David Covey Ungkap Penyebab Masalah yang Menghalangi Orang untuk Mencapai Tujuan

 

David Covay Ungkap Penyebab Masalah yang Menghalangi Orang untuk Mencapai Tujuan
NERACA
Jakarta - Dalam Forum Leadership Hulu Migas 2023 "Lead to Win" dengan tema Human Resource Challenges to Realize The Oil Production Target of 1 Million Barrels of Oil Per Day di Yogyakarta, seorang global expert dalam bidang leadership development sekaligus penulis buku terkenal Trap Tales : Outsmarting the 7 Hidden Obstacles to Succes, David M.R Covay menyampaikan penyebab masalah yang menghalangi orang dalam mencapai tujuannya di pekerjaan. 
Pertama,  The Busyness Trap, yakni perangkap kesibukan yang bersumber dari ketidakmampuan menetapkan prioritas dan fokus serta terlalu sering mengiyakan semua permintaan pihak lain. 
Kedua The Procrastination Trap, perangkap prokrastinasi yang membuat kita kerap menunda menjalankan perubahan yang dibutuhkan sampai akhirnya kita dipaksa berubah oleh factor eksternal. 
Ketiga, The Ego Trap, perangkap ego individu yang kerap menjauhi perubahan atau mencoba melakukan pendekatan berbeda karena khawatir gagal sehingga diri sendiri akan terlihat buruk. 
Keempat, The Trigger Trap, perangkap emosi yang mengganggu perspektif sehingga penilaian obyektifnya menjadi terdisrupsi. 
Kelima The Silo Trap, perangkap bekerja secara individual dan tidak sebagai tim karena merasa diri lebih superior dari anggota tim yang lain. 
Lalu The Settling Trap, alias perangkap kemapanan yang membuat orang kehilangan passion dan inspirasi di pekerjaan mereka. 
Terakhir The Myopia Trap, ketidakmampuan orang dalam melihat hubungan antara fungsi atau kontribusi pekerjaannya strategi besar organisasinya.
Lalu bagaimana mengatasi permasalah tersebut? Covey yang merupakan putra dari penulis buku legendaris Stephen R. Covey yang menulis best seller international The 7 Habits itu pun memaparkan cara mengatasinya. Untuk mengatasi The Busyness Trap orang harus menetapkan focus prioritas utama dalam karir dan kehidupan. Lalu demi  mengatasi The Procrastination Trap caranya dengan terus mempertahankan relevansi diri dengan berbagai pembaruan yang ada. 
Selanjutnya masalah ketiga The Ego Trap, dapat diatasi dengan terus belajar, mencoba dan mengulang kembali lebih baik dari setiap kegagalan yang dihadapi. Lalu untuk mengatasi The Trigger Trap caranya dengan menciptakan strategi demi memperluas perspektif diri sendiri sehingga tidak mudah terpicu oleh aksi orang lain.
Adapun perangkat kelima The Silo Trap dapat diatasi dengan menciptakan visi bersama dari setiap orang di organisasi sehingga mereka akan bergerak bersama alih-alih berjalan sendiri. Sementara mengatasi The Settling Trap caranya dengan melakukan pekerjaan yang mencakup empat dimensi kesuksesan dalam karir yakni dari sisi finansial, gagasan, passion, serta memiliki makna yang penting bagi diri kita dan orang lain.  
Lantas, untuk mengatasi perangkap terakhir The Myopia Trap caranya dengan meningkatkan value diri melampaui posisi strukturalnya sehingga kita menjadi kontributor utama kesuksesan di dalam organisasi.  “Dengan memahami perangkap penghambat pekerjaan tersebut serta strategi mengatasinya diharapkan setiap orang mampu mengubah arah hidupnya menjadi lebih baik di setiap fase kehidupan atau karir mereka,” jelas Covey menyimpulkan pemaparannya. 

NERACA

Jakarta - Dalam Forum Leadership Hulu Migas 2023 "Lead to Win" dengan tema Human Resource Challenges to Realize The Oil Production Target of 1 Million Barrels of Oil Per Day di Yogyakarta, seorang global expert dalam bidang leadership development sekaligus penulis buku terkenal Trap Tales : Outsmarting the 7 Hidden Obstacles to Succes, David M.R Covey menyampaikan penyebab masalah yang menghalangi orang dalam mencapai tujuannya di pekerjaan. 

Pertama,  The Busyness Trap, yakni perangkap kesibukan yang bersumber dari ketidakmampuan menetapkan prioritas dan fokus serta terlalu sering mengiyakan semua permintaan pihak lain. 

