Investor Pasar Modal - Jawa Barat Paling Banyak Catat Pertumbuhan

NERACA

Bandung – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange (IDX) Perwakilan Jawa Barat mencatat jumlah investor pada pasar modal dari Jawa Barat merupakan yang paling banyak di Indonesia,”Hingga Februari 2023 tercatat ada sebanyak 2.376.284 warga ber-KTP Jawa Barat yang menjadi investor. Sedangkan total investor di Indonesia yakni sebanyak 10,6 juta,”kata Kepala BEI Perwakilan Jawa Barat, Reza Sadat Shahmeini di Bandung, kemarin.

Disampaikannya, angka investor di pasar modal tersebut yang investasinya dengan berbagai instrumen, saham, obligasi, reksadana, dan yang lainnya. Menurutnya peringkat pertama jumlah investor di Indonesia itu diisi oleh daerah Jawa Barat sejak tahun 2020, mengungguli daerah Jakarta.

Kini menurutnya mayoritas investor merupakan kalangan yang berusia muda. Di Jawa Barat, menurutnya 40% dari jumlah investor itu merupakan warga berusia 18-25 tahun, kemudian 28% merupakan warga berusia 41 tahun ke atas."Sekarang mayoritas generasi zilenial jadi investor, itu yang menyebabkan pertumbuhan dunia investasi," kata dia.

Dari 2,4 juta jumlah investor di Jawa Barat itu, Reza mengatakan ada sebanyak Rp118 triliun lebih aset investasi. Yang paling banyak, menurutnya aset itu merupakan investasi di bidang saham sebesar 85%."Faktor adanya Covid-19 juga menjadi pendorong kenaikan jumlah warga yang bermain di pasar modal, karena sekarang sambil rebahan pun sudah bisa bermain saham,"ujarnya.

Meski begitu, banyaknya warga di Jawa Barat yang aktif di pasar modal itu tidak serta merta disertai dengan pemahaman literasi. Sehingga pihak BEI Jawa Barat juga berupaya untuk meningkatkan pemahaman investor mengenai pasar modal.

Di antaranya, kata dia, BEI Perwakilan Jawa Barat pun rutin menggelar sekolah pasar modal dengan biaya yang gratis. Dengan begitu, warga yang memiliki modal pun tidak asal-asalan dalam berinvestasi."Main saham jangan asal beli, kita harus tahu betul, produknya laku nggak, bukan tebak-tebakan, kebanyakan saat ini investor masih awam, mungkin masih tebak-tebakan, kemampuan analisanya belum dipertajam," jelas Reza.

Sebelumnya Direktur Utama BEI, Iman Rachman menargetkan jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 13,5 juta Single Investor Identification (SID) pada 2023, tumbuh 35% year on year (yoy) dibandingkan sebanyak 10,3 juta SID pada akhir 2022.”Pertumbuhan investor pasar modal tahun ini ditargetkan meningkat 35% dari 10,3 juta atau naik sekitar 13,5 juta,” kata Iman.

Dia mengungkapkan, jumlah investor pasar modal di Tanah Air sudah bertambah 100 ribu SID sebulan terakhir ini, sehingga total jumlah investor mencapai 10,4 juta SID hingga 31 Januari 2023. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 20 juta SID pada 2027. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Ekspansi Tambah RS Baru - Mayapada Hospital Bidik Pendapatan Rp 2,4 T

NERACA Jakarta- Meski kinerja keuangan di paruh pertama 2023 masih merugi, namun emiten rumah sakit PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)…

Likuiditas Bursa Karbon Tak Secair Pasar Saham

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan likuiditas bursa karbon tidak akan secair perdagangan saham. "Jangan dipikir likuiditas akan persis…

Pasca Peluncuran - Tidak Ada Transaksi Bursa Karbon Hari Kedua

NERACA Jakarta -PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku penyelenggara Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) mencatat tidak ada transaksi untuk perdagangan unit karbon pada hari…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Ekspansi Tambah RS Baru - Mayapada Hospital Bidik Pendapatan Rp 2,4 T

NERACA Jakarta- Meski kinerja keuangan di paruh pertama 2023 masih merugi, namun emiten rumah sakit PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)…

Likuiditas Bursa Karbon Tak Secair Pasar Saham

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan likuiditas bursa karbon tidak akan secair perdagangan saham. "Jangan dipikir likuiditas akan persis…

Pasca Peluncuran - Tidak Ada Transaksi Bursa Karbon Hari Kedua

NERACA Jakarta -PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku penyelenggara Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) mencatat tidak ada transaksi untuk perdagangan unit karbon pada hari…