HERO Divestasi Aset di BSD Rp 355 Miliar

NERACA

Jakarta – Dalam rangka efisiensi bisnis dan dorong pertumbuhan likuiditas, PT Hero Supermarket Tbk. (HERO) melepas aset tetap berupa tanah dan bangunan senilai Rp355 miliar kepada PT Pasifik Internusa. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, aset tersebut termasuk aset toko-toko dalam bangunan yang terletak di Komplek Bumi Serpong Damai Blok CBD II, Serpong, Tangerang Selatan. Adapun luas tanah dari aset tersebut mencapai 25.000 meter persegi dengan total luas bangunan lantai mencapai 23.218 meter persegi yang terdiri dari 2 lantai. Penerimaan dana tunai dari pelepasan aset akan mengurangi leverage dan memperkuat posisi keuangan perseroan.

Pelepasan aset ini juga akan mengurangi mengurangi pembayaran bunga di masa depan dengan adanya pengurangan leverage. Selain itu, HERO juga mendapat keuntungan dari penjualan properti yang akan mendukung profitabilitas. Setelah dikurangi pajak HERO akan menerima kas bersih sebesar Rp346,12 miliar dari transaksi ini. Nantinya, sebesar Rp213 miliar akan digunakan untuk membayar utang perseroan.

Beban bunga pinjaman bank jangka pendek HERO juga diperkirakan akan menurun seiring perseroan akan membayar utang pinjaman sebesar Rp213 miliar tersebut. Transaksi ini juga diharapkan akan memberikan keyakinan tambahan kepada pemberi fasilitas pinjaman ditengah kondisi perdagangan saat ini.

Sebagai informasi, HERO tahun lalu membukukan pendapatan sebesar Rp4,43 triliun atau tumbuh 27,44% dari capaian 2021 sebesar Rp3,48 triliun. Dari sisi bottom line, HERO melaporkan laba tahun berjalan sebesar Rp59,11 miliar, berbalik dari rugi sebesar Rp963,52 miliar pada 2021. Kinerja yang positif ini turut disumbang oleh laba tahun berjalan dari operasi yang dihentikan sebesar Rp366,85 miliar.

Presiden Direktur Hero Supermarket, Patrik Lindvall pernah bilang, perbaikan bottom line turut dipicu oleh pemasukan yang diperoleh dari pelepasan sejumlah aset yang dimiliki. Sebagaimana diketahui, Hero Supermarket telah menghentikan operasi Giant pada Juli 2021 dan menjual atau mengubah fungsi beberapa aset properti. “Terdapat peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan kinerja tahun sebelumnya, hal ini didukung oleh keuntungan dari divestasi beberapa properti yang dimiliki,” kata Patrik.

BERITA TERKAIT

Balikkan Rugi Jadi Laba - Chitose Rambah Usaha Alat Lab dan Farmasi

Sepanjang tahun 2023, PT Chitose Internasional Tbk (CINT) mampu mencatat kinerja impresif dengan pendapatan naik 4,41% menjadi Rp 456,91 miliar,…

Kantongi Dua Klien Baru - Sumbang 73% Total Pendapatan Jaya Trishindo

NERACA Jakarta -Sepanjang tahun 2023 kemarin, PT Jaya Trishindo Tbk (HELI) mencatatkan pendapatan signifikan berkat adanya dua klien baru. Disebutkan,…

Apresiasi Karyawan Beprestasi - Idea Indonesia Ekspansi Buka Sekolah Manager

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnisnya, PT Idea Indonesia Tbk. (IDEA) melakukan ekspansi dengan melakukan pembukaan Sekolah Manager (School of…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Balikkan Rugi Jadi Laba - Chitose Rambah Usaha Alat Lab dan Farmasi

Sepanjang tahun 2023, PT Chitose Internasional Tbk (CINT) mampu mencatat kinerja impresif dengan pendapatan naik 4,41% menjadi Rp 456,91 miliar,…

Kantongi Dua Klien Baru - Sumbang 73% Total Pendapatan Jaya Trishindo

NERACA Jakarta -Sepanjang tahun 2023 kemarin, PT Jaya Trishindo Tbk (HELI) mencatatkan pendapatan signifikan berkat adanya dua klien baru. Disebutkan,…

Apresiasi Karyawan Beprestasi - Idea Indonesia Ekspansi Buka Sekolah Manager

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnisnya, PT Idea Indonesia Tbk. (IDEA) melakukan ekspansi dengan melakukan pembukaan Sekolah Manager (School of…