Kota Depok Majelis Taklim Balai Wartawan Pertama Indonesia: - Profesi Wartawan Beresiko "Dua Kaki" Syurga Atau Neraka dalam Kehidupannya

NERACA

Depok - Kota Depok yang pertama di Indonesia ada kegiatan Majelis Taklim diselenggarakan di Balai Wartawan‎ Pemerintah Kota Depok. Dan, ceramah narasumber pembicaranua  ternyata dalam ceramah narasumbernya juga dikemukakan bahwa profesi wartawan beresiko "Dua Kaki" dalam mejalankan tugas dan aktivitas jurnalistiknya. Satu kaki bisa "Masuk Syurga" dan satu kaki lagi bisa "Masuk Neraka" dan resiko lainnya dalam kehidupan bidang ekonomi sosial politik hukum dan lainnya. Berbagai resiko ini  "tergantung" pada niat dan tujuan atau konsepsi kebahagiaan wartawannya sesuai dalam hati dan nuraninya  mengaktualisasikan  tugas dan karya jurnalistik  kewartawanannya. Demikian rangkuman bahan dan keterangan liputan NERACA saat dibukanya kembali pengajian bulanan Majelis Taklim Balai Wartawan (MT Balwan) Kota Depok yang hadirkan narasumber KH Syarif Abdul Wahab Ketua Majelis At-Taubah juga pengusaha sapi kurban Kota Depok dan Ustadz H.Wijayanto M.SI Staf Ahli Walikota Depok DR. KH. Mohammad Idris MA, baru-baru ini di balai wartawan Gedung Dibaleka Pemerintah Kota Depok, jalan Margonda Raya, baru-baru ini.

‎Pembukaan kembali majelis taklim setelah istirahat karena sambut bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H dengan tema ‘Jadikan Spirit Silaturahmi Untuk Menguatkan Sinergi Antar Wartawan Dalam Meraih Ridho Allah SWT’. Majelis Taklim Balai Wartawan (MT Balwan) Kota Depok sejak tahun 2022, kegiatan rutin diantaranya "Pengajian Bulanan" dan kegiatan keagamaan lainnya.

Menuru‎t Ustadz H. Wijayanto M.SI, kegiatan majelis taklim yang diselenggarakan di Balai Wartawan Kota Depok merupakan yang pertama ada di Indonesia.‎"Saya apresiasi kegiatan ini akan dapat meningkatkan kualitas intelektual dan spiritual profesi wartawan yang makin maju memberikan manfaat bagi wartawan dan medianya serta warga dan Pemerintah Kota Depok yang maju berbudaya dan sejahtera," saat ditemui NERACA disela kesibukannya beramah-tamah dengan banyak wartawan berbagai media yang hadir.

Sedangkan KH‎. Syarif Abdul Wahab banyak mendapat respons spontans terkait isi ceramahnya yang menyentuh langsung resiko tugas jurnalistik kewartawanan."Wartawan itu dua kakinya beresiko, yaitu yang satu bisa masuk syurga dan yang satu lagi bisa juga masuk neraka, tergantung niat dan tujuan karya tulisan jurnalistiknya tentang seseorang yang ditulisnya dan disampaikan kepada publik," katanya.

Bahkan, lanjutnya, juga membuat seserorang yang diberitakan dalam karya jurnalistiknya, bisa dibuat maju dan berkembang kehidupan ekonominya, tapi juga bisa sebaliknya. Pernceramah juga banyak bercerita tentang kehidupan‎ para nabi dan sahabatnya serta lainnya yang diriwayatkan dalam hadis yang diakui kesahihannya. Dan, ceramahnya kadang mengundang gelak tawa yang terkait niat baik prilaku wartawan dalam bertugas di lapangan.

Sebetulnya, ‎menurut Staf Ahli Walikota Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan Kota Depok, H. Wijayanto M.SI, bahwa dirinya mewakili Walikota Depok, DR. KH. Mohammad Idris MA berhalangan hadir, karena ada kegiatan mendadak yang bersamaan waktunya dan tidak bisa diwakilkan kepada Wakil Walikota maupun Sekretaris Daerah Kota Depok Drs. Supian Suri MM, meski sebelumnya jadwal hari, tanggal dan waktunya yang menetapkan Walikota.