Kedua The Procrastination Trap, perangkap prokrastinasi yang membuat kita kerap menunda menjalankan perubahan yang dibutuhkan sampai akhirnya kita dipaksa berubah oleh factor eksternal. 

Ketiga, The Ego Trap, perangkap ego individu yang kerap menjauhi perubahan atau mencoba melakukan pendekatan berbeda karena khawatir gagal sehingga diri sendiri akan terlihat buruk. 

Keempat, The Trigger Trap, perangkap emosi yang mengganggu perspektif sehingga penilaian obyektifnya menjadi terdisrupsi. 

Kelima The Silo Trap, perangkap bekerja secara individual dan tidak sebagai tim karena merasa diri lebih superior dari anggota tim yang lain. 

Lalu The Settling Trap, alias perangkap kemapanan yang membuat orang kehilangan passion dan inspirasi di pekerjaan mereka. 

Terakhir The Myopia Trap, ketidakmampuan orang dalam melihat hubungan antara fungsi atau kontribusi pekerjaannya strategi besar organisasinya.

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Dalam forum yang dukung oleh EMP, Medco Energi, Bank BRI, Bank BNI, Bank Mandiri dan  Asuransi Jasindo itu, Covey yang merupakan putra dari penulis buku legendaris Stephen R. Covey yang menulis best seller international The 7 Habits itu pun memaparkan cara mengatasinya. Untuk mengatasi The Busyness Trap orang harus menetapkan focus prioritas utama dalam karir dan kehidupan. Lalu demi  mengatasi The Procrastination Trap caranya dengan terus mempertahankan relevansi diri dengan berbagai pembaruan yang ada. 

Selanjutnya masalah ketiga The Ego Trap, dapat diatasi dengan terus belajar, mencoba dan mengulang kembali lebih baik dari setiap kegagalan yang dihadapi. Lalu untuk mengatasi The Trigger Trap caranya dengan menciptakan strategi demi memperluas perspektif diri sendiri sehingga tidak mudah terpicu oleh aksi orang lain.

Adapun perangkat kelima The Silo Trap dapat diatasi dengan menciptakan visi bersama dari setiap orang di organisasi sehingga mereka akan bergerak bersama alih-alih berjalan sendiri. Sementara mengatasi The Settling Trap caranya dengan melakukan pekerjaan yang mencakup empat dimensi kesuksesan dalam karir yakni dari sisi finansial, gagasan, passion, serta memiliki makna yang penting bagi diri kita dan orang lain.  

Lantas, untuk mengatasi perangkap terakhir The Myopia Trap caranya dengan meningkatkan value diri melampaui posisi strukturalnya sehingga kita menjadi kontributor utama kesuksesan di dalam organisasi.  “Dengan memahami perangkap penghambat pekerjaan tersebut serta strategi mengatasinya diharapkan setiap orang mampu mengubah arah hidupnya menjadi lebih baik di setiap fase kehidupan atau karir mereka,” jelas Covey menyimpulkan pemaparannya. 

 

BERITA TERKAIT

Mampukah Industri Media Luar Griya untuk Bertumbuh?

  NERACA Jakarta - Saat ini industri Media Luar Griya (MLG/OOH) di Indonesia mengalami perubahan dinamis dengan tren industri kembali…

Bangkok RHVAC 2024 dan Bangkok E&E 2024: One Stop Solution untuk Masa Depan NET ZERO

  NERACA Jakarta - Thailand kini siap menggelar Bangkok RHVAC 2024 dan Bangkok E&E 2024, pameran dagang terbesar di Asia…

Gaet Ncess Nabati, MBV Group Luncurkan Brand Kuliner Baru

  Gaet Ncess Nabati, MBV Group Luncurkan Brand Kuliner Baru NERACA Jakarta - PT Mitra Boga Ventura (MBV Group) telah…

BERITA LAINNYA DI Keuangan

Mampukah Industri Media Luar Griya untuk Bertumbuh?

  NERACA Jakarta - Saat ini industri Media Luar Griya (MLG/OOH) di Indonesia mengalami perubahan dinamis dengan tren industri kembali…

Bangkok RHVAC 2024 dan Bangkok E&E 2024: One Stop Solution untuk Masa Depan NET ZERO

  NERACA Jakarta - Thailand kini siap menggelar Bangkok RHVAC 2024 dan Bangkok E&E 2024, pameran dagang terbesar di Asia…

Gaet Ncess Nabati, MBV Group Luncurkan Brand Kuliner Baru

  Gaet Ncess Nabati, MBV Group Luncurkan Brand Kuliner Baru NERACA Jakarta - PT Mitra Boga Ventura (MBV Group) telah…