Potensi Wisata di Pulau Kelapa Kepulauan Seribu, Layak Dicoba

 

Potensi Wisata di Pulau Kelapa Kepulauan Seribu, Layak Dicoba
NERACA
Jakarta - Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta menjadi salah satu destinasi wisata yang masuk dalam kategori Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengungkap bahwa Pulau Kelapa memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, mulai dari keragaman budaya, kuliner, religi, suku, bahasa dan adat istiadat bisa menjadi daya tarik tersendiri.
Percampuran budaya di pulau kelapa menghasilkan budaya baru tentu saja tanpa menghilangkan budaya asalnya, salah satu contohnya adalah prosesi pernikahan. Tidak hanya potensi itu, namun pulau kelapa juga memiliki pemandangan laut yang begitu indah, sehingga memanjakan mata bagi wisatawan. Meski berada dipulau namun, akses ke pulau ini sangat mudah.
Wisatawan yang ingin berkunjung bisa melalui pelabuhan kaliadem dan pelabuhan marina ancol. Dari pelabuhan kaliadem menempuh waktu tiga jam dengan menggunakan kapal tradisional. Jika dari pelabuhan marina ancol menempuh jakarak satu jam tiga puluh menit menggunakan speed boat.
Lalu, apa saja daya tarik di Pulau Kelapa? Pertama pengunjung akan disuguhkan kekayaan alam yang bisa dinikmati diantaranya Transplantasi karang, Tanam mangrove, Release tukik, berkemah di pulau. Tidak hanya wisata alam, namun di desa wisata ini para wisata bisa menikmati Funbike jb, Hunting sunset dan sunrise, Swafoto di lanmark desa 
wisata pulau kelapa, Canoing, Jetski, Diving, Snorkeling, Island hopping/ jelajah pulau, Wisata religi, Mancing mania dan Edukasi bank sampah.
Selanjutnya kesenian. Meski berada di pulau, namun tetap melestarikan seni tradisional seperti Seni tari sulawesi selatan, Tari betawi, Pencak silat kembang kelapa, Marawis, Lenong. 
Dari sisi budaya, beberapa budaya yang masih dilestarikan dan bisa dibagikan sejarahnya 
untuk menambah pengetahuan wisatawan terhadap budaya yang turun temurun seperti syukuran laut yang dahulu bernama asal pesta laut salah satu adat masyarakat bugis sebagai ucapan terimakasih kepada alam. Kemudian ada makam keramat sultan maulana mahmud zakaria yang konon beliau adalah raja ke 3 dari kerajaan banten dan meninggal di pulau panjang. 
Lalu ada adat siram menyiram adalah hal wajib dilakukan seluruh peserta ketika ikut dalam acara adat syukuran laut hingga penumpang kapal pun tak luput untuk disiram. 

 

 

Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta menjadi salah satu destinasi wisata yang masuk dalam kategori Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengungkap bahwa Pulau Kelapa memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, mulai dari keragaman budaya, kuliner, religi, suku, bahasa dan adat istiadat bisa menjadi daya tarik tersendiri.

Percampuran budaya di pulau kelapa menghasilkan budaya baru tentu saja tanpa menghilangkan budaya asalnya, salah satu contohnya adalah prosesi pernikahan. Tidak hanya potensi itu, namun pulau kelapa juga memiliki pemandangan laut yang begitu indah, sehingga memanjakan mata bagi wisatawan. Meski berada dipulau namun, akses ke pulau ini sangat mudah.

Wisatawan yang ingin berkunjung bisa melalui pelabuhan kaliadem dan pelabuhan marina ancol. Dari pelabuhan kaliadem menempuh waktu tiga jam dengan menggunakan kapal tradisional. Jika dari pelabuhan marina ancol menempuh jakarak satu jam tiga puluh menit menggunakan speed boat.

Lalu, apa saja daya tarik di Pulau Kelapa? Pertama pengunjung akan disuguhkan kekayaan alam yang bisa dinikmati diantaranya Transplantasi karang, Tanam mangrove, Release tukik, berkemah di pulau. Tidak hanya wisata alam, namun di desa wisata ini para wisata bisa menikmati Funbike jb, Hunting sunset dan sunrise, Swafoto di lanmark desa wisata pulau kelapa, Canoing, Jetski, Diving, Snorkeling, Island hopping/ jelajah pulau, Wisata religi, Mancing mania dan Edukasi bank sampah.

Selanjutnya kesenian. Meski berada di pulau, namun tetap melestarikan seni tradisional seperti Seni tari sulawesi selatan, Tari betawi, Pencak silat kembang kelapa, Marawis, Lenong. 

Dari sisi budaya, beberapa budaya yang masih dilestarikan dan bisa dibagikan sejarahnya untuk menambah pengetahuan wisatawan terhadap budaya yang turun temurun seperti syukuran laut yang dahulu bernama asal pesta laut salah satu adat masyarakat bugis sebagai ucapan terimakasih kepada alam. Kemudian ada makam keramat sultan maulana mahmud zakaria yang konon beliau adalah raja ke 3 dari kerajaan banten dan meninggal di pulau panjang. 

Lalu ada adat siram menyiram adalah hal wajib dilakukan seluruh peserta ketika ikut dalam acara adat syukuran laut hingga penumpang kapal pun tak luput untuk disiram. 

BERITA TERKAIT

Etihad Airways Resmi Buka Penerbangan Langsung Ke Bali

Penetrasi pasar Asia, Etihad Airways sebagai maskapai penerbangan nasional UEA, mendarat untuk pertama kalinya di Denpasar, Bali pada hari Rabu…

Sambut Musim Liburan - InterContinental Bali Sanur Resort Beri Penawaran Menarik

Musim liburan anak sekolah telah tiba dan Bali masih menjadi destinasi tujuan para wisatawan lokal yang tepat untuk berlibur bersama…

Sejumlah Musisi Nasional Turut Meriahkan Festival Pesona Nusantara di Yogyakarta

  Sejumlah Musisi Nasional Turut Meriahkan Festival Pesona Nusantara di Yogyakarta  NERACA Jakarta – Sejumlah musisi nasional, antara lain Afgan,…

BERITA LAINNYA DI Wisata Indonesia

Etihad Airways Resmi Buka Penerbangan Langsung Ke Bali

Penetrasi pasar Asia, Etihad Airways sebagai maskapai penerbangan nasional UEA, mendarat untuk pertama kalinya di Denpasar, Bali pada hari Rabu…

Sambut Musim Liburan - InterContinental Bali Sanur Resort Beri Penawaran Menarik

Musim liburan anak sekolah telah tiba dan Bali masih menjadi destinasi tujuan para wisatawan lokal yang tepat untuk berlibur bersama…

Sejumlah Musisi Nasional Turut Meriahkan Festival Pesona Nusantara di Yogyakarta

  Sejumlah Musisi Nasional Turut Meriahkan Festival Pesona Nusantara di Yogyakarta  NERACA Jakarta – Sejumlah musisi nasional, antara lain Afgan,…