“Pak Wali kota menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh pengurus dan jamaah Majelis Taklim Balwan Kota Depok. Seyogyanya beliau mau hadir, namun karena ada kegiatan yang mendadak dan waktunya bersamaan,” ujar Wijayanto.

Namun, katanya, Walikota sangat mengapresiasi kegiatan para wartawan yang tergabung di Majelis Taklim Balwan Kota Depok, selain memberikan energi positif dalam membangun silaturahim antar wartawan, juga mendapat ilmu agama sebagai bekal kelak nanti serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

‎“Apresiasi yang luar biasa. Sepengetahuan saya baru ada nih, Balai Wartawan se-Indonesia yang ngadain pengajian rutin tiap bulannya, pertama di Depok,” tuturnya kepada wartawan.

Menurut ‎Wijayanto, Walikota  juga menyampaikan pesan, bahwa dibalik urusan dunia ada urusan akhirat yang tidak boleh ditinggalkan, apapun profesinya. Ia juga berharap, kegiatan tersebut dapat terus berjalan dan dikembangkan. Serta dapat menjadi contoh oleh balai wartawan di daerah lain.

‎“Saya melihat ada pesan mendalam yang disampaikan dalam kegiatan ini, yaitu ingin membentuk teman-teman sesama wartawan dan keluarga menjadi insan yang profesional dan berkarakter,” ujarnya.

‎Sementara KH. Syarif Abdul Wahab kembali mengingatkan, yang bisa berangkatkan orang beribadah umroh dan haji dalam tausyiahnya  menyampaikan, bagaimana kita bisa mendapatkan keridhoan dari Allah SWT. Misalkan seorang wartawan membuat tulisan atau pemberitaan yang baik dan tidak hoaks sesuai fakta, bermanfaat untuk masarakat, maka itu juga bisa menjadi sebab masuk surga.

“Selama kita masih hidup masih ada kesempatan mendapat ampunan dari Allah, berbuatlah kebaikan, berkumpulah dan bersilaturahmi dengan orang baik menuju surganya Allah Subhana Wata'ala,” tutur Kyai Haji  Syarif Abdul Wahab yang senang dipangil "Tukang Sapi" ini dalam ceramahnya didampingi Ketua dan Sekretaris MT Balwan Kota Depok Adie Rakasiwi dan  Tony Yusep juga panitia diantaranya wartawan Daeng Ahmad Tholib dan Andi Abdul Aziz dan lainya yang dirangkum NERACA. Dasmir

 

 

BERITA TERKAIT

Presiden Jokowi Buka IPPP ke-2 di Jakarta: Perkuat Kerja Sama Parlemen di Kawasan Pasifik

  NERACA Jakarta - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, secara resmi membuka acara Indonesia-Pacific Parliamentary Partnership (IPPP) ke-2 di Jakarta…

Tour De Linggarjati Kembali Akan Digelar

NERACA Kuningan – Perhelatan akbar olahraga bersepeda tingkat internasional dan merupakan bagian dari Calendar of Event Kabupaten Kuningan Tor De…

Pembukaan IPPP Buktikan Kepercayaan Internasional Kepada Indonesia

NERACA Jakarta – Pembukaan Sidang Kedua Indonesia-Pacific Parliamentary Partnership atau IPPP pada 24-26 Juli 2024 menjadi sinyal kuat kepercayaan dunia…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Presiden Jokowi Buka IPPP ke-2 di Jakarta: Perkuat Kerja Sama Parlemen di Kawasan Pasifik

  NERACA Jakarta - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, secara resmi membuka acara Indonesia-Pacific Parliamentary Partnership (IPPP) ke-2 di Jakarta…

Tour De Linggarjati Kembali Akan Digelar

NERACA Kuningan – Perhelatan akbar olahraga bersepeda tingkat internasional dan merupakan bagian dari Calendar of Event Kabupaten Kuningan Tor De…

Pembukaan IPPP Buktikan Kepercayaan Internasional Kepada Indonesia

NERACA Jakarta – Pembukaan Sidang Kedua Indonesia-Pacific Parliamentary Partnership atau IPPP pada 24-26 Juli 2024 menjadi sinyal kuat kepercayaan dunia…