusan Sekolah Menengah KKP Terserap Industri Perikanan Luar Negeri

NERACA Tegal – Sebanyak 103 lulusan Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dari total 331…

TKDN Pertamina Tahun 2023 Sebesar Rp 374 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang 2023, Pertamina Group berhasil melakukan penyerapan realisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 47% dari total…

Industri Kerajinan Nusantara Menggerakkan Ekonomi Negara

NERACA Jakarta – Industri kerajinan Nusantara menyimpan potensi besar sebagai sumber penghidupan masyarakat di berbagai daerah, sehingga turutberperan dalam menggerakkan perekonomian…