Berdakwah di Era Digital - Pentingnya Memahami Literasi Digital

Media memainkan peran penting dalam menyebarkan dakwah Islam. Peran itu semakin luas dengan kemunculan media digital. Internet dan media online membuat penyebaran dakwah menjangkau seluruh dunia dan menjadi citra global.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB, Muhammad Amin mengatakan, apa pun medianya, seruan dan ajakan kebaikan (dakwah) hendaklah dilakukan dengan sadar dengan tujuan membentuk individu dan keluarga yang bahagia (khayral-israh) dan umat terbaik (khayral-ummatun).

Oleh karena itu, dirinya menegaskan, sudah semestinya dakwah dilakukan dengan mengikuti perkembangan teknologi digital yang berlaku di era ini. Selain efektif, pemanfaatan teknologi digital juga mampu menjangkau kalangan yang lebih luas dalam waktu bersamaan.”Meski begitu, informasi yang disampaikan pendakwah harus didasari prinsip integritas. Tanpa kejujuran, pengguna digital tidak lagi melihatnya sebagai sumber informasi yang dapat dipercaya,” jelas Amin dalam webinar literasi digital di Jakarta, Senin (22/5).

Berdakwah di dunia digital, menurut Muhammad Amin, juga harus menggunakan kata dan kalimat santun, menghindari kekerasan dan pernyataan ceroboh yang dilarang dalam Islam. ”Gunakan media sosial untuk tujuan positif, terutama untuk kemaslahatan umat sebagaimana dianjurkan oleh AlQur'an dan As-Sunnah,” tegasnya.

Untuk menghindari penyebaran berita bohong yang dapat merugikan masyarakat, sambung Amin, penting menjaga kehandalan dan kebenaran konten sebagaimana persepsi umat Islam. ”Islam tidak melarang penggunaan teknologi, tetapi harus digunakan untuk kemaslahatan dan berdasarkan ajaran Islam,” imbuhnya.

Amin menambahkan, berdakwah di dunia digital juga harus dilandasi kompetensi dasar pendakwah. Antara lain, kompetensi substantif, metodologis atau intelektual, material/fisik, dan kemampuan penggunaan teknologi secara teknis.

Dari perspektif budaya digital, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lombok Tengah Nasrullah menyebut ihwal pentingnya pemahaman hak dan tanggung jawab berdakwah. Aktivitas dakwah di dunia digital diharapkan mampu menjaga hak-hak dan reputasi orang lain.”Selain itu, mampu menjaga keamanan nasional, ketertiban masyarakat, atau kesehatan dan moral publik. Ragam hak digital bukan hanya untuk mengakses dan berekspresi, namun juga ada hak untuk merasa aman,” tegas Nasrullah.

Musisi Mia Marcellina selaku key opinion leader diskusi mengingatkan, pemanfaatan media digital untuk berdakwah perlu mempertimbangkan faktor keamanan media yang akan digunakan. ”Kini banyak beredar potongan konten dakwah yang disebarkan oleh orang dengan maksud tertentu. Usahakan setiap konten dakwah dilengkapi dengan air mark atau ditandai perangkat keamanan digital,” jelasnya.

BERITA TERKAIT

Zoho Bikin Program Zoho for Startups

  NERACA Jakarta – Perusahaan teknologi multinasional asal India, Zoho membuat program untuk memberdayakan wirausahawan dan membantu pertumbuhan perusahaan rintisan…

ZKX Luncurkan Bursa Derivatif Perpetual untuk Trader Ahli

  ZKX Luncurkan Bursa Derivatif Perpetual untuk Trader Ahli NERACA Jakarta – ZKX mengumumkan peluncuran Pro Trade, produk kedua mereka,…

ZKX Kenalkan Bursa Perpetual Swap Berkonsep Game di Starknet

  ZKX Kenalkan Bursa Perpetual Swap Berkonsep Game di Starknet NERACA Jakarta — ZKX mengumumkan peluncuran OG Trade, sebuah bursa…

BERITA LAINNYA DI Teknologi

Zoho Bikin Program Zoho for Startups

  NERACA Jakarta – Perusahaan teknologi multinasional asal India, Zoho membuat program untuk memberdayakan wirausahawan dan membantu pertumbuhan perusahaan rintisan…

ZKX Luncurkan Bursa Derivatif Perpetual untuk Trader Ahli

  ZKX Luncurkan Bursa Derivatif Perpetual untuk Trader Ahli NERACA Jakarta – ZKX mengumumkan peluncuran Pro Trade, produk kedua mereka,…

ZKX Kenalkan Bursa Perpetual Swap Berkonsep Game di Starknet

  ZKX Kenalkan Bursa Perpetual Swap Berkonsep Game di Starknet NERACA Jakarta — ZKX mengumumkan peluncuran OG Trade, sebuah bursa…