Komoditas Unggas dan SBW Dorong Program Gratieks

NERACA

Jakarta – Dua komoditas buah komoditas dari peternakan berupa unggas dan sarang burung wallet (SBW) menjadi target peningkatan percepatan atau akselerasi ekspor pada program Gerakan Tigakali Lipat Ekspor, Gratieks.

"Pada kesempatan kali ini ada 2 komoditas besar Peternakan yang kita bisa diskusikan bersama untuk strategi pengakselerasian ekspornya, yaitu komoditas unggas dan sbw," kata Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Wisnu Wasesa Putra.

Menurut Wisnu, dari data yang tercatat pada sistem IQFAST Barantan di tahun 2022 komoditas unggas membukukan nilai ekspor sebesar Rp 40 miliar dan SBW sebesar Rp. 9, 045 triliun

Selain kedua komoditas tersebut, 10 komoditas asal sub sektor peternakan yang berhasil membukukan nilai ekspor dengab nilai besar antara lain berupa pakan hewan, produk olahan susu, telur dan daging ayam, bulu bebek serta madu.

Direktur PPHNak, Tri Melasari berharap dengan pembahasan strategi dapat ditindaklanjuti dilapangan. "Dengan melakukan penguatan aktivitas produksi maupun pasca produksi," kata Tri.

Selain itu, lanjut Tri, perlu dilakukan harmonisasi semua pemangku kepentingan dari hulu hingga hilir, sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.

Lebih lanjut, berbagai strategi terus dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan ekspor, termasuk ekspor produk pertanian termasuk SBW. Atas dasar itulah Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk meningatkan ekspor SBW.

Peranan perdagangan internasional dalam perekonomian nasional semakin penting, salah satunya dari komoditas ekspor subsector pertanian yang menjadi komoditas unggulan Indonesia seperti SBW. Indonesia merupakan salah satu penghasil dan pengekspor SBW terbesar di dunia. 

Tingginya kinerja ekspor berdampak positif bagi perekonomian suatu negara. SBW merupakan komoditas asal subsektor peternakan yang menjadi prioritas baru dalam target ekspor Indonesia.

Pada tahun 2011 sampai tahun  2020, sarang burung walet masih menempati posisi nilai ekspor tertinggi dalam komoditas ekspor peternakan.  Indonesia menempati angka 540,7 juta US$ atau sekitar 55% dari total nilai ekspor dunia. 

“Adanya tren peningkatan ekspor SBW Indonesia serta masih tingginya potensi pasar yang ditunjukkan oleh peningkatan konsumsi mengharuskan Indonesia sebagai salah satu produsen utama SBW,” ungkap Kepala Barantan, Kementan, Bambang.

Atas dasar itulah Kementan melalui Barantan, komit dan konsisten dalam meningkatkan ekspor pertanian guna meningkatkan devisa negara, diantaranya ekspor SBW.

Lebih lanjut, Bambang pun menjelaskan, ada beberapa perusahaan yang cukup besar dan ada juga perusahaan yang usahanya masih berskala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). “ Karena itu,Barantan terus memberikan bimbingan kepada sejumlah perusahaan supaya produksinya meningkat sesuai persyaratan yang ditentukan negara tujuan ekspor. Bimbingan ini juga bertujuan agar kapasitas ekspornya meningkat,” jelas Bambang.

Berdasarkan catatan Barantan Kementan bahwa ekspor SBW pada tahun 2019 sebanyak 1.131 ton. Dari jumlah tersebut, yang diekspor ke Tiongkok sebanyak 126.891,41 kilogram (kg) dan non Tiongkok 1 ton.  Pada tahun 2020  ekspornya meningkat, 1.157 ton. Dari jumlah tersebut yang diekspor ke Tiongkok sebanyak 261.408,9 kg dan non Tiongkok 859.591,09 kg.  

Kemudian pada tahun 2021 sebanyak  1.324 ton. Dari jumlah tersebut yang diekspor ke Tiongkok  sebanyak 227.754,24 kg dan non Tiongkok 1.09.806,20 kg.  Sedangkan pada tahun 2022  sebanyak 1.502 ton. Dari jumlah tersebut yang diekspor ke Tiongkok sebanyak  288.154,75 kg, dan non Tiongkok 1.214.135,06 kg.

Lebih lanjut, tingginya permintaan akan SBW dikarenakan tingginya manfaat dari mengonsumsi SBW. Terbukti, berdasarkan penelitian sarang burung walet sangat diminati di luar negeri karena sarang burung walet memiliki banyak kandungan yang dipercaya sangat bagus terutama untuk tumbuh kembang anak kecil. Kandungan di dalam sarang burung walet dipercaya bisa membuat anak lebih cerdas.

Kemudian untuk ibu-ibu juga dianggap penting karena diyakini ada kandungan yang bisa membuat awet muda. Lalu, untuk bapak-bapak dipercaya bisa menjadi obat kuat. Karena itu, nilai ekonomisnya sangat tinggi.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan pun mengakui bahwa memiliki peran penting bagi perekonomian Indonesia. Untuk itu, pemerintah berupaya memperbaiki tata kelola dan regulasi ekspor dan impor untuk mendorong hilirisasi industri produk ekspor  berbasis  sumber daya alam (SDA) yang berkelanjutan. Hal ini termasuk tata kelola dan regulasi ekspor SBW  dengan  instrumen  eksportir terdaftar sarang burung walet (ET-SBW) yang berlaku selama perusahaan masihmenjalankan kegiatan usahanya.

 

 

 

 

BERITA TERKAIT

Kinerja Ekspor Matras ke AS Ditingkatkan

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal  Perdagangan Luar Negeri memfasilitasi kegiatan verifikasi penyelidikan antisubsidi yang dilakukanoleh OtoritasAmerika…

Juni 2024, Pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia Ditargetkan Selesai

NERACA Gresik – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif melakukan kunjungan kerja ke Smelter PT Freeport Indonesia…

2023 Laba Bersih ELSA Sebesar Rp503 Miliar

NERACA Jakarta – PT Elnusa Tbk (ELNUSA, IDX: ELSA) anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang tergabung dalam Subholding…

BERITA LAINNYA DI Industri

Kinerja Ekspor Matras ke AS Ditingkatkan

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal  Perdagangan Luar Negeri memfasilitasi kegiatan verifikasi penyelidikan antisubsidi yang dilakukanoleh OtoritasAmerika…

Juni 2024, Pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia Ditargetkan Selesai

NERACA Gresik – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif melakukan kunjungan kerja ke Smelter PT Freeport Indonesia…

2023 Laba Bersih ELSA Sebesar Rp503 Miliar

NERACA Jakarta – PT Elnusa Tbk (ELNUSA, IDX: ELSA) anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang tergabung dalam Subholding…