Tower Bersama Cetak Laba Bersih Rp 1,22 Triliun

NERACA

Jakarta – Kuartal tiga 2022, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) membukukan laba bersih sebesar Rp 1,22 triliun atau naik 13,13% dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp 1,08 triliun. Sementara pendapatan tercatat Rp 4,9 triliun atau tumbuh 7,89% dibandingkan tahun lalu di priode yang sama sebesar Rp 4,56 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Emiten menara ini juga mencatatkan EBITDA Rp4,28 triliun untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2022. Perseroan mencatat memiliki 40.691 penyewaan dan 21.666 sites telekomunikasi per 30 September 2022. Sites telekomunikasi milik TBIG terdiri dari 21.553 menara telekomunikasi dan 113 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 40.578, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) TBIG menjadi 1,88 kali.

Kata CEO TBIG, Hardy Wijaya, di sembilan bulan pertama 2022, perseroan telah menambahkan 2.017 penyewaan ke dalam portofolio yang terdiri dari 1.173 sites telekomunikasi dan 844 kolokasi.”Penambahan penyewaan bersih dari group lebih rendah, terutama karena penghentian sewa dari Sampoerna Telecom di awal tahun,"ujarnya.

Dia melanjutkan, pihaknya melaporkan bahwa TBIG telah mencapai kesepakatan komersial untuk pembaruan penyewaan yang merupakan bagian dari transaksi penjualan dan penyewaan kembali tahun 2012 dengan IOH dan yang berakhir pada Agustus 2022. "Kami terus melakukan roll-out untuk pelanggan kami, para operator telekomunikasi dan selain pesanan kami untuk menara dan kolokasi baru, kami telah melihat peningkatan pesanan build-to-suit untuk serat optik,” ucapnya.

Chief Financial Officer TBIG, Helmy Yusman Santoso menuturkan meskipun pendapatan sembilan bulan TBIG telah meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, TBIG melihat penurunan pendapatan bulanan kami dari IOH pada kuartal III/2022 karena berakhirnya kontrak pendapatan USD TBIG yang merupakan bagian dari transaksi 2012 dengan IOH."Namun, sebagai bagian dari perjanjian, pendapatan kontrak kami yang telah terkunci telah meningkat. Kami terus bekerja bersama IOH saat mereka mengoptimalkan jaringan mereka dan memperluas jangkauan mereka di seluruh Indonesia,” tutur Helmy.

Dia melanjutkan, per 30 September 2022, total pinjaman kotor (gross debt) TBIG, jika bagian pinjaman dalam mata uang dolar AS yang telah dilindung nilai, diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, adalah sebesar Rp26,38 triliun dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp2,66 triliun. Dengan saldo kas yang mencapai Rp710 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp25,67 triliun dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) TBIG menjadi Rp1,95 triliun.

Menggunakan EBITDA kuartal III/2022 yang disetahunkan, rasio pinjaman bersih terhadap EBITDA adalah 4,6 kali. “Per akhir kuartal ketiga, 90 persen dari utang kami adalah obligasi berbunga tetap dalam mata uang lokal dan asing. Kami juga memiliki lindung nilai tambahan untuk suku bunga untuk melindungi pinjaman dengan suku bunga mengambang yang tersisa," ujarnya.

Helmy melanjutkan, pihaknya telah melihat biaya pembiayaan menyeluruh TBIG terus menurun menjadi 6,2% dari 7,0% pada akhir tahun 2021. Karena TBIG tidak memiliki amortisasi utang yang material selama 24 bulan ke depan, TBIG berharap untuk tetap relatif terlindungi dari situasi kenaikan suku bunga.




BERITA TERKAIT

Percepatan Transformasi Digital Perluas Akses Keuangan UMKM

Percepatan transformasi digital telah memperbesar peluang bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), untuk menjangkau…

Lindungi Para Nasabah - OJK Atur Cara Pailitkan Perusahan Efek

NERACA Jakarta – Menyikapi beberapa perusahaan efek terlilit masalah finansial atau utang hingga berdampak dirugikannya para investor mendorong Otoritas Jasa…

Lagi, SMMT Tebar Dividen Rp 47,25 Miliar

NERACA Jakarta – Berhasil torehkan kinerja positif, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) bakal membagikan dividen interim sebesar Rp47,25 miliar…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Percepatan Transformasi Digital Perluas Akses Keuangan UMKM

Percepatan transformasi digital telah memperbesar peluang bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), untuk menjangkau…

Lindungi Para Nasabah - OJK Atur Cara Pailitkan Perusahan Efek

NERACA Jakarta – Menyikapi beberapa perusahaan efek terlilit masalah finansial atau utang hingga berdampak dirugikannya para investor mendorong Otoritas Jasa…

Lagi, SMMT Tebar Dividen Rp 47,25 Miliar

NERACA Jakarta – Berhasil torehkan kinerja positif, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) bakal membagikan dividen interim sebesar Rp47,25 miliar…