Pendapatan Bima Sakti Tumbuh 16,81%

Sepanjang tahun 2022, PT Bima Sakti Pertiwi Tbk. (PAMG) membukukan pendapatan sebesar Rp54,82 miliar, naik 16,81% dibandingkan dengan 2021 sebesar Rp46,93 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuanan yang dipublikasi di Jakarta, kemarin.

Emiten perusahaan pengelola mal Pekanbaru ini menjelaskan, mayoritas pendapatan diperoleh dari para penyewa atau tenant dengan nilai Rp26,58 miliar. Seiring dengan kenaikan pendapatan, PAMG juga membukukan kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 4,13% year on year (YoY) dari Rp25,0 miliar pada 2021 menjadi Rp26,04 miliar. Meski demikian, laba kotor tetap tumbuh 31,28% secara tahunan menjadi Rp28,78 miliar.

PAMG juga mencatatkan laba usaha sebesar Rp7,51 miliar pada 2022, naik 217,37% daripada tahun sebelumnya. Namun, masih terdapat beban keuangan sebesar Rp10,66 miliar yang dilaporkan PAMG sehingga posisi bottom line tetap negatif. Kendati demikian, rugi tahun berjalan selama 2022 cenderung lebih baik. Hal ini tecermin pada penurunan secara tahunan dari Rp10,46 miliar pada 2021 menjadi Rp3,20 miliar sepanjang 2022.

Adapun total aset PAMG pada akhir 2022 cenderung stagnan di Rp582,56 miliar, dari Rp583,57 miliar di pengujung 2021. Di sisi lain, liabilitas bertambah dari Rp157,55 miliar menjadi Rp159,75 miliar pada akhir 2022. Kenaikan terutama disebabkan oleh meningkatnya pinjaman bank sebesar Rp6 miliar. Sementara itu, total ekuitas PAMG turun menjadi Rp422,80 miliar pada akhir 2022, dari Rp426,02 miliar pada akhir 2021.



BERITA TERKAIT

Anak Usaha GEMS Raih Pinjaman Rp1 Triliun

Danai pengembangan bisnis, PT Borneo Indobara, anak usaha PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) memperoleh faslitas kredit modal kerja senilai…

Grup Astra Salurkan 1614 Hewan Kurban

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dan juga berdayakan peternak kecil, grup Astra melalui Yayasan Amaliah Astra (YAA) menyalurkan 1614…

AirAsia Indonesia Merugi Rp777,79 Miliar

Di kuartal pertama 2024, PT AirAsia Indonesia Tbk. (CMPP) berbalik rugi sebesar Rp777,79 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun…

BERITA LAINNYA DI

Anak Usaha GEMS Raih Pinjaman Rp1 Triliun

Danai pengembangan bisnis, PT Borneo Indobara, anak usaha PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) memperoleh faslitas kredit modal kerja senilai…

Grup Astra Salurkan 1614 Hewan Kurban

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dan juga berdayakan peternak kecil, grup Astra melalui Yayasan Amaliah Astra (YAA) menyalurkan 1614…

AirAsia Indonesia Merugi Rp777,79 Miliar

Di kuartal pertama 2024, PT AirAsia Indonesia Tbk. (CMPP) berbalik rugi sebesar Rp777,79 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun…