KemenkopUKM Gandeng Akademisi Ciptakan 1 Juta Pengusaha Baru

NERACA

Malang - Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengajak mahasiswa Universitas Merdeka Malang untuk mengambil bagian dalam upaya mencetak 1 juta pengusaha muda baru melalui program Entrepreneur Hub.

"Kita ingin mencetak 1 juta pengusaha muda baru karena Presiden Jokowi mau menyiapkan fondasi bagi Indonesia untuk menjadi empat kekuatan ekonomi dunia di 2045. Indonesia akan menjadi empat kekuatan besar setelah Amerika Serikat, Tiongkok, dan India," kata Teten.

Lebih lajut, Teten menjelaskan, untuk menjadi negara maju, tidak hanya menyiapkan infrastruktur dan sumber daya manusia, melainkan juga pengusaha yang inovatif.

Untuk itu, melalui ajang Entrepreneur Hub diharapkan dapat menumbuhkan ekosistem kewirausahaan di kalangan mahasiswa, serta diharapkan akan menjadi kekuatan pembangunan ekonomi dan sebagai agent of change dengan cara menjadi wirausaha dan mampu menciptakan lapangan kerja.

"Jadi kampus harus berubah. Harus mengubah mindset kurikulum bagaimana menciptakan wirausaha bukan sarjana calon pegawai pemerintah atau swasta," ujar Teten.

Teten juga menambahkan dengan bonus demografi Indonesia yang cukup besar, kampus bisa menjadi wadah dalam mencetak wirausaha muda yang berbasis perguruan tinggi.

Sementara itu, Rektor Universitas Merdeka Malang Anwar Sanusi mengatakan, Entrepreneur Hub bisa menjadi solusi dari pemerintah dan universitas untuk menciptakan ekosistem kewirausahaan. 

"Ini menjadi bukti negara hadir membangun pilar kemajuan dan kemandirian bangsa, dan kami berterima kasih kepada KemenKopUKM yang telah memberikan program pendampingan kewirausahaan," ucap Anwar Sanusi.

Anwar Sanusi juga berpendapat mahasiswa turut berbangga dapat terlibat dalam program ini.

"Saya yakin akan muncul sosok pemberani yang percaya diri menjadi wirausaha yang akan menopang kemandirian negara," ujar Anwar Sanus.

Entrepreneur Hub merupakan program KemenKopUKM yang bertujuan untuk pengembangan ekosistem kewirausahaan dalam rangka menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa.

Pada ajang kali ini para pelaku UMKM yang terlibat dalam ajang Entrepreneur Hub akan menjadi mentor bagi 150 mahasiswa. 

Selain itu, Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Universitas Merdeka terkait pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Lebihdari itu, KemenkopUKM bersama-sama dengan Kementerian Koordinator Perekonomian (Kemenko Perekonomian), Badan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan platform digital yang bergabung dalam Indonesian E-commerce Association (idEA) berkolaborasi untuk menyepakati capaian target menuju 30 juta UMKM onboarding digital di tahun 2024.

Berdasarkan data idEA hingga Oktober 2022, UMKM yang terhubung atau onboarding digital mencapai 20,5 juta. Artinya sisa 9,5 juta lagi UMKM yang ditargetkan bisa masuk dalam platform digital hingga tahun 2024.

Teten menegaskan, pihaknya bersama Kementerian/Lembaga (K/L) dan platform digital melakukan rakor guna membahas beberapa hal yang krusial untuk mencapai target 30 juta UMKM onboarding digital.

Sehingga ke depan, Pemerintah akan memiliki data by name by address untuk UMKM yang sudah onboarding digital. “Kita juga memiliki pilot project integrasi sistem monitoring UMKM onboarding digital. Bahkan telah membentuk PMO (Project Management Office) sebagai upaya monitoring tersebut,” ucap Teten.

Teten juga menjelaskan, di saat yang sama KemenKopUKM juga telah menyiapkan program Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT). Sehingga diharapkan pada pekan ke-4 November tahun ini, semua K/L daerah sudah menginput data atau memberikan update pencapaian program transformasi digital UMKM selama 2022 kepada KemenKopUKM. 

Sementara Deputi Bidang Kewirausahaan KemenKopUKM Siti Azizah menambahkan, poin penting dari rakor tersebut adalah saat ini Pemerintah hanya memiliki data pelaku UMKM yang terhubung dengan digital secara agregat. Untuk itu, KemenKopUKM menginisiasi untuk mengintegrasikan data-data yang ada secara internal yang merupakan perwujudkan Tahap I.

“Kami optimistis, ini bisa dilakukan sesegera mungkin. Karena saat ini KemenKopUKM memiliki 8 platform, yang akan dikoneksikan dengan Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) yang Insya Allah yang akan kita peroleh di akhir tahun ini,” ucap Azizah.

Dengan terintegrasikan berbagai data yang ada di K/L juga daerah, diharapkan tahun depan Pemerintah tak hanya punya data angka 30 juta UMKM onboarding digital, tetapi juga data kualitas by name by address secara akurat.

 

 

 

BERITA TERKAIT

Media Jadi Jembatan Perodusen dengan Konsumen

NERACA Depok – Direktur Standardisasi dan Pengendalian, Kementerian Perdagangan (Kemendag) Mutu Matheus Hendro Purnomo berharap dapat menjadi media untuk menjembatani…

Pasca Lebaran, Aktivitas Perikanan Tangkap Kembali Bergeliat

NERACA Jakarta – Aktivitas perikanan tangkap di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman Jakarta kembali bergeliat pasca libur idul fitri…

Produk Pertanian Indonesia Didorong Masuki Pasar Australia - IMPLEMENTASI IA-CEPA

NERACA Surabaya – Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Atase Perdagangan RI di Canberra terus  berupaya mendorong para pelaku usaha produk pertanian…

BERITA LAINNYA DI Perdagangan

Media Jadi Jembatan Perodusen dengan Konsumen

NERACA Depok – Direktur Standardisasi dan Pengendalian, Kementerian Perdagangan (Kemendag) Mutu Matheus Hendro Purnomo berharap dapat menjadi media untuk menjembatani…

Pasca Lebaran, Aktivitas Perikanan Tangkap Kembali Bergeliat

NERACA Jakarta – Aktivitas perikanan tangkap di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman Jakarta kembali bergeliat pasca libur idul fitri…

Produk Pertanian Indonesia Didorong Masuki Pasar Australia - IMPLEMENTASI IA-CEPA

NERACA Surabaya – Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Atase Perdagangan RI di Canberra terus  berupaya mendorong para pelaku usaha produk pertanian